Part 13

1.2K 68 3
                                    

At Kirana's Home

Malam telah tiba dengan bintang yang bertaburan di langit. Jam menunjukkan pukul 07.20 pm. Kirana segera menuju keruang makan untuk makan malam.

Tidak seperti malam-malam yang sebelumnya, dahulu ia menikmati makan malam bersama kedua orang tuanya. Atau bahkan mengajak Keyra untuk bergabung makan malam bersama dengan keluarganya. Akan tetapi kini ia hanya dapat menatap kursi-kursi kosong yang ada di depannya.

Setelah selesai dengan makan malam, Kirana beralih menuju kamarnya untuk tidur.

***

Kkriiinggg...

Alarm berbunyi tepat menunjukkan pukul 06.00 pagi.

Kirana segera bangkit dari tidurnya dan bersiap siap untuk berangkat sekolah.

At Halte Bus

Sebuah bus besar berhenti tepat didepan Kirana. Ia segera melangkahkan kakinya untuk naik dan masuk ke dalam bus tersebut.

Disepanjang perjalanan Kirana hanya diam sambil menatap setiap sudut jalanan yang ia lalui.

Bus yang ia tumpangi mulai memperlahankan kecepatannya dan berhenti tepat di depan gerbang sekolah.

Baru saja kedua kakinya melangkah masuk ke dalam gerbang sekolah, tiba-tiba seorang wanita berjaket hitam menarik lengannya dengan cepat.

Kirana berusaha melepaskan genggamannya dari lenganku. Akan tetapi nihil, wanita itu malah membius Kirana dengan kain yang menutup mulut dan hidung Kirana.

***

Kirana mulai membuka matanya perlahan dan melihat suasana disekelilingnya.

Sepi

Gelap

Dan sunyi.

"Ini dimana? Tempat apa ini?"

Kirana mencoba segera berdiri, akan tetapi sepertinya seseorang telah mengikat dirinya disebuah kursi yang sedang ia duduki sekarang ini.

"Siapa yang berani ikat gua kaya gini?!" Kirana berteriak sembari berusaha melepaskan dirinya dari ikatan tersebut

"Gua." Ucap seseorang yang sedang mengarah ke arahnya

"What?! Jesi?" Kirana terkejut melihat Jesi yang kini berada tepat di depannya

"Iya, ini gua Jesi Victoria. Kenapa? Kaget?" ujarnya

"Apa mau lu, hah?! Lepasin gua!" ucap Kirana dengan lantang

"Buat apa gua lepasin lu? Gua capek. Gua iri. Gua benci sama lu dan Keyra!" Ucapnya dengan nada tinggi

"Why?" tanya Kirana yang sedikit kebingungan

"Dulu gua siswa yang terpopuler di sekolah itu. Tapi, karena kedatangan kalian berdua gua jadi tersingkirkan. Semua yang gua punya dulu malah kalian rebut sekarang. Dan, apa yang aku mau sekarang, selalu kalian lagi yang mendapatkannya. Termasuk Kev dan Ken." Jelasnya

"Gua juga gak pernah ada niatan buat nyingkirin lu! Gua juga gak tau kalau akhirnya gua jadi murid yang terkesan populer di sekolah, gua gak butuh itu asal lo tau! Justru lu yang ngerebut kebahagiaan gua sekarang! Lu yang sudah bikin keyra hampir kehilangan nyawanya, kan?! Dia koma sekarang dasar bodoh!"

"Koma? Bagus dong, dan sekarang tinggal lu yang nyusul sahabat lu itu di rumah sakit." Ucap Jesi sembari mengambil pisau tajam yang ada didekatnya.

"MATI KAMU KIRANA!"

"JESI!!!" Teriak seorang pria dari luar ruangan

Jesi menghentikan ayunan pisaunya yang mengarah ke wajah Kirana dan segera berlari menuju pintu keluar untuk menghampiri seseorang yang memanggilnya tadi

"Huft." Aku menghela nafas panjang yang aku fikir itu adalah nafas terakhirku.

Hampir saja sebuah pisau mendarat diwajahku. Aku cukup lega. Akan tetapi, siapa pria yang memanggilnya tadi?

Oke lupakan.

"Gua harus keluar dari sini."

Aku terus mencoba membuka ikatan yang ada ditanganku. Dann-

"Yes... berhasil."

Dengan kedua kaki ku yang lincah, aku segera berlari menuju pintu keluar.

Astaga! Suara langkah kaki terdengar jelas ditelingaku. Sepertinya itu Jesi dan pria yang memanggilnya tadi sedang mengarah ketempat ini lagi.

Bersambung...

Hallo guys^^
Maaf ya gan gk jdi double up mwehehe
Seperti biasa, jangan lupa untuk follow, vote and comment 💜

TWO PSYCHOPATH GIRLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang