Bagian 5

10.2K 725 61
                                        

Sweet Destiny
.
.
.
.
.
DLDR
.
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
.
🍒🍒🍒

Emerald terbuka, sedikit menyipit menyesuaikan dengan cahaya ruangan yang remang-remang, ia mengerjap beberapa kali, mencoba mengumpulkan nyawanya yang sepertinya masih tertinggal separuh di alam mimpi. Emeraldnya melirik jam yang terdiam anggun dalam tempatnya menunjukkan waktu pukul empat pagi. Ia lelah, sungguh tenaganya terkuras habis karena lama menangis.

Senyum lirihnya terpatri begitu mendapti sosok tampan tertidur dengan lelap di sampingnya, catat paman tampan Sakura tidur seranjang dengannya dan berdesakan, haruskah Sakura koprol saat ini atau mungkin jungkir balik terjun dari atas ranjang ke lantai dengan kepalanya yang ia daratkan lebih dulu sebagai ungkapan perasaan bahagianya??? Well jangan lakukan itu atau kau akan mendapati tingkat kekonsletan otakmu bertambah Pfft..

Namun senyumnya berubah menjadi tatapan sedih saat melihat wajah tampan itu tidak utuh, ada memar di sudut bibir paman tampan dan beberapa lebam di bagian wajahnya yang lain, Sakura tidak akan bertanya siapa yang berani melakukannya. Ia yakin jika kakaknya yang sangat over protektif padanya yang menjadi pelaku utama dalam kekerasan terhadap wajah calon suaminya, ia menatap sendu sosok yang terbaring dengan damai dalam tidurnya. Lelah mungkin kata itu lebih tepat daripada damai.

Ia menghela nafas berat,merasa sedih sekali lagi saat mengingat paman tampannya berbohong dengan mengatakan jika pria itu mendapatkan luka memar di wajahnya karena 'terjatuh' hanya agar sakura tak memarahi kakaknya,ayolah siapapun pasti tahu jika paman tampan berbohong, terjatuh seperti apa yang membuat lebam di beberpa tempat di wajahnya, apa paman tampan terjatuh dengan wajahnya berguling-guling lebih dulu??

Mungkin sakura tidak akan marah, ia hanya akan menggigit tangan kakaknya seperti yang ia lakukan jika ia sedang kesal terhadap Sasori atau jika moodnya memburuk dan kakaknya tidak berhenti mengganggunya, dan itu mengerikan jangan ditiru.

"Maaf." gumamnya pelan, hati-hati ia menyentuh luka memar di wajah paman tampannya, Sakura meringis seolah ikut merasakan perih saat paman tampan mendesis dalam tidurnya. Sakura merunduk, ia mendekat dan merapatkan pelukannya,mencium aroma maskulin yang menenangkan.













Sosok Sakura yang berbinar dengan senyum terkembang serta duduk bersila menyapa pagi Sasuke,pemuda itu menyipit meyakinkan dirinya jika apa yang ia lihat saat ini adalah sesuatu yang nyata dan dia sedang tidak terjebak dalam alam mimpi.
Keyakinannya bertambah saat sosok berambut merah muda itu memberikan ucapan selamat pagi padanya.

"dia sadar, dan lihatlah dia??, apa dia melupakan kejadian semalam atau?" Sasuke menajamkan pengelihatnnya mengamati lekat-lekat sosok yang masih setia dengan senyum secerah matahari, semoga bibirnya tidak kaku karena terlalu lama tersenyum.

"Paman, apa yang terjadi? Bagaimana bisa aku berada di sini, apa aku mengacau atau aku.. Ya ampun..?" Sakura menutup mulutnya yang menganga karena terkejut dan takut. Lihatlah gadis itu bahkan tidak khawatir dengan selang infus yang tertanam di tangannya lepas karena keaktifannya dalam bergerak.

Dan, sasuke melihatnya kejanggalan yang tersaji di hadapannya, Sakura benar-benar lupa atau Sakura sedang berpura-pura lupa?.

Sakura tersipu saat mendapati tatapan onyx itu tak teralihkan darinya, mengamatiya begitu intens.Gadis itu hanya mengerjap imut dan tersenyum malu-malu.

SWEET DESTINYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang