Aku hanya diam dikamar beberapa pelayanan mengetuk pintu dan aku hanya diam mengurung diriku.,
Aku sangat malas untuk bergerak, aku merasa semua tidak ada artinya lagi, aku akan diam saja jika ini memang yang takdir inginkan.,
Aku takkan melakukan apa-apa lagi, aku sangat lelah setiap harinya hanya menagis..
Nona.. Nona.. Nona buka pintu nya Non!!! .. Nonaa sudah melewatkan jam makan siang., aku ttp diam tidak bergerak dan bersuara aku hanya duduk bersender di ranjang menyelimuti kakiku sepertinya aku sudah mulai gila..
Non.. Saya terpaksa membuka pintunya dengan paksa..
Braakkkk pintu berhasil di dobrak oleh tukang kebun dan satpam., aku hanya duduk diam dan semua melihatku heran karena aku hanya melemparkan senyumanku pada mereka, senyuman yg selalu ku perlihatkan untuk bertahan hidup tanpa dikasihani., kak Yeri datang mendekat
Non.. Kenapa diam saja??
Kenapa tidak menjawab?? Kenpa tidak turun untuk sarapan??
Tanyanya khawatir., dan aku hanya tersenyum
Terimakasih menghawatirkan ku tapi aku tidak lapar kalian semua boleh pergi., aku tersenyum seolah semua baik-baik saja..
Saya akan membawakan makanan Nona ke kamar., saya juga akan memanggilkan dokter untuk Nona "
Ga usah panggil dokter.. Karena bukan dokter yg aku butuhkan sekarang.,
Lalu apa yg Nona butuhkan?
Kami semua akan memenuhi semua kebutuhan Nona" Ucapnya membuat ku berharap tapi tidak lagi aku takan memasang umpan lagi sekarang aku hanya akan menunggu dia datang dengan sendirinya tanpa paksaan. . .
KAMU SEDANG MEMBACA
protectife husband (TAMAT)
Romanceaku hanyalah mahasiswi semester 1 umur 18 tahun normal pada umumnya sebelum menerima wasiat dari Papa yg dibacakan tepat saat aku umur 18.. wasiat yg seharusnya berisi harta malah berisi perjodohan.. hancur lah sudah cita-cita kuliah diluar negeri...
