9. Schwanger Werden

12.8K 913 161
                                        

Kalian tau? Saat dari kalian yg nyemangatin gw lewat comenan kalian, disitu gw seolah punya keluarga baru yang nuntun gw dan bilang
'ayo kita lewati ini bersama'
Luv you all❤️

YAUDAH LANGSUNG AJA, VOTE SAMA COMENNYA JANGAN LUPA!!!

NIH GUE KASIH TARGET!!!
VOTE 250
COMEN 150

Terdapat adegan dewasa
(walau sedikit) saya sudah menginggatkan, jika kalian masih ngeyel dosa di tangung pembaca!!!


Just for fun!!!

Jika kalian tidak suka, kalian boleh tekan tanda panah di sebelah kiri. Saya tidak mau berharap hanya karna satu readers.

Terimakasih:)))

Maaf jika masih ada typo:')

Ps: perhatikan setiap tgl dan tahun yg sudah tercantum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ps: perhatikan setiap tgl dan tahun yg sudah tercantum.

Flashback

Jerman, 1st November 1995

Matahari baru saja menampakan wujudnya, memperlihatkan bagaiman cahayanya yang terang membuat semua orang takjub dengan warna kuning yang membentang dari upuk timur.

Roda berputar menghantarkan poros yang berbeda di setiap tempatnya. Berpijak disuatu tempat dengan keadaan yang bereda-beda dengan warna serta keindahkan yang khas disetiap tempatnya.

Pagi ini merupakan hari yang terindah untuk seorang anak kecil yang telah rapi dengan senyuman yang menggembang di bibir tebalnya, pipinya yang berisi menimbulkan kesan imut dari wajah tampannya.

"kau memang tampan!"

Bocah berumur 5 tahun itu memekik gembira saat melihat pantulan dirinya di cermin besar yang berada di dalam kamar pribadinya.

"apa aku harus mengenakan ini? tapi ini terlihat jelek jika aku yang memakainya"

Bibirnya melengkung dengan tangan yang masih memegang sebuah dasi kupu-kupu berwarna biru tua dengan garis-garis hitam di sekeliling dasi itu. Mata bulatnya menatap sedih pada pantulan dirinya sendiri.

Anak kecil itu merasa jika dasi kupu-kupu itu tidak pas dengan tubuhnya yang sedit berisi. Menurutnya ia akan terlihat lebih gendut jika mengenakannya.

"apa anak mama yang tampa sudah selesai?"

"mama!~"

Wanita cantik dengan senyum manis itu menghampiri putranya yang tengah berdiri di depan cermin. Bibir wanita itu terangkat menimbulkan senyum hangat yang selalu anak kecil itu sukai.

[COMPLET] A Bitch For Eleven Devil  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang