Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Diujung jalan itu, aku bertanya pada jam dinding besar yang berdiri kokoh tak termakan usia Mataku terpejam, dalam hati bergumam menyampaikan sebuah harapan Semangatku kembali bangkit saat angin berbisik ditelingaku Seperti mendapat kembali energi yang sudah lama pergi entah kemana
Ukiran kusut itu seiring waktu mulai membaik Bahkan sepertinya lebih baik Karena hangatnya masih terasa walau tidak terlihat terik Memberi hari yang tak cerah, namun tidak membawa gelisah disaku manusia
Mereka bukan memainkan sandiwara lagi Karena sedih dan bahagia itu Tuhan yang ciptakan Pagelaran ditutup, lampu penerang meredup dan gelapkan seisi ruangan Namun celah sinar mentari yang iringi langkahmu tunjukkan jalan keluar
Karena apa? Tuhanmu masih peduli dan menyanyangi Lalu sia-sia sajalah kamu hidup tanpa rasa syukur dan baru menyadari semua Tapi itu lebih baik, dari pada tidak sadari sama sekali Hingga terbawa rata permukaan bumi, dan berakhir dengan penyesalan diri
Malang, 27 Agustus 2019 By, yessicaaprilya
Hard Copying ! Happy to read my loyal Readers. Enjoy 🎉