renjana 6 [balasan?]

25 8 6
                                    

'Bodohnya, aku masih penasaran dengan hari-hari selanjutnya'

-Maura Alqueena

°°°

Maura merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil menatapi langit kamarnya. Ia senang, akhirnya ia bisa berinteraksi dengan Levin. Siapa yang tidak senang? Setelah bertahun-tahun ia menunggu dan berharap. Akhirnya semua yang ia bayangkan bisa menjadi kenyataan. Namun, semakin dekat dengan Levin, ia malah semakin tersakiti oleh ucapan Levin.

*Semakin maju malah semakin sakit. Batin Maura

"Gue pengen berhenti!!! Tapi udah sejauh ini.. kan sayang," Maura yang sedang bermonolog dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang berdiri di ambang pintu kamarnya.

"Udah sampe mana? Cicadas? Cicahem? Cintaku kandas, meni hemmm," ledeknya.

"Ngagetin aja lu! Yang sopan dikit! Ketuk pintu dulu kek! Salam kek! Kebiasaan buruk jangan dipelihara! Cewek gitu amat lu! Malu nanti sama mertua!" Maura yang sudah tersulut emosi melampiaskannya kepada Alena adik sematawayangnya.

"Apaan sih! Lebay banget, biasanya juga ga apa-apa!" Alena melangkahkan kakinya dan ikut merebahkan diri di samping Maura.

"Itukan biasanya bambanggg!!" Mood Maura sedang tidak bagus, jadilah Alena yang kena imbasnya.

"Lo kenapa?"

"Gapapa. Lo masih dibawah umur,"

"Yee.. biasanya yang masih dibawah umur otaknya lebih fresh tuh!"

"Udah sana jangan ganggu gue!"

"Yaelah.. gue kesini cuma mau minjem alat lukis Lo kok!"

"Ga boleh!" Emang pada dasarnya Maura awalnya benci sekali menggambar karena guru SBK nya selalu menugaskan sesuatu pasti harus digambar. Tapi akhirnya ia bisa menemukan hobinya lewat melukis. Maura bilang 'dengan melukis ia bisa menggambarkan suasana hatinya.

"Plisss ya.. lagian gue udah gede. Ga bakalan ilang juga!"

"Berani bayar berapa?"

"Bangsul Lo. Sama adek sendiri juga!"

"Iya, tapi Lo bakal pinjemin kan ke temen-temen Lo?"

"Tau aja lo?!"

"Sana ambil, kalo abis Lo gantiin!"

"Terimakasih kakaku yang syantikk" Alena mengecup seluruh bagian wajah Maura.

"Bambanggg.. jijikk iler Lo ketinggalan di pipi gue!"

Alena berlari keluar dari kamar Maura dan menutup pintu kamar dengan keras.

Line!
(Maura dapet notif gaesss.. tumben)

Levin
P
P
Ra..
Maura
P
Assalamualaikum
Jawab aelah

Maura
Siapa

Levin
Gue Levin, adbck

Maura
Y

Sebenarnya Maura udah ngeadd Levin tapi dia ga minta add ke Levin. Akhirnya dia pura-pura belum se kontak sama Levin.

Levin
Gue mau ngomong

Maura
Udh ngomong dari tadi

RENJANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang