Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jalanku bertemu tumpuan sepi Terlalu lama meninggikan apa yang diinginkan Tanpa melihat celah untuk menembus bayangan Sampai kehilangan lampu di tepi jalanan sudah meredup Tak menunjukkan tanda ada kehidupan Yang tersisa hanya aroma bekas luka kenangan yang berjajar menyayat hati
Memahami untuk melukai, apakah sesempurna itu untuk menyiasati benci? Hmmm, ku rasa bukan itu maksud jawaban teka teki dalam peti Bergonta-ganti , berlalu lalang menjajahi rasa yang kian mati Sepertinya aku tau maksud dibalik tabir dengki ini Bukan, bukan soal cemburu atau rasa yang tersaingi Tapi... tapi apa hayo? Hahaha isilah sendiri
Menjudge orang harusnya melalui kaca diri sendiri Sudahkah pantas dikata suci? Haha .. kurasa syukurmu kurang. Makanya hidup hanya tersiakan rasa dendam tak berkesudahan Ketahuilah, tawa cacimu membuatku lebih baik Hidupku terasa ter berhargakan oleh detail perhatianmu Kapan lagi bukan?
Redupnya hati membuat perjalanan maskapai kehilangan arah Berbalik lagi, semua yang tertebar merujuk menyudutkanmu Suasana keruh, anda sendiri lah yang ciptakan Jadi.. tenggelamkan saja ego dalam kesendirian Katakan bahwa kamu telah bertobat, maka sang Maha Tunggal akan memaafkanmu Asalkan doamu bersungguh-sungguh
Saat senggang, 26 Agustus 2019 By, yessicaaprilya
Hard Copying ! Happy to read my loyal Readers. Enjoy 🎉