Tujuh Belas (End)

3.8K 284 55
                                        

Davichi-Falling In Love

Seseorang tengah berlari ditengah hujan yg membuyarkan penglihatannya.

"Oppa" teriaknya dengan air mata yg terus jatuh dan dihapus oleh air hujan

Jihyo berlari ketika ia melihat benda yg ia kenal. Sebuah ponsel milik kakaknya. Jihyo melihat ponsel itu telah mati.

"Oppa" lirihnya

Jihyo bangkit berlarih entah kenapa ia tak perduli lagi dengan derasnya hujan. Hatinya semakin bergemuru tak tenang mendapati jejak kaki diatas lumpur yg mengarah kesuatu tempat.

Jihyo beberapa kali terpelesat saat ia berlari mengikuti jejak itu sampai ia tiba disebuah danau. Lutut Jihyo lemas tak mampu menopang tubuhnya lagi melihat seseorang yg sudah terapung diatas sungai.

Tak lama Chaeyoung berdiri didekat Jihyo, melihat apa yg dilihat Jihyo. Dahyun pun seakan mematung melihat apa yg tidak ingin ia lihat.

Chaeyoung segera berlari menarik tubuh Jeongyeon, Dahyun pun ikut turun menarik sahabatnya menuju tepian danau.

"Denyut nadinya tidak ada" ucap Dahyun

Chaeyoung langsung mengarahkan pipinya kedekat hidung Jeongyeon, merasakan nafas Jeongyeon yg terasa sangat lemah

"Kita belum kehilangannya" Chaeyoung langsung melakukan tindakan CPR, memompa jantung Jeongyeon untuk mengembalikan detak jantung Jeongyeon

"Kembali bodoh kembali jangan tinggalkan aku" ucap Chaeyoung sambil memompa Jantung Jeongyeon

"Aku sudah menghubungi ambulan" ucap Dahyun

Di lihatnya Jihyo yg menangis tidak berani mendekati kakaknya.

"Tenanglah dia akan tetap bersama kita"

"Kita?" Tatapan Tajam Jihyo arahkan pada Dahyun

"Kau meninggalkan sahabat mu sendirian sampai ia seperti ini" bentak Jihyo

Jihyo berlari mendorong Chaeyoung yg melakukan pertolongan pertama pada Jeongyeon

"Jauhkan dirimu dari kakak ku" bentak Jihyo

"Aku harus menyelamatkannya, berhenti bersikap bodoh" bentak Chaeyoung tak kalah nyaring

Dahyun langsung membawa Jihyo menjauh dari tubuh Jeongyeon memberi Chaeyoung jalan untuk menyelamatkan Jeongyeon.

"Bangun bodoh bangun" Chaeyoung menangis didada Jeongyeon saat ia sadar ia gagal membawa detak itu kembali

"Aku mohon bangun jangan tinggalkan aku seperti ini"

.
.
.
.


"Paru parunya dipenuhi air hingga menyumbat pernafasannya, pukulan keras mematahkan beberapa tulang dadanya hingga terjadi henti jantung pada pasien, ada cedera dibagian kepalanya karna pukulan keras saya belum bisa memastikan apa yg akan terjadi pada pasien, kita harus menunggu pasien siuman. Saat ini dia sudah melewati masa kritisnya tapi maaf saya tidak bisa memastikan kapan pasien bisa siuman, berdoalah untuk kesembuhannya" sang Dokter menepuk bahu ayah Jeongyeon yg menunduk mendengar semua penjelasannya.

Jihyo menangis dipelukan sang ibu, tak bisa lagi menahan sesaknya ibu Jihyo pingsan dan membuat semua orang disana panik.

"Appa titip kakak mu" ucap ayah Jihyo saat mendorong ranjang ibunya menuju ruangan

Jihyo memandang sang kakak dari jendela kecil dipintu ruangan, Jeongyeon yg masih setia dengan alat bantuan pernafasan dan beberapa alat ditubuhnya.

Stay By My Side (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang