"Di tengah hamparan bunga, aku datang, kemudian melihatmu tersenyum."
Jisoo tetap duduk seorang diri di tengah hamparan taman itu. Melamun. Hingga sebuah syara membuyarkan semua fikirannya.
"Jisoo, masuklah dulu. Kau belum makan sejak pagi." Seorang wanita paruh baya, bermata kelam, dengan rambut diikat rapi datang menghampiri gadis itu. Hanya menawarkan.
"Aku tidak lapar,Eomma. Nanti saja. Aku sedang ingin sendiri. Siapa tahu aku bisa beristirahat sejenak." Jisoo tersenyum. Membuat sang eomma menatap miris keadaan anaknya itu.
"Kau sudah dewasa, sayang. Kau tak dapat membohongi eommamu ini. Haahh,, eomma akan bawa makannya kesini." Wanita itu kemudian pergi. Jisoo tak dapat menolaknya. Dia bukanlah anak yang pandai bersandiwara, atau sekedar sering berbohong. Dia tersenyum. Namun jauh di lepas alam sana,, hatinya tengah menjerit kuat.
Sang ibu datang dengan membawa semangkuk bubur yang dilengkapi sayuran hijau. Dia menyuapkannya pada mulut Jisoo.
Gadis cantik itu makan dengan lesu. Dirinya,, yang cukup kuat bahkan hanya untuk melangkah.
Jisoo menerima apel yang disodorkan oleh sang eomma. Dia tersenyum tipis. Bahkan terlalu tipis untuk dikatakan sebagai sebuah senyum.
"Diriku hanya bisa menatap nanar kemana diriku melangkah selanjutnya. Kaki ini,, terlalu berat untuk membawa lara yang diliputi rasa gundah."
"Lalu apa yang kau tunggu?
Melajulah. Meski kau harus melintasi sulitnya terjangan lamunan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Longing and Leaving||Jinsoo|| [END]
RomanceStory ketiga dari BTS & Blackpink couple. [Complete] Tentang kisah sederhana dari seorang perawat dan pasien. Tentang saling melengkapi. Dengan waktu yang memanjang (longing), dan meninggalkan (leaving).
![Longing and Leaving||Jinsoo|| [END]](https://img.wattpad.com/cover/172813733-64-k571418.jpg)