part 35

1.5K 125 6
                                        

Shena segera turun dari persembunyiannya untuk menghampiri Erghan yang masih terbaring lemah dalam wujud serigala.

Bertepatan dengan itu, pintu salah satu rumah dengan dinding-dinding batu tak berplester di perkampungan itu terbuka. Menampilkan sosok Wanita muda berambut ikal kemerahan yang baru saja hendak melangkahkan kaki  dari kediamanya. Laluna nama gadis itu, ia nampak  terkejut melihat ada gadis asing di wilayah mereka, aura gadis itu  berubah cepat menjadi kelam, saat mengenali sosok familiar yang kini dalam kondisi terkapar bersimbah darah.

"Apa yang kau lakukan pada pemimpin kami!" Serunya marah, sambil mendorong tubuh Shena menjauh. Sontak teriakan penuh amarah dari wanita muda itu menarik perhatian penghuni  lainnya untuk keluar.

Dengan wajah dan tatapan penuh emosi, mereka menghampiri Shena yang membelalak panik dengan sorot takut.

"Bu... Bukan aku pelakunya," Bela Shena panik. Terlebih saat mereka menghampirinya tanpa memberi celah pada Shena untuk sekedar bernapas.

"Jangan mengelak, sudah jelas kau yang berada di sini. Dan senjata itu, benda tersebut adalah milikmu bukan," tuduhnya sinis, sambil menunjuk benda tajam yang masih menancap di tubuh Oder.

Salah seorang mahluk  serigala yang berdiri di belakang kawannya,   menatap Oder kaget setelah  menyadari sesuatu yang ganjil dari tubuh pemimpin mereka. Dengan cepat ia menghampiri tubuh Oder. Berlutut untuk menyentuh darah itu dengan jemarinya yang kecoklatan, Dex  menoleh cemas ke arah yang lainnya sebelum berbicara.

"Dia di racun."

+++

Kevin dan Ale sudah berada di kastil saat mereka tersadar. Lelaki itu segera bangkit menatap mereka dengan tajam.

"Siapa yang membawa kami kembali ke kastil?" Tanyanya menuntut.

"Kami Master," jawab mereka dengan kepala setengah tertunduk.

"Bagaimana kalian semua bisa tahu kalau kami sedang dalam kesulitan?" Kini Ale yang bertanya.

"Ada yang memberi tanda pada kami Tuan Ale," ucap salah satunya.

"Siapa?"

"Kami tidak tahu Tuan Ale, tapi dapat di pastikan kalau dia seorang peri sama seperti kita, dan dari warna tanda yang di kirimkannya, jelas sekali terlihat kalau dirinya adalah seorang wanita."

"Mungkinkah itu Shena," ucap Ale dengan nada penuh harap.

"Aku yakin kalau itu Shena. Ya, gadis itu pasti Shena," ucap Ale kembali semangat.

Sedang kelima prajurit yang tadi di interogasi oleh mereka berdua memilih untuk diam.

"Ayo kita cari mereka Kevin, keduanya pasti belum terlalu jauh."

Kevin tidak memperhatikan segala perkataan Ale, dia seperti tengah mencari sesuatu.

"Kau mencari apa Kevin?" Tanya Ale heran.

"Pedangku, aku tidak menemukannya," ucap Kevin cemas, lelaki itu kembali sibuk mencari  pedang kecil menyerupai belati yang biasa terselip di pinggangnya.

"Kau yakin telah membawanya, mungkin saja benda itu ada di kamarmu," jawab Ale lagi.

"Senjata itu adalah identitas kita Ale, mana mungkin aku meninggalkannya. Apa mungkin..."

"Mungkin apa?" Tanya Ale cepat, ia sudah sangat penasaran akan penuturan selanjutnya dari Kevin.

"Ada seseorang yang telah mengambilnya dariku."

Ale menghela napas pelan, ia berharap banyak akan jawaban berbobot lelaki itu, ternyata hanya ucapan tidak penting tentang kegusaran-nya.

"Hanya ada kita berdua saat melawan serigala itu Vin, pasti mahluk buas itu yang mengambilnya saat kita tidak sadar." Tuduh Ale kesal.

Putri Shima (sequel The Dark Portal) END  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang