Palembang, 17 Desember 2017
08.00 WIB
Hari minggu adalah hari yang paling asyik untuk menonton televisi, terutama berbagai serial kartun, walaupun sudah beranjak remaja, Sam adalah salah satu dari berbagai remaja lainnya yang menyukai kartun spons berwarna kuning yang lucu, yap spongebob.
"Udah besar, masih aja nonton spongebob." Cetus Trivia yang duduk di sofa samping Sam.
"Yaelah, nonton sinetron goblok goblok serigala aja bacot lu." Cetus Sam balik.
"Sejak kapan anjir!" Protes Via.
"Halah, buktinya lo senyum tipis saat nonton tuh sinetron."
"Baper dikit, alibando ganteng banget soalnya." Ucap Via tak mau kalah.
"Bodo deh, by the way kakak sama adek mana?" Tanya Sam yang tak melihat mereka sedari malam tadi, karena ia baru pulang hari ini, semenjak berminggu-minggu lebih memilih menginap di kost kostan.
"Kak Ari sibuk kuliah, bentar lagi skripsi cuy." Seru Trivia.
"Kalo Yopan?" Tanya Sam sambil mengangkatkan alisnya.
"Jam segini masih mabar tuh anak biasanya." Cetus Trivia.
"Ga bosen?" Bingung nya lagi.
"Nggak tahu tuh." Acuh Trivia.
Tiba tiba suara pecahan gelas berbunyi dari arah dapur yang membuat jantung Sam dan Trivia terkejut.
Sam dan Trivia saling menatap kebingungan, "Kucing ya?" Tanya Sam bingung.
"Sapi kali?"
"Sapi mana bisa masuk rumah oon."
Trivia hanya tertawa.
"Kalau nggak bisa jadi orang tua ya berhenti aja!" Teriak suara perempuan dari dapur yang membuat Trivia dan Sam menoleh lagi.
"Sekarang aku tanya, apa kamu berhasil jadi ibu yang baik untuk anak anak kita?" Marah laki laki yang berada di sampingnya.
"Benerkan kata gue, ada sapi jantan ama sapi betina yang bertengkar." Ujar Trivia.
"Pala lu." Sam langsung pergi ke arah lokasi tersebut, begitu juga Trivia yang mengikutinya.
Terlihat sudah pecahan beling gelas yang berserakan. "PAPA!" Teriak Sam yang dengan cepat dan juga menahan lengan ayah nya yang hampir memukul wajah ibu nya.
"PAPA NGGAK PUNYA HATI YA?" Marah Sam pada ayahnya, Pak Alexander.
"Kamu diam, ini adalah urusan ibu dan ayah kamu saja, kamu masih kecil, tahu apa kamu soal hati!" Marah balik Alexander pada anak keduanya itu.
Sementara Trivia yang sedari tadi bermain-main kini terlihat cemas, ia menuju ke pangkuan ibunya yang terlihat ketakutan. "Mama nggak apa apa kan?" Cemas Via pada Mamanya, Yulivia.
Yulivia mulai meneteskan air mata kesedihan nya. "Mama sudah tak kuat bersama dengan papa mu Via, mama sakit." Tangis Yulivia.
"SEKARANG AKU TANYA! PAPA ITU LAKI LAKI ATAU WANITA! KENAPA BERANINYA ANDA MEMUKUL WANITA YANG SUDAH MELAHIRKAN SAYA INI!" Lawan Sam dengan keras.
"TAHU APA KAMU! KAMU ITU MASIH ANAK-ANAK! INI ADALAH URUSAN ORANG DEWASA! SUDAH BERANI MELAWAN KAMU!?" Lawan balik pak Alexander.
Dengan hantaman keras nya Sam memukul pria itu, "BIADAP!" Dan dengan cepat Yopan yang baru saja datang menahan pukulan Sam. "Kak! Sabar kak!"
"Bagaimana bisa aku sabar dengan laki laki seperti ini!?" Amarah Sam makin meluap, Yopan tak bisa menahan Sam, Sam masih tak terkontrol dengan emosi nya.
Alexander memutuskan untuk menjauh dari hal itu, ia pergi dari situ, dan keluar rumah mengenakan mobilnya.
"KAK! SUDAH!" Teriak Yopan yang masih menghalangi Sam yang mengejar Alexander.
"KAPAN! KAPAN INI AKAN BERAKHIR," Luap Sam sampai terdengar tetangga nya.
"Sudah kak, selesaikan dengan kepala dingin." Tenang Yopan pada kakaknya.
*****
Cafe Palembang.
17.30 WIB
Sam meneguk secangkir lemon tea ke tenggorokan nya yang terasa kasar.
Tak lama waktu berselang, Icha datang melewati pintu cafe itu, "Hai Sam." Panggil Icha sambil tersenyum.
"Kenapa ngajak kesini Cha?" Bingung Sam yang sedari tadi menunggu Icha, sekitar jam 2 tadi Icha menelpon nya untuk bertemu di sebuah cafe sore ini.
"Ada yang mau Icha omongin-" Icha menggantungkan kata-kata nya.
Sam merasakan sesuatu yang tak enak, tetapi ia berusaha mencairkan suasana tersebut. "Icha mau bilang kalau malam ini Sam dapet jatah?" Canda Sam.
"Bu-bukan," Tak butuh waktu lama, mata Icha terasa panas, dan dada nya terasa isak, dia tak bisa berkata apa-apa, dia telah memutuskan untuk memberitahu berita ini kepada Sam.
Sam menyuruh Icha untuk duduk terlebih dahulu ke kursinya, "Icha jangan sedih, ceritain aja ke Sam, mungkin Sam bisa bantu Icha." Ujar Sam menasehati Icha.
"Icha punya berita baik dan berita buruk buat Sam." Ujar Icha pelan.
"Berita?" Bingung Sam.
"Tapi Sam harus janji, Sam nggak akan marah, Sam akan sedih, Sam nggak akan lakuin hal yang nggak-nggak, dan lain sebagainya." Jelas Icha.
Perasaan Sam sekarang mulai beda, "Apa beritanya?"
Icha meneguk sebentar jus apel yang berada di hadapan nya, Icha benar benar tak bisa mengucapkan ini. "Berita buruk atau berita baik dulu?" Tanya Icha.
Sam benar-benar tak tahu maksud Icha yang sebenarnya. "Berita buruk aja."
"Oke," Icha terdiam sebentar dan kemudian mata nya terasa panas lagi begitu juga dada nya terasa isak. "Se-sejujurnya," Ucap Icha setengah karena tak bisa mengeluarkan kata-kata itu langsung, "Sejujurnya,"
"Sejujurnya apa Cha?" Dada Sam kali ini mulai terasa isak, apakah Icha akan memberitahukan berita yang benar-benar membuatnya sakit,
Dada Icha lebih isak dari sebelumnya, Icha menundukkan pandangannya dan air mata Icha mulai keluar sedikit, "Maaf Sam, Icha akan pindah mulai semester depan." Jelas Icha dengan suara isak nya, kali ini mata Icha tak mampu menahan tangisan nya, Icha mulai menangis mengeluarkan air mata itu.
"APA?" Kejut Sam dengan suara nya yang besar, membuat se isi cafe melihat mereka. "Apa maksud lo Cha!" Tegas Sam tak terima.
"Ma-maaf Sam," Melihat ucapan Sam yang tak terima itu, Icha lari keluar cafe dengan cepat sambil mengeluarkan tetesan air matanya.
"ICHA!" Teriak Sam dan mengejar wanita itu keluar cafe, tetapi ia terlambat karena Icha sudah pergi menaiki mobilnya.
"Nggak Cha, lo nggak boleh pergi," Dengan cepat Sam berlari menuju motornya dan menyusul mobil Icha.
Sam meng gas motor nya mengikuti arah mobil Icha melaju, "ICHA!" Teriak Sam sambil meng gas motor nya memanggil Icha dari kejauhan.
"ICHA!" Teriak Sam lagi tetapi mobil itu masih terlalu jauh.
"ICHAAAA!" Teriak Sam sedemikian kalinya memanggil mobil yang tak mungkin lagi tersusul itu.
"IC-" Tiba tiba datang dari arah berlawanan motor yang menabrak Sam,
"ICHA," Klakson dari motor Sam terus berbunyi tetapi pengendara motor itu sepertinya sedang mabuk dan akhirnya menabrak bagian depan motor Sam, hingga Sam jatuh dari motor miliknya,
"IC-HA..."
🍃SACHA🍃
KAMU SEDANG MEMBACA
SACHA [SELESAI] ✔
Non-FictionSyauqi Al Mahdy alias Sam nama kerennya, pria gila dengan sejuta kebangsatan yang dia miliki menjadikannya seorang remaja laknat yang siap membuat setiap wanita bertekuk lutut padanya. Aisyah Aulia alias Icha nama imutnya, wanita yang tak sengaja be...
![SACHA [SELESAI] ✔](https://img.wattpad.com/cover/178260665-64-k254246.jpg)