Akhirnya ujian akhir semester 1 telah usai. Seluruh siswa SMK Pertiwi bersorak riang setelah menempuh perang otak selama satu Minggu penuh. Hari ini tepatnya di lapangan sekolah akan diadakan berbagai acara classmeeting. Classmeeting ini mencakup bola voly, basket, sepak bola, lomba kebersihan dan keindahan kelas dan sebagainya. Classmeting ini tidak hanya mempertemukan antar kelas di SMK Pertiwi saja, melainkan seluruh sekolah menengah di wilayah kota tersebut sebagai ajang mempererat persahabatan antar sekolah.
"Woi..!!" Teriak seorang cowok cungkring berambut cepak bernama Sandi."Astaga! Bikin kaget aja lo. Lo mau gue kena serangan jantung mendadak disini?!"Balas seorang cewek tinggi, langsing _ mendekati kurus_ dan cukup manis yang tengah memangku kepalanya menggunakan tangan. Iya, dia adalah Meldina Ramaya, cewek biasa yang tidak famous karena memang dia biasa saja. Soal wajah, ia memiliki wajah yang standar. Standar dalam artian cantik banget tidak, jelek juga tidak tapi cukup manis. Ia tidak memiliki keahlian khusus, tapi untuk kemampuan otaknya setidaknya ia masih masuk tiga besar di kelasnya.
"Yee... Lebay. Lagian sih lo ngapain coba ngalamun di kelas bukannya nonton tanding voly di lapangan", ujar Sandi lagi.
"Lagi mager nih."
"Ck.. dasar pemalas."
"Cie, berduaan aja lo pada, ntar cinlok loh," ucap seorang siswi bernama Dewi yang datang dengan 3 siswi lainnya. Siswi tersebut adalah Lea, Ratna, dan Maria. Mereka adalah teman - teman Meldina yang terbilang cukup akrab
"Iya nih bisa - bisa kalian jadian loh, apalagi dulu kalian pernah digosipin ada affair waktu si Meldi masih pacaran sama si Dion," timpal Ratna, cewek bermata bulat dengan tubuh bongsor.
"Ngaco ya kalian, mana mungkin juga gue mau pacaran sama si curut satu ini? Bisa hancur dunia persilatan," ujar Meldi sarkas.
"Jinjai banget sih kata - kata lo," seloroh Maria.
"Efek jomblo tuh."
" Sok tempe lo pada!" Kilah Meldi.
" Tempe goreng kali."
" Bakwan kali lebih enak."
" Enakan soto kali lebih mengenyangkan."
Dewi, Ratna dan Maria ikut menimpali dengan kata-kata absurd mereka."Kalo laper pada ngantin sono, gangguin aja kalian," timpal Sandi. Sandi hanya geleng - geleng kepala mendengar celotehan teman - teman Meldi. Sementara Meldi hanya diam mendengar celotehan tidak jelas teman - temannya.
"Cie, yang ga mau diganggu. Lagi usaha pedekate ya?" Ledek Lea.
"Suka - suka gue mau pedekate sama Meldi atau ga. Pada kepo amat kalian.""Sensi amat bang, jualannya belum laku?"
" Emang lo kira, gue abang tukang bakso?"
"Lah emang bukan ya?"
"Ngaco!"
"Terus yang gue lihat lagi jualan dipinggir jalan tadi siapa?"
" Bapak lo kali?!"
" Sembarangan kalo ngomong!"
Braakk"Astaghfirullah... Bikin kaget aja lu Mel!!" Teriak Maria dan Dewi bersamaan.
"Kalian sih berisik banget. Ngapain sih pada ngumpul disini? Bukannya kalian mau nonton voly di lapangan?" Tanya Meldi.
"Eh iya ini juga kita - kita mau nonton, tapi kita mau ngajakin lo juga."
"Mager nih gue."
" Halah... Nyesel lo ntar ga ikutan kita. Tanding voli antar sekolah nih, siapa tau ada cogan dari sekolah lain. Sekolah kita mah udah kehabisan cogan. Yuk ikutan, itung - itung cuci mata," ucap Ratna sambil senyum 3 jari.
" Cuci mata pake rinso kali," cetus Sandi yang masih setia berdiri disamping Meldi.
"Sirik aja lu abang tukang bakso."
" Iya nih, hush - hush balik ke habitat lo sana," tambah Maria."Habitat? Emang lo kira gue apaan?"
" Serah lo mau jadi apa."" Ya udah deh, yuk kita ke lapangan. Daripada kalian berisik disini berantem sama si curut, bikin pusing," ajak Meldi.
Mereka berlima akhirnya pergi menuju lapangan voli meninggalkan Sandi yang menggerutu tidak jelas. Sesampainya mereka di lapangan, para penonton yang notabennya berstatus siswa siswi telah berkumpul di sekitar arena untuk memberikan dukungan untuk tim andalan mereka. Hari ini adalah pertandingan voli antara SMK Pertiwi dengan SMK Pradana. SMK Pradana adalah sekolah yang dihuni oleh siswa tanpa siswi, ya sejenis dengan STM. Meldi dan teman - teman berdiri di bagian tengah diantara para penonton lainnya.
"Widih... Udah mulai nih,"celetuk salah seorang siswa."Iya nih, seimbang ga ya kira - kira permainan diantara dua kubu ini?" Tanya siswa lainnya.
"Gue rasa sih seimbang," jawab siswa pertama tadi.
Pembicaraan mereka terhenti karena keseruan permainan antar tim. Mereka begitu antusias menyaksikan pertandingan yang dijadikan ajang untuk memperat tali persahabatan ini, tak terkecuali Meldi dan teman - temannya.
Saat pertandingan voli berlangsung, tiba - tiba Lea berkata pada Meldi karena Meldi yang berada tepat diaampingnya sementara Ratna, Dewi, dan Maria sudah pindah ke belakang," eh liat deh penonton di ujung sana." Lea mengarahkan pandangannya menuju barisan penonton diujung yang berada dipinggir jalan raya."Kenapa emang Le?" Tanya Meldi yang juga ikut mengarahkan pandangannya menuju arah pandang Lea.
"Itu ada tetangga gue. Orangnya cakep tau ga. Dia masih saudaraan jauh ma gue."
" Yang mana sih Le?"
"Itu yang berdiri dekat motor," tunjuk Lea lagi mengarah ke barisan para siswa yang tengah berdiri. Meldi masih celingukan mencari siswa yang ditunjuk Lea. Meldi bingung karena disana terdapat lebih dari satu motor dan banyak siswa yang berdiri diantara motor tersebut.
" Tau ah Le, ga keliatan yang mana. Lo nunjuknya kurang spesifik. Itu banyak kali cowok yang berdiri dekat motor," serah Meldi." Ya udah deh, mata lo sih rabun. Tapi ada syukurnya juga gue," ucap Lea sambil menampakkan cengirannya.
"Maksudnya?" Tanya Meldi bingung.
" Ya gue bersyukur lo ga liat. Ntar lo naksir lagi sama tetangga gue itu," jawab Lea sambil senyum.
" Ah pede banget sih, gue ga akan naksir kali."
"Serah deh ya Mel."
Diam - diam Meldi mengawasi kembali ke arah barisan yang ditunjuk Lea tadi. Sejujurnya ia penasaran dengan tetangga sekaligus saudara jauh Lea tadi seperti apa. Seganteng apa sih sampai Lea takut ia akan suka dengan cowok itu. Apa cowok itu seganteng oppa - oppanya yang berada di Korea sana?
Tanpa sadar selama pertandingan berlangsung hingga selesai, Meldina fokus dengan pemikirannya sendiri mengenai sosok yang dibicarakan Lea tadi.Tbc
Gimana? Garingkah?
Dpat feelnya ga?
Lanjut atau ga nih?
Ditunggu votemennya ya?Salam manis, happy reading
_meirhy_

KAMU SEDANG MEMBACA
PUPUS (End)
RomanceBagaimana jadinya jika seorang cewek pendiam harus terjerat asmara manis masa SMA dengan seorang cowok cuek? Akankah cewek tersebut sanggup menanggung cinta yang terasa seperti bertepuk sebelah tangan meskipun keduanya dalam status pacaran? "Sebe...