Adibrata Arka Bagaskara, cowok nyebelin yang terkenal playboy. Dahulu, dirinya adalah cowok yang pendiam. Namun, semenjak perceraian kedua orangtuanya, Arka mengubah dirinya menjadi cowok yang aktif dan suka bergonta-ganti pasangan. Arka bahkan seri...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apa mantra yang kau berikan padaku? Sehingga diriku menjadi mati rasa terhadap orang-orang yang datang untuk menggantikan posisimu di hatiku?
"Hallo, broo!" Sapa Satya. Satya dan Indra bergantian bertos ria dengan Arka, Gema dan Sean.
"Woyy! Gimana caranya kalian bisa diijinin keluar?" Tanya Arka penasaran.
"Iya, gue penasaran suwer." Ucap Gema setuju.
"Jadi, gue nyuruh Indra pura-pura sakit perut tapi Bu Rika nggak percaya. Gue baru ingat kalau Bu Rika alergi muntah, jadi gue bilang aja kalau Indra bisa muntah kalau udah mepet. Ekh, Bu Rika percaya." Ujar Satya panjang lebar. Ketiganya tertawa terbahak-bahak.
"Ngapain nih kita?" Tanya Indra.
"Kita? Lo aja kali." Jawab Sean.
Indra mencak-mencak kesal. "Gue serius!"
"Dua rius deh." Sahut Arka.
"Cari target kuy." Ajak Gema yang diangguki keempatnya.
Mereka berlima berjalan beriringan menuju kantin lantai satu. Tempat yang biasa mereka lakukan untuk mencaritarget baru.
"Bobon!" Panggil Arka pada adik kelas yang memakai kacamata tebal itu.
Siswa yang bernama Bobon itu berbalik dan menundukkan kepalanya takut. Bobon berjalan pelan sambil terus menundukkan kepalanya.
"Jalan yang cepetan oyy! Jangan kaya kancil." Teriak Gema.
"Kancil mah kenceng, bege." Sean menimpali ucapan Gema.
"Jangan kaya siput." Teriak Gema sekali lagi. Bobon segera berlari menuju tempat keberadaan Arka dkk.
"Aaadaa aaapaa kaaakkk?" Tanya Bobon terus menundukkan kepalanya. Bobon memang jika berucap sangat lama.