7.SARANGEUL

2.6K 243 11
                                        


안녕 오렌마리타

"Aku? Kau bisa memanggilku Kim Han Ri"

"Aku? Kau bisa memanggilku Kim Han Ri"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.

"Jika kalian memang menyukai sesuatu kenapa kalian tidak bekerja keras untuk mempertahankannya? Hanya orang bodoh dan lemah yang melepaskan sesuatu dengan alasan takut sakit hati" jari telunjuk pria itu bergoyang manja di depan wajahnya.

"Mimpi, hanya lima huruf tapi menjadi pengaruh yang sangat besar untuk kehidupan. Teruslah bermimpi dan kejar waktu untuk mewujudkannya, jangan sampai waktu yang mengejarmu" dia mengambil nafas.

"kalian masih sangat muda, masa depan kalian sangat teramat panjang, kecuali maut menjemput kalian" tersungging senyuman di wajah tampan walaupun sudah sedikit keriput.

"Dan hiduplah di kenyataan, jangan dihayalan, walaupun hayalan memang sangat indah untuk kehidupan. Hadapi kenyataan, sepahit dan setajam apapun dia. Jika melemah dia akan menerjangmu, tapi jika nekat, dia akan tunduk dikakimu"

Seisi kelas itu diam menyimak binaan dari dosen matematika yang mulai pembelajaran dengan ceramah menginspirasi mahasiswa baru. Seluruh orang yang duduk di bangku itu memasang wajah datar mengiyakan dan mencerna setiap kata yang sudah didengarnya dari 35 menit yang lalu.

"Dan satu lagi" telunjuknya kembali terangkat "namaku Goo Him Chan" dia tersenyum.

Hal itu mengubah suasana seketika. Semua mahasiswa ikut tertawa karna tingkah lucu seorang pria yang sudah berkepala 5 itu. Berbeda dengan guru matematika di SMA yang lebih terkesan horor. Dia jauh lebih santai dan sangat sering dengan gratis mengumbar senyuman.

Entah itu hanya bertahan di awal atau tidak.

Dosen itu keluar dengan menenteng map merah serta beberapa buku yang mendukung identitasnya sebagai pengajar profesional.

"Yaahhh, semoga dosen disini sifatnya seperti itu semua" cicit Yeonjun.

"Kuharap juga begitu, agar aku tidak bosan dan harus mencuri waktu untuk bermain game lagi" saut Rian mengeluarkan ponsel dari saku outer.

"Aku tidak yakin, kau jauh lebih mencintai game dari pada pelajaran, yaahh walaupun hasilnya kau selalu unggul, aku jadi iri pada otakmu itu"

"Ngomong-ngomong, mereka bertiga di universitas mana?"

"Entahlah, mereka juga belum memberi tahuku"

It's Lover Pt. IICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang