[COMPLET]
WARNING⚠️: yaoifanfic/NC 21+
-
Baekhyun tidak mengerti takdir apa yang tengah ia jalani dan rencara apa yang tengah dipersiapkan oleh tuhan akan garis hidupnya bersama 11 orang dengan hati yang telah mati.
CHANBAEK⚠️⚠️⚠️
All member exo...
Wahaii pembaca gelap tunjukin muka lu pada dong, penasaran nih sama muka para pembaca gelap!
Percayalah kalo ngeklik bintang itu lebih gampang daripada nulis!
TARGET! Vote 200 comen 100!!!
Votmend cuk!
Just for fun!!!
Jika kalian tidak suka, kalian boleh tekan tanda panah di sebelah kiri. Saya tidak mau berharap hanya karna satu readers.
Terimakasih:)))
Maaf jika masih ada typo's :')
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Father? Aku pikir kau tidak akan kembali" luhan mengalihkan atensi orang-orang yang tengah berkumpul di meja makan, bersiap untuk menikmati sarapan pagi mereka. Tapi ada suatu hal yang aneh, yaitu kedatangan chanyeol di tengah pagi ini. Terasa asing, karna chanyeol yang bahkan seminggu lebih tidak mereka jumpai kini berada tepat di hapan mereka.
"Kapan kau kembali, hyung?"
"Tadi malam"
Pria bermarga kim itu hanya mengangguk menangapi jawaban dari chanyeol. Mereka memang terlihat seperti saudar atau teman, seperti seseorang yang tidak memiliki jiwa iblis.
Diluar mereka memang seperti malaikat yang baik hati, namu siapa yang sangka jika mahkluk bak dewa itu sebenarnya adalah iblis.
Ingatlah kata-kata ini, 'Tidak ada manusia yang bisa berhati malaikat dan menyerupai seperti dewa. Yang ada hanya iblis yang bertopeng malaikan'
'Dan ingatlah tidak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini sekalipun itu satu aliran darah denganmu'
'Karna kita hidup di dunia yang fana bukan dunia fantasi'
"Apa pekerjaanmu cukup menyita waktu sehingga membuatmu tidak bisa pulang selama lebih dari seminggu, Chanyeol?" Sandara memecah keheningan di pagi hari, sebenarnya tidak ada yang salah dari pertanyaan wanita tua itu. Hanya saja volume suaranya yang terkesan tengah mengintrogasi seorang yang tengah bersalah.
"Mama..."
"Lupakan! Selesaikan sarapanmu" chanyeol mengehal nafas lelah, dia memang kejam tapi tidak menutupi fakta bahwa dia sangat menghormati mama nya itu.
"Dimana baekhyun?" Sandara bertanya pada semua orang yang tengah berada di ruangan itu, menatap tajam pada chanyeol yang terlihat acuh. Sandara tentu tidak bodah dengan semuanya, dia tahu jika putranya telah melakukan sesuatu pada calon menantunya.