"Akan Aku Bahagiakan Senja" ujar Pagi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi berjalan di penghujung penantian waktu
Bersama derau angin yang bergerak tuk berlalu
Membawa segudang pedih dan sengsara di masa lalu
Yang membuat Senja menjadi terpaku
"Aaaaadduuhh!!"
"Kemana perginya hari indahku?"
Sukma Pagi berteriak! Merasa lelah karena kesakitan yang lama sudah terkubur
Membuat dunia Senja menjadi semu
Dan semuanya.. Berubah menjadi Kelabu
Pagi tersesat dalam hamparan luasnya sepi yang menggandrungi
Berada dalam samudera yang menggulung semua mimpi
"Tapi aku takkan kalah dengan semua ini!"
Karena Senja, pasti setia menemani
Kini..
Mega bergerak ke arah terbitnya Senja
Berusaha menggapai mimpi dan cita-cita
Menghapuskan segala derita yang Pagi rasa
Yang mengukir jelas kepedihan jiwanya
Hingga terlihat begitu nyata, cahaya Bulan berubah menjadi Purnama yang indah
Pagi yang gundah kembali membulatkan tekadnya, untuk menjadikan Asa menjadi Pelita
Menukarkan gundah menjadi Harapan yang Nyata !
Menaburkan pada setiap langkahnya, rasa percaya diri
Agar mampu mengobati luka lama Senja, dan menyambutkan datangnya Bahagia
Bandung, 6 Maret 2019
Hard Copying !
Happy to read my loyal Readers.
Enjoy 🎉
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Rona Senja Dan Pagi
PoetryHighest Rank : # 2 - coratcoret (30 March 2019) # 7 - intuisi (12 September 2019) # 26 - wwf2019 (16 September 2019) # 220 - wattpadindo (12 September 2019) ⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT⚠ [DILARANG MENG-COPAST !] Dengarkan teriakan itu! Yang menggema...
