[COMPLET]
WARNING⚠️: yaoifanfic/NC 21+
-
Baekhyun tidak mengerti takdir apa yang tengah ia jalani dan rencara apa yang tengah dipersiapkan oleh tuhan akan garis hidupnya bersama 11 orang dengan hati yang telah mati.
CHANBAEK⚠️⚠️⚠️
All member exo...
Kali ini aku pakek target ya😆 Vote 350 Comment 120
Ayo yang mau gue update cepet, votmmen nya ya jangan lupa😆😆😆
Just for fun!!! Jika kalian tidak suka, kalian boleh tekan tanda panah di sebelah kiri. Saya tidak mau berharap hanya karna 1 readers. Terimakasih:)))
Maaf jika masih ada typo:')
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagai sebuah poros yang berputar pada titik terdangkal, mengelilingi dengan speed yang kurang dari 0,01m. Ia menyesal, sungguh. Bahkan untuk menatap kilasan beberapa menit lalu ia enggan.
Baekhyun memejamkan matanya, dengan tangan mungil yang ia gunakan untuk menghalagi setiap sentuhan yang melayang pada tubuh tak berdaya miliknya.
"Berhenti menolak, seakan kau tak pernah di sentuh" suara dingin nan terkesan mendominasi itu memenuhi ruangan dengan bau alkohol yang menyengat.
"Akhh ku ahhh mohonn t-tuan ber-berhentihh" semua tubuh bahkan yang paling sensitif telah terjamah oleh tangan-tangan orang yang bahkan tak ia kenal. Baekhyun terus memohon namun ke sebelas orang itu bahkan tak ada yang menarik tangan mereka dari tubuh putih nan indah miliknya. Baekhyun benar-benar tidak tahu siapa para pria yang tengah mengerubuni tubuhnya saat ini, yang ia tahu mereka adalah para petinggi yang cukup berpengaruh di negara ini bahkan mungkin lebih.
"Hiks.."
"Kumohon hiks hentikan ahh hiks"
Sentuhan itu merambat hingga tak ada lagi yang menghalangi tubuh baekhyun, semua pakai yang melekat pada tubuhnya telah terlepas dan entah berada dimana saat ini. Baekhyun hanya bisa merasakan setiap inci tubuhnya bersentuhan dengan kulit para bajingan itu, bahkan ada di antara mereka mengunakan benda lunak yang berada di bibir mereka untuk menjilati setiap bagian titik sensitifnya.
Baekhyun menangis, ia terisak. Kilatan bayangan akan masa depan yang indah kini sirna dengan satu malam.
"Berhentilah menangis, kau hanya akan membuang-buang tenaga mu saja manis" semua orang di dalam tuangan itu tertawa melihat keadaan baekhyun yang begitu menyedihkan.
Tawa para bajinagn itu sungguh membuat baekhyun ingin memukul wajah mereka satu-persatu, tapi itu semua hanya angan karna pada kenyataannya ia hanya manusia lemah yang sialnya takdir tak penah memihak padanya. Sungguh miris, namun tak ada yang bisa menarikya dari takdir itu.
"T-tolong tuan le-lepaskan aku hiks"
"Kau pikir kami bodoh? Melepaskan mu sama saja menghancurkan proyek yang sudah susah payah kami banggun dan kau tahu pasti buka jawabannya" pria berkulit putih pucat itu menjawab dengan wajah datarnya.