HAPPY READING!🎉
...............
Hyeri terbangun di tengah malam. Ia merasa perutnya lapar dan minta diisi makanan yang lezat. Dengan mata yang masih lengket ingin terpejam terus, ia berusaha keras untuk berjalan menuju dapur dengan terombang ambing. Di meja makan tidak ada apa apa, mungkin seokjin sudah menaruh makanannya di kulkas. Dan hyeri membuka kulkasnya. Kosong, hanya ada minuman kaleng dan buah. Bagi hyeri, buah saja tidak dapat mengenyangkan perutnya.
Cetik!
Suara klik an pada panel lampu ruang tengah membuat hyeri menoleh pada lampu ruang tengah yang menyala. Siapa yang bangun? Dan dari sisi kanan, datanglah laki laki dengan membawa gelas kaca di tangan kirinya.
Jungkook oppa? -hyr
.............
Jungkook pov
Aku terbangun dari tidurku dan sepertinya perutku mulai keroncongan lagi karena tadi malam aku tidak banyak makan karena tidak nafsu.
Sekalian saja kuambil gelas kaca kesayanganku, berniat ke bawah untuk mengambil air dan memesan makanan online di bawah nanti.
Aku mendengar suara duk duk di dapur. Siapa yang bangun tengah malam ini? Jangan jangan hyeri? Anak itu tadi juga belum makan.
Aku menyalakan lampu ruang tengah agar terlihat lebih terang. Dan benar saja, hyeri sedang celingukan mencari makanan di dapur. Sebenarnya aku masih ngambek soal yang kemarin. Tetapi aku juga tidak tega bermarahan dengan bocah ini lebih lama lagi, karena aku juga tidak bisa. Aku sangat mencintainya jika kalian tahu.
"Lapar?" Tanyaku tanpa meliriknya, sedangkan aku menganbil air putih dari dispenser.
Hyeri mengangguk. Gadis itu tampak takut kepadaku. Astaga, apa aku keterlaluan?
"Mau makan?"
Dia mengangguk pelan, dengan kepala menunduk. Aku tersenyum dan langsung memesan makanan lewat aplikasi online.
Setelah beres dengan urusan memesan makanan, aku menghampiri gadis mungil itu yang terduduk di kursi meja makan dengan kepala yang masih menunduk. Sangat menggemaskan!
"Mau?" Aku menawarkan susu strawberry padanya. Dia mengangguk tanpa memandangku, mungkin masih canggung dan takut kepadaku.
Aku memegang dagunya dan mengalihkan pandangannya padaku.
"Jika ada yang bicara jangan menunduk, sayang" ucapku lembut.
Dia mulai meneteskan air matanya.
"Oppa tidak marah lagi?" Tanyanya sambil menangis
"Heis, jangan menangis. Mana mungkin oppa marah padamu." Aku mendekapnya erat, mengecup seluruh wajahnya. Ya, semua wajahnya😎. g
Ting!
"Ah, makanannya sudah datang. Oppa ambil dulu" ucapku dan dia mengangguk lucu. Gemes sekali sih.
Makanannya telah tiba. Aku membawa makanan itu ke meja makan lalu menatanya. Aku memesan pizza hut+kfc dengan ukuran lumayan.
Aku memberi hyeri nasi putih sepiring dengan ayamnya sekaligus pizza di sampingnya. "Banyak sekali, oppa?" Tanyanya bingung.
"Kau ini, belum tau jika oppa pemakan banyak? Bahkan oppa sanggup menghabiskan ini semua tanpa bantuanmu" ucapku agak sombong.
Dia terkekeh sedikit, "yasudah, selamat makan!" Ucapnya dan menyomot makanan yang ada di depannya. Aku terkekeh melihat tingkah lakunya. Sangat menggemaskan!
.
.
.Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Sinar matahari telah menembus jendela kamar si dua sejoli itu. Siapa lagi kalau bukan jungkook dan hyeri?
Tadi malam hyeri memutuskan untuk tidur bersama jungkook. Karena kangen. Efek habis marahan mungkin.
Jungkook menggeliat dalam tidurnya. Pandangannya terusik kala sinar matahari menghalau matanya. Jungkook mengerjapkan matanya, mengumpulkan nyawa.
Dia tersenyum, gadisnya tidur dalam dekapannya semalaman. Jungkook memainkan bulu alis hyeri yang cukup lebat itu. Dan beralih ke bulu mata lentik hyeri. Sang empunya yang merasa terganggu akhirnya terbangun dan jungkook tersenyum lebar sambil mengatakan, "good morning"
"Morning to, oppa" ucap hyeri dengan suara khas bangun tidurnya. Jungkook tersenyum dan kembali membawa hyeri dalam dekapannya.
"Masih mengantuk?" Tanya jungkook sambil mengelus puncak kepala hyeri. Hyeri mengangguk kecil dalam dekapan jungkook dan mencari tempat ternyaman disana.
Tetapi jungkook tidak bisa begini seterusnya, karena ia ada jadwal kuliah pagi dan dosennya cukup garang, walaupun jika ia terlambatpun tidak akan dimarahi, toh jin hyung yang punya universitas. Tetapi jungkook tetap mematuhi aturan di kampusnya.
"Kau tidak kuliah?" Tanya jungkook
Tiba tiba hyeri bangun dari tidurnya.
"Oppa! Aku lupa harus mengumpulkan tugas Miss Irene pagi ini." Hyeri bingung dan kacau sekarang. Batas waktu pengumpulan jam tujuh, sedangkan ini sudah setengah tujuh dan ia belum mandi.
"Mandi sekarang, aku minta jin hyung untuk mengantarmu" ucap jungkook lalu beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar seokjin untuk meminta ia mengantar hyeri. Karena apa? Jika hyeri terlambat, mungkin dengan bantuan seokjin ia dapat mengumpulkan tugasnya sampai ke tangan miss irene.
Hyeri langsung berlari terbirit birit ke kamar mandi dan memulai mandi super kilatnya.
...........
Hyeri pov
Jam menunjukkan pukul 06.50.
Oh Tuhan! Sepuluh menit lagi dan aku terjebak macet bersama jin oppa sekarang.
"Oppa, bagaimana ini?" Aku gusar dan rasanya ku ingin menangis saja.
"Tenanglah chagi, oppa akan bicara dengan dosenmu nanti" ucap seokjin yang fokus menyetir mobilnya yang untungnya sudah tidak terkena macet.
Hyeri menggigit jari tangannya, ayolah, miss irene orangnya sangat disiplin. Ia tidak perduli entah kau anak pemilik sekolah, atau adiknya, pengusaha kaya, atau apapun. Prinsip miss irene adalah disiplin.
Tak lama kemudian kami sampai di kampus. Seokjin oppa kutarik tangannya lalu berlari menuju kelas seperti orang gila.
Banyak yang melihatku, tapi kutakperdulikan. Aku hanya tugas ku ini sampai ke tangan miss irene tercinta ini.
Dan sampai di depan kelas, ternyata kelas sudah dimulai dan matilah aku, pasti aku akan dihukum. Aku mengetok pintu dan pandangan miss irene mengalih padaku, juga seluruh anak kelas.
"Lanjutkan mengerjakan soal" ucap miss irene pada kelas dan berjalan menuju ku.
"Maaf miss, aku terlambat. Aku bangun kesiangan. Tapi aku ingin mengumpulkan tugasku, apakah aku boleh mengikuti kelas?" Tanyaku hati hati.
Tiba tiba miss irene tertawa, "tentu saja boleh sayang, masuk dan belajarlah. Aku akan mengobrol dengan oppamu ini sebentar" ucap miss irene lalu menarik tangan seokjin oppa.
Berarti.....
Miss irene.. Berpacaran dengan seokjin oppa?
"SEMOGA LANGGENG! JANGAN LUPA PJ MISS!" teriakku pada miss irene yang sedang menggandeng tangan jin oppa dengan romantis.
"TENTU SAJA!" Balas miss irene.
Oh astaga. Mereka berdua nampak serasi. Tak lupa seokjin oppa mengedipkan matanya dan aku mengkodenya untuk mengucapkan terimakasih.
Merasa jengkel juga. Tetapi tak apa, asalkan tugasku sudah kukumpulkan dan aku juga menyetujui hubungan keduanya. Hehe.
............
Helaw..
Baru update ini cerita ya btw.
Tp kok rank nya turun? Aku juga kaget gaes.
Baca terus kelanjutannya ya dan jangan lupa vote, klo bs comment. Hehe.Jarang up coz aku masih PTS. Semangat untuk kalian yang masih PTS!
Salava20🐇

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Sister✔ [END]
Fanfiction[COMPLETE] [TAHAP REVISI] Mereka berdelapan dengan banana coatnya, seakan membelah lautan karena kecepatan banana boat itu. Tiba tiba, pegangan hyeri pada pinggang jungkook mengerat. Seakan peka terhadap keadaan, jungkook menanyakan sesuatu pada hy...