18. Wütend?

6.4K 658 77
                                        

Gue minta maaf karna gak bisa up malam ini. Trus gue juga minta maaf karna di chap ini TYPO'na banyak banget, tapi tenang aja udah gue benerin kok😊




















Just for fun!!!

Jika kalian tidak suka, kalian boleh tekan tanda panah di sebelah kiri. Saya tidak mau berharap hanya karna satu readers.

Terimakasih:)))

Maaf jika masih ada typo's :')

Maaf  jika masih ada typo's :')

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


BRAK!

"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!"

Suara tingginya yang mengelegar memenuhi ruangan hitam itu. Dua pria yang awalnya tengah menikmati santapan mereka, melotot tak percaya dengan kedatangan orang yang bisa kapan saja mengambil nyawa mereka.

Terlebih kedatangan pria itu dengan kursi yang dia banting begitu saja, serpihan kursi itu bahkan terlihat seperti debu kasar. Bagaiman jika mereka yang terbanting seperti kursi itu? Maka neraka sudah menanti mereka.

"C-chanyeol..." suara yang bergetar serta ketakutan yang sangat terlihat dari balik wajah dua pria yang masih dalam posisi awal. Berada diantara mangsa mereka-Baekhyun.

Kai dan Xiumin tentu merawa takut dan juga heran, pasalnya pemimpin dari segala pimpinan itu tengah berada di depan mereka dengan amarah yang tinggi. Maka bisa dipastikan mereka tidak akan selamat.

"Bawa mereka ke Drak! Berikan hukuman yang pantas untuk mereka berdua! Tidak ada air atau makanan yang masuk seman 3 hari!" Ucapannya adalah kewajiban, maka saat pria itu memerintah, semua yang telah terucap merupakan mutlak dan wajib dijalankan.

Mereka berdua yang mendengar semua hukuman itu, hanya bisa merangkak menuju kaka sanga Father. Memohon untuk tidak diberika hukuman yang kapan saja bisa membinasahkan mereka berdua.

Seperti yang dikatakan di awal, semua ucapannya adalah mutlak dan tidak bisa di bantah. Maka saat beberapa orang algojo milik Father datang, Kai dan Xiumin menyesali semua yang telah mereka perbuat pada milik sang penguasa.

Saat semua telah lenyap dan ruangan itu telah sunyi, Chanyeol mendekati tubuh tak berdaya milik Baekhyun. Menelisiknya hinggak tak ada celah.

Tubuh yang terbaring dengan tangan yang masih terikat, tubuh yang dipenuhi ruam merah keunguan, kaki yang mengangkang lebar dan bau amis dari salmon yang melekat ditubuh rapuh itu. Dan satu lagi, air mata yang memenuhi wajah cantik itu begitu membekas.

Bibirnya yang bergumam tolong terasa seperti belati di telinga chanyeol. Hingga sisi dalam tubuh chanyeol seperti tidak terima akan perlakuan yang telah didapatkan oleh baekhyun. Jiwanya memberontak namu akalnya masih terus menolak. Hatinya yang telah berteriak tapi sekali lagi, akalnya selalu mencegah itu semua.

[COMPLET] A Bitch For Eleven Devil  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang