Pemahat Rindu
Malam semakin memekik lara
Tenanglah wahai dewi purnama
Aku lelakimu masih sama
Menyanjungmu diujung malam berdoaSemilir angin menghembus dingin
Memelukku di jiwa penuh kesunyian
Aksa tak pernah tertaklukan
Masih sama dengan kejauhanAku menantimu menyapaku malam ini
Dihempaskan angin bersua pada nyeri
Sendiri, tak mampu menghidupi
Lara tak kunjung menyembuh diriHanyutkan hempaskan segala rasa
Aku dan dirimu tak kunjung tersua
Masih dengan aksa yang sama
Pemisah raga peringai candu rindu nestapaCiamis, 21 Februari 2019

KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Pemahat Rindu
PoetryAku hanya ingin menjadi bagian di hidupmu. Tapi mengapa aksa terlalu jauh membentangi? Dan aku adalah perindu, yang tak mau tahu caranya berhenti. Kamu, apakah akan tahu aku? Aku adalah pemahat rindu yang hebat, bahkan senyummu telah terbentuk sejak...