Part 11

420 70 0
                                    

*****

=======================

Jieun lagi-lagi mendapati dirinya berada dalam kegelapan. Ia merasa telah terbiasa dengan semua ini. Terlebih, belakangan ini ia justru menginginkan mimpi ini. Banyak pertanyaannya yang masih belum terjawab.

"Robert! Kau di mana? Keluarlah! Ada yang ingin kutanyakan padamu".

Jieun berjalan kesana kemari berharap Robert akan menampakkan dirinya. Namun, pria itu tak kunjung muncul.

"Robert! Kumohon keluarlah. Aku mohon..." pinta Jieun lirih. Ia menjatuhkan tubuhnya ke bawah. Perasaannya benar-benar kacau balau.

"Mencariku?"
Suara yang familiar itu membuat Jieun segera menoleh dan mendapati Robert tengah berdiri di belakangnya dengan ekspresi yang tenang.

"Robert..."

"Apa yang kau ingin tanyakan padaku?" tanya Robert seolah mampu menebak isi hati Jieun.

"Kumohon, ceritakan padaku semuanya. Aku mohon. Kau menyiksaku hanya dengan memperlihatkan potongan-potongan ingatan masa laluku tanpa menjelaskan apa-apa padaku. Dan juga...dan juga...mengenai Justin. Kumohon, katakan padaku, kenapa hatiku terasa sakit setiap melihatnya? Kenapa sikapnya selalu dingin padaku? Kenapa?"

Robert tersenyum menatap Jieun.
"Apa kau benar-benar ingin tahu?"

Jieun menganggukkan kepalanya.
"Beritahu aku".

"Kau dan Justin telah terikat. Gadis yang merupakan kekasih Justin di cerita yang kau baca adalah dirimu di masa lalu"

Jieun cukup terkejut, meskipun ia telah memikirkan kemungkinan itu sebelumnya. Pantas saja ia melihat gadis yang wajahnya mirip dengan dirinya.

"Lalu, kenapa aku kembali ke tempat ini? Kenapa aku kembali bertemu dengannya?"

Robert berjalan mendekat pada Jieun.
"Itu semua karena perjanjianmu pada sang penyihir. Kau memintanya untuk membuka buku itu agar kau bisa bertemu dengannya, meminta agar sang penyihir membebaskan ketujuh pangeran. Sebagai gantinya, kehidupanmu akan selalu terikat dengan buku ini, selama ketujuh pangeran masih berada di tempat ini"

"Perjanjian?"

"Yah. Perjanjian. Kalau kau ingin melepaskan mereka dari dunia ini, kau harus bisa membakar buku asli yang berada di rumah sang penyihir"

"Rumah sang penyihir? Di mana itu? Di mana aku bisa menemukannya?" erang Jieun frustasi.

Robert hanya tersenyum.
"Kau akan tahu segera" lalu bayangannya mulai memudar.

"Tunggu! Jangan pergi!"

"Kita akan segera bertemu kembali"

Usai berujar seperti itu, Robert pun menghilang ditelan pekatnya kegelapan, meninggalkan Jieun dengan beribu pertanyaan di benaknya.

==================================

Jieun tersadar dari tidurnya dan mendapati wajah Justin yang teramat dekat dengannya.
"Justin..."

Justin segera beranjak bangkit.
"Aku hanya ingin memanggilmu makan" ujarnya tenang lalu hendak beranjak pergi dari sana.

The Tale of Seven PrincesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang