[-20] Classmeeting dan Kabar

69 14 4
                                        

Vote dulu sebelum baca yuhuu :)

"Mencintaimu itu sederhana. Yang rumit itu bagian perjalanannya."

-Rain-

***

"BERIKAN TEPUK TANGAN YANG MERIAH, TIM REBANA KITA MENDAPAT PERINGKAT DUA MEWAKILI KABUPATEN BATANG!"

Tepuk tangan benar - benar meriah di lapangan basket pagi ini. Pukul enam semua murid sudah di sekolah. Futsal harus ditunda karena keinginan bapak kepala sekolah yang ingin dilaksanakannya apel pagi. Dan di sinilah aku sekarang. Panas - panasan mendengarkan betapa riuhnya tepuk tangan kegembiraan dari penjuru sekolah.

"Alhamdulillah sekali, kita mewakili Kabupaten Batang ke Demak dan akhirnya keluar dengan membawa piala. Itu sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita."

"Rain, masuk Rain."  Walkie Talkie ku berbunyi sebuah bisikan - bisikan. Sepertinya itu suara Najma. Aku menundukkan badan dan berbicara lewat walkie talkie dengan berbisik.

"Rain di sini. Ada apa, Naj?"

"Kata Reva untuk persiapan lomba english song belum ada kabelnya. Mic nya udah ada, tapi ada kabel yang nggak ada buat ngehubungin ke speakernya." Najma berbisik begitu pelan.

"Setelah upacara kita cari, okay?"

"Oke."

"Kelas kita main ke berapa, Dit?" Tanyaku pada Dita.

"Enggak tau. Urutan tiga atau empat gitu. Pokoknya masih awal - awal. Btw Cakra udah pulang ya?" Tanya Dita.

Aku mengangguk. "Iya, apa nggak capek ya dia. Udah pulang malam paginya masih aja futsal."

Kepala sekolah masih saja bercerita banyak. Memakan waktu. Kulihat beberapa anak menggerutu dan mengeluh sebab keringatnya yang mengucur dan kakinya yang ingin cepat - cepat ditekuk.

Tak lama kemudian apel pagi diakhiri. Wajah anak - anak sumringah mengingat futsal dan lomba - lomba lain akan segera dimulai.

Teriakan riuh rendah memenuhi bumi sampai angkasa. Perebutan skor dengan selisih sedikit membuat para  murid histeris. Ada yang di kubu kanan  membawa spanduk serta nyanyian ala stadiun bola, juga ada kubu kiri yang membawa drum bass sambil berteriak - teriak menyemangati timnya.

Aku masih saja berlarian ke sana, ke mari mencari kabel. Dari ruang serbaguna, multiimedia, hingga Tata Usaha untuk meminjam kabel speaker. Padahal setelah ini kelasku main, seharusnya aku menonton dan menyoraki kelasku--sekaligus Cakra.

"Ra! Pak Sabar sama Bu Rejeki udah dateng! Udah otw ke tempat buat jadi juri. Kabelnya belum ketemu??!" Najma menghampiriku yang masih panik sendiri setelah keluar ruang Tata Usaha.

"Astaghfirullah. Belum ketemu, Najma! Yang lain udah pada mencar nyari?" Tanyaku dengan napas tak beraturan.

"Udah. Reva juga kayaknya udah beli. Dia udah 15 menit sendiri nggak pulang -   pulang buat nyari kabel." Kata Najma.

"Kita pinjam OSIS aja, deh!" Aku segera berlari meninggalkan Najma dan menghampiri OSIS yang merupakan pemilik acara classmeeting ini.

RememberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang