*****
Jieun membaca buku cerita tersebut dengan cermat. Ketika ia membalik ke halaman berikutnya, keningnya mengkerut mendapati halaman itu masih kosong.
"Apa ini? Kenapa ceritanya berhenti di halaman ketiga?" gumamnya keheranan.Bagaimana tidak? Buku cerita tersebut tebalnya lebih dari seratus halaman, sementara lembaran yang tertulis hanya tiga halaman saja. Saat Jieun masih menatap kebingungan pada halaman yang kosong, tiba-tiba saja satu per satu huruf muncul pada lembaran tersebut, seakan-akan ada seseorang yang tengah menuliskan di sana.
Jieun membaca satu per satu huruf yang tertulis di sana.
L-E-E J-I-E-U-N
"A...apa? Kenapa bisa namaku..."
Belum sempat Jieun menyelesaikan kalimatnya, seberkas cahaya yang teramat menyilaukan nampak seolah-olah keluar dari dalam buku tersebut. Jieun melindungi pandangannya dengan tas yang berada di pangkuannya. Ia merasa seolah-olah ada yang menarik tubuhnya ke dalam cahaya tersebut. Tak lama kemudian cahaya tersebut lenyap, begitu pula dengan Jieun. Hanya buku cerita yang terbuka lah yang tertinggal di kamar itu..
.Beberapa menit kemudian, Jieun merasa cahaya itu kini telah lenyap. Perlahan ia membuka matanya dan mendapati dirinya kini tengah terduduk di sebuah taman bunga. Jieun segera bangkit berdiri dan menatap ke sekitarnya. Terlihat sebuah istana megah berdiri kokoh beberapa meter di depannya.
"Di mana aku?"
Jieun nampak kebingungan. Namun ia mencoba berjalan ke arah kastil itu.Tanpa Jieun sadari, seorang pria telah berada di belakangnya.
"Siapa kau?" tanya pria itu.Jieun segera menoleh ke arah suara itu. Seorang pria berpakaian ala kerajaan Inggris nampak terkejut menatap Jieun.
"Kau siapa?" tanya Jieun balik."Pfft... Harusnya aku yang bertanya padamu karena kau kini tengah berada di istana kami" sahut pria itu.
"Kami? Istana? Apa maksudmu? Aku di mana sebenarnya?" tanya Jieun bingung.
"Ikutlah denganku"
Pria itu pun kini berjalan di depan dan Jieun mulai mengikutinya masuk ke dalam bangunan istana tersebut."Hallo...hallo! Kita kedatangan tamu" seru pria itu kala membuka pintu besar istana itu.
"Tamu?" seorang pria kini mulai datang menghampiri mereka disusul oleh pria lainnya.
"Waaahhh, sudah lama sekali" sahut seorang yang lainnya.
"Selamat datang di istana kami" sambut salah satu dari mereka kala melihat Jieun.
"Bisa kalian jelaskan aku di mana sekarang dan kalian ini siapa?" tanya Jieun yang kebingungan kala menatap sekelilingnya kini telah berdiri enam pria tampan yang berpakaian layaknya pangeran.
"Sudah kubilang bukan, kau berada di istana kami, dunia kami. Kami adalah pangeran di sini. Oh ya, perkenalkan aku Pangeran Jack. Tapi kau cukup memanggilku Jack" sahut pria yang ditemui Jieun di taman tadi.
"Aku Pangeran Christian. Panggil saja aku Chris dan yang di sampingku ini adalah Pangeran Agust" sahut pria yang menyapa Jieun tadi seraya memperkenalkan seorang pria yang nampak tak tertarik dengan kedatangan Jieun.
"Aku Pangeran Hobbert. Tapi kau bisa memanggilku Hobbie" ujar seorang pria yang nampak sangat ramah dan bersemangat.
"Aku Pangeran Gennie. Kau bisa memanggilku Gin [Jin]" ujar pria yang berwajah tampan itu dengan kedipan matanya.
"Aku Raymond" ujar seorang yang paling tinggi di antara mereka dengan senyum manis yang memamerkan dimple-nya.
"Apa maksud kalian dengan istana kalian? Apa ini adalah istana Kerajaan Inggris? Kenapa aku bisa di sini? Seingatku tadi aku tengah membaca buku di kamar di rumah Kak Inna" tanya Jieun. Ia nampak panik dan keheranan sekaligus.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Tale of Seven Princes
FantasySetiap hari aku selalu memimpikan hal yang sama. Aku mendengar suara seorang pria memanggil namaku. Anehnya, ada rasa rindu saat mendengar suaranya, tapi aku tak mengingat siapa pemilik suara itu. Sialnya, aku selalu terbangun saat hendak menoleh da...