Terungkap
Selama perjalanan Chanyeol tersenyum hangat ia tersenyum bahagia Kyungsoo kembali ke pelukannya.
Walaupun rasa benci itu semakin besar pada ayahnya,mengapa ayahnya begitu tega membuat Kyungsoo menjadi lemah tak berdaya.
Tuan Park sangat marah mengetahui bahwa anaknya telah menyelamatkan Kyungsoo.
Tuan Park mengamuk dan membanting barang-barang sekitarnya.
Tak lama kemudian ia tersenyum sinis.
"Dimana sekarang Kyungsoo dirawat?"tanya tuan Park pada orang kepercayaannya.
"Rumah sakit Xxx."
"Baiklah,aku tak bisa membunuhnya secara perlahan akan ku bunuh dia secara cepat."
Dua hari Kyungsoo dirawat Chanyeol selalu menunggunya, Kyungsoo baru saja siuman.
Luka di tubuhnya masih terlihat banyak sekali. Chanyeol hanya mempu memeluk Kyungsoo ketika ia siuman.
"Chan,terima kasih."
"Tak perlu berterima kasih,maafkan aku karena tak bisa menjaga mu."
"Aku selalu dalam bahaya,dan.."ucapan Kyungsoo terputus kala ia mengingat bahwa ia dan Chanyeol sedarah.
"Kamu dan aku tak bisa bersatu Chan."ucap Kyungsoo lirih.
Chanyeol menggeleng,"kenapa?"
"Kit-kita.."Kyungsoo gugup bagaimana memberitahunya.
"Maksudmu kita saudara?"ucap Chanyeol diangguki oleh Kyungsoo.
Chanyeol mengelus kepala Kyungsoo pelan,"jangan dipikirkan dulu,cepatlah sembuh Kyungie."
"Terimakasih Channie."
————
Park Daemi segera melancarkan aksinya tepat hari kedua Kyungsoo diselamatkan ia pergi kerumah sakit tempat Kyungsoo dirawat.
Ia akan menyuntikan racun pada infus Kyungsoo tepat sekali ruang kamar Kyungsoo kosong.
Tapi sebelum Daemi berhasil menyuntikan jarum tersebut Kyungsoo terbangun,hampir menjerit tetapi di bekap oleh Daemi dan Daemi terpaksa kabur takut Chanyeol menemukannya,benar saja baru keluar dari ruang rawat Kyungsoo,Chanyeol berada diluar terbelalak kaget sehingga Chanyeol mengejar Daemi,tapi hal tak terduga terjadi didepan mata Chanyeol tubuh Daemi terpental karena tertabrak sebuah mobil yang berkecepatan tinggi ketika ia hendak berlari menyebrang jalan.
Chanyeol menghampiri Daemi yang tergeletak di jalan, Chanyeol berteriak kepada orang agar membantunya membawa Daemi ke rumah sakit,walaupun telah berbuat hal buruk tetap saja Chanyeol punya hati untuk menyelamatkannya.
——
"Channie ada apa kenapa bajumu berlumuran darah? Apa kau terjatuh dan terluka?" Kyungsoo khawatir melihat Chanyeol dengan darah di bajunya.
"Tidak,tadi-"
"Tadi apa?"tanya Kyungsoo tak sabar,"bagaimana dengan tuan Park?"
"Di-dia tertabrak didepan rumah sakit, dan Kini kehilangan banyak darah."
"Apa?! Bagaimana bisa, antar aku kesana Chan!"
Kyungsoo memberontak pelukan Chanyeol dan mencoba mencabut infus nya.
"Kyungie sadar! Dia jahat terhadap kamu terhadap kita!" Kyungsoo menggeleng sambil Terisak.
"Tidak Chan dia ayahmu, ayahku juga."
Chanyeol menangis melihat Kyungsoo betapa mulia hati Kyungsoo,ia merasa manusia Dihadapannya kini adalah malaikat.
"Baik tapi tidak sekarang,kamu harus pulih dulu."
—————
Tiga hari yang lalu tepat Kyungsoo mendonorkan darah pada tuan Park,Kyungsoo hanya melihat tuan Park dari jauh karena rasa trauma itu masih ada.
Kini tepat seminggu tuan Park dirawat ia siuman dari tidurnya,tuan Park mengedarkan pandangan jatuh pada anak tirinya Chanyeol yang kini memandangnya tajam.
"Syukurlah kau telah siuman."sambil berujar seperti itu Chanyeol bangun dari sofa yang ditempatinya.
"Kau menyelamatkan ku Chan?"mata tuan Park berkaca-kaca tidak menyangka sang anak menyelamatkannya.
"Lalu siapa lagi?para clien mu? Atau para pegawai sejatimu? Mereka tidak mau berurusan dengan seseorang yang menyusahkan nya,right?"
Daemi tersadar apa yang dilakukan selama ini salah ia buta akan kekuasaan,dan melupakan siapa orang yang mendukungnya dari nol hingga sekarang.
Chanyeol beranjak keluar ruangan Daemi memandang itu dengan pandangan penyesalan,ia mengingat bagaimana ia menyayangi Chanhi dan juga Ruhi,ia bersalah Atas apa yang ia perbuat dulu pada Ruhi dan Kyungsoo anaknya.
Seorang dokter menghampirinya dan memeriksa tubuh Daemi.
"Syukur anda telah sadar, dan berterima kasih lah pada orang yang memberikan darah nya yang begitu banyak pada anda,jika tidak anda pasti tidak akan selamat."
Mata Daemi menatap dokter itu,"memang apa yang terjadi padaku? Dan siapa orang yang memberikan darahnya padaku?"
Dokter itu berbicara sebari menatap file pasien di tangannya,"ahhh,anda mengalami kecelakaan yang cukup parah,anda kehilangan banyak darah,pada saat itu darah golongan anda hanya ada satu lagi,tapi seorang anak berhati mulia mendonorkan dua kantung darah pada anda,padahal ia sedang dalam keadaan tidak fit,ia tetap memohon pada ku dan beberapa suster lainnya dan akhirnya kami menyetujuinya."
Daemi berpikir sejenak,"apa anak itu bernama Do Kyungsoo?"
Dokter menatap Daemi sebari tersenyum,"anda benar, ah sebaiknya saja pamit dulu karena banyak pasien yang harus saya periksa."
Daemi menitikkan air mata, bagaimana bisa Kyungsoo begitu baik padanya, bagaimana Kyungsoo tidak dendam padanya,dan mengapa Kyungsoo tidak membencinya malah menolongnya.
Dan hari itu Daemi dengan segala rasa penyesalannya menguap begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trust Me
FanfictionPercaya atau tidak "dia" itu tidak pernah diharapkan. Sampai saatnya datang "dia" merasa apa yang namanya diharapkan.
