Setelah berdebat tadi pun Ara dan Malik segera pulang ke rumah masing-masing.
"Eh Ara, dah pulang." ucap Risa sok baik yang tak lain adalah sodara tirinya.
"Ngapain lo kesini? Mau ngemis?" sinis Ara.
"Ya engga lah, Ra. Gue kesini kan mau maen sama lo. Udah berapa tahun kita gak sama sama kaya dulu? Lo gak kangen sama gue?" tanya Risa masih sok baik.
"Kok sepi?" tanya Ara heran.
"Papa lo masih kerja, Mama sama ade lo lagi ada acara sama temennya, kaka lo belom pulang." jelas Risa yang tak dibalas apapun oleh Ara.
"Lo kenapa si bin? Kalo sama gue jutek, cuek, dingin." tanya Risa.
"Harusnya kan gue yang kaya gitu ke elo." lanjut Risa.
"Kalo lo mau tinggal disini. Gak usah ngebacot!" ucap Ara dengan menajamkan mata elangnya lalu pergi ke kamarnya.
Permainan gue bakal dimulai bin, siapin mental lo ya. Batin Risa sinis.
"Ngapain si empedu dajjal disini?" ucap Ara mengacak rambutnya kesal.
----
"Pagii epeli badehhh, Selgom dah bangun nihhh." ucap Ara dengan senyuman sumringah.
Lalu tak lama kemudian Risa keluar dari kamar tamu yang ia pakai untuk menginap.
"Nih non sarapannya." Ucap Bi Jiah seraya menaruhkan roti selai coklat dengan keju.
"Makasih Bi." ucap Ara yang dibalas anggukan kepala oleh Bi Jiah.
"Si hama ngapain suruh disini?" tanya Ara dengan muka datar.
"Maksud lo gue hama gitu?" tanya Risa kesal.
"Iya! Hama yang harus gue basmi!" ucap Ara jutek.
"Ara! Risa! Kalian sodara harus akur." ucap Citra mengingatkan.
Halah sodara tiri ngapain juga akur. cibir Ara dalam hati.
Sampe kapanpun gue gak rela akur sama sodara tiri. Batin Risa kesal.
"Mama gak mau tau, pokoknya kalian harus berangkat bareng!" ucap Citra tegas.
"Mah! Apaan sih? Dia kan bisa bareng Mang Ujang. Aku mau sendiri." protes Ara.
"Iya tan aku bareng Mang Ujang aja." ucap Risa.
"Gak mau! Kalian berdua berangkat bareng!" ucap Citra tajam.
Akhirnya Ara dan Risa pun pasrah, tak akan menang juga jika berdebat dengan Citra.
"Kamu mau pake mobil yang mana?" Tanya Andra pada Ara.
"Mobil ayla aja enak kecil, yang warna merah." ucap Ara lalu segera mengambil kunci mobilnya dari tangan Papanya.
"Aku berangkat dulu. Ma, Pa." Ucap Ara lalu mencium tangan kedua orang tuanya dan segera menuju mobilnya.
"Woii tungguin gue!" teriak Risa.
"Lo kalo nebeng jalannya cepetan! Mau gue tinggalin hah?!" ucap Ara sinis. Membuat Risa terburu buru menaiki mobil Ara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone
RandomCopyright©2018 by Sabiimh Plagiat dilarang mendekat!! No copy my story!! Cape mikirnya. [Ini cerita pertamaku yang dibuat pada saat aku masih pemula, amatiran. Jadi mohon maaf karna banyak typo, dan alur suka gak jelas] **** Nama wanita itu, Ara, Ar...
