renjana 5 [salah pengertian]

39 12 10
                                    

'Biarlah hanya Tuhan yang tau cinta dalam diam ini akan seperti apa akhirnya'

'Biarlah hanya Tuhan yang tau cinta dalam diam ini akan seperti apa akhirnya'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°Maura Alqueena Almaguer°
°°°

Hari ini kelas Levin pulang lebih akhir, dan dengan tergesa ia pergi menuju kelas Maura untuk menemuinya. Namun nihil, yang ia temukan hanyalah si ketua piket hari itu.
"Maura udah pulang?" Levin menanyai semua orang yang piket pada hari itu.

"Udah" ketus si ketua piket, moodnya memang sering berubah namun lebih banyak buruknya.

"Hari ini dia ada kerkom gak?" Sekali lagi Levin memastikan keberadaan Maura.
"Setau gue engga , tapi tadi dia bilang mau pergi ke cafe tag1. Katanya mau download film," ujar Diran teman seperfilman dengan Maura. Mendengar itu Levin bergegas menuju cafe tag1 (tegwan).

°°°

Gadis itu ternyata tengah asik menonton film Avengers end game yang setahun lalu tayang di bioskop Indonesia. Sesekali ia meminum hot Chocolat coffee.

"Enak ya jajan cuma 5k bisa download film sepuasnya,"Levin menempatkan dirinya di samping Maura dan tak lupa ia mencicipi minuman milik Maura.

"Ngapain Lo kesini?" Tanpa menolehpun Maura sudah tau siapa yang datang dan mencuri minumannya itu. Maura masih kesal kepada pria itu.

Flashback on

"Kita.. kita pacaran yuk?" Maura tersedak air ludahnya sendiri. Tak percaya dengan apa yang dikatakan Levin.

"Gimana gimana?" Maura mendekatkan telinganya ke arah Levin.

"Jangan baper dong," ucap Levin dengan susah payah ia menahan tawanya.

"Maksudnya?" Maura semakin tak mengerti dengan ucapan Levin.

"Gue cuma becanda," saat itu juga tawa Levin pecah. Mungkin itu hiburan buat Levin tapi itu peringatan buat Maura.

"Sialan Lo! Siapa juga yang baper? Gaguna gue balik lagi! Anjir banget Lo! Beraninya sama cewe! Gatau malu! Lain kali kalo butuh hiburan gausah gitu! Sana pergi ke club! Disana banyak yang bisa hibur Lo!" Tak henti hentinya Maura mengumpat kepada Levin sampai akhirnya ia menghilang dari pandangan Levin.

Falshback off

"Gue yakin, pasti pas film ini tayang di bioskop, Lo cuma bisa nonton bajakannya yakan?"

"Enak aja, gue nonton langsung tanpa perlu nunggu bajakan!"

"Halahh.. alasan kau!"
"Ga percaya?"
"Mana buktinya?"
"Lo liat aja di arsip story ig gue"

Levin mengambil hp Maura yang tidak dikunci layarnya.

"Oke.. gue percaya"
"Mana balikin hp gue!"
"Bentar, Lo ga follow gue?"
"Ga!" Seketika Maura ingat kejadian dimana ia meminta follback kepada Levin namun tak kunjung dibalas
"Follow dulu nanti gue follback kok,"
"Serah!" Mengingat hal itu Maura menjadi ancur moodnya. Pasalnya pada saat ia memfollow Levin saat itu juga teman dekatnya mendapat notifikasi bahwa Levin mengikuti temannya itu.
"Selama suka sama gue Lo gak pernah stalk gue gitu?"
"Pernah"
"Ga pernah follow gue gitu?"
"Pernah"
"Lo unfoll gue?" Maura mengangguk
"Karena ga gue follback?" Lagi-lagi Maura mengangguk
"Kenapa ga minta?"
"Udah"
"DM?"
"Hm"
"Masa sih?"
"Liat di room chat Lo!" Levin segera membuka dan melihat roomchatnya di Instagram dan benar ada pesan dari Maura yang sudah tenggelam begitu dalam.
"Lo follow gue waktu gue baru ganti akun?"
"Hm"
"Maafin gue ya.. gue ga tau dapet DM dari Lo. Waktu itu gue abis sholat Jumat dan yang DM gue itu banyak banget sampe-sampe punya Lo udah ada di paling bawah,"
"Hm"
"Lo marah ya?"
"Ga"
"Terus kenapa jutek gitu?"
"Gue lagi nonton!"
"Oiya lupa, maafin gue ya?"
"Iyaaa. Lo cowo bawel juga ya!"
"Gue cuma ga mau aja Lo marah sama gue,"

Maura mencoba untuk fokus kembali menonton film Avengers walaupun mungkin ia sudah tidak bisa fokus akibat ulah Levin barusan.

"Ra, gue mau live di Instagram Lo ya?"
"Jangan!!" Maura mencoba mengambil handphone nya dari Levin namun selalu tidak berhasil
"Sebentar aja ko. Gue juga ga akan buka yang lain. Lo kan nonton,"
"Yaudah. Tapi jangan buka yang lain!"
"Iyeuu seyeung!" Sesegera mungkin Maura menyembunyikan rona merah di pipinya.

"Ga baper" ketus Maura
"Udahlah.. maafin gue. Iya deh kalau gue butuh hiburan gue ga akan gitu lagi," Maura tersenyum mendengar Levin mengikuti ucapannya.

"Nanti gue ke club aja cari hiburan. Disana kan banyak lonte. Lebih pantes juga buat gue pandang!" Mendengar itu hati Maura langsung tertohok. Sakit, karena secara ga langsung Levin menganggap kalau Maura lebih rendah dari lonte.

Melihat itu, Levin menjadi merasa bersalah atas apa yang dikatakannya. "Eh Ra.. gue kan cuma becanda. Jangan marah dong,"

"Gue sadar diri kok," ucap Maura sambil tersenyum dan mematikan laptopnya. Padahal ia belum selesai mendownload.

"Yah Ra.. ko pulang sih?" Levin berusaha menghentikan pergerakan tangan Maura.
"Gue bukan lonte yang hampir ga pernah pulang!" Maura mengambil handphone nya dari Levin.

"Eh Ra Ra.. dengerin gue dulu dong! Maksud gue itu gak gitu!" Levin terus saja mengejar Maura yang berjalan begitu cepat.

"Gue mau pulang!"
"Lo dengerin gue dulu dong,"
"Apa?! Mau rendahin gue lagi? Gue bukan lonte! Gue bukan lonte yang bisa kasih hiburan dengan cara ngejual tubuhnya!"
"Iya Ra. Gue tau, gue salah.. tapi gu-" ucapan Levin terpotong karena Maura pergi begitu saja.

"Lo marah sama gue. Tapi gue mohon,, Lo pulang sama gue, ya?"

-
-
-
-
Warning!
Tolong tinggalkan vote dan komen. Karena voment itu gratisss!!

RENJANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang