Selesai dengan tugas pagi hari yang repot dan sedikit membuat kesal, yakni membangunkan Sean dan Daniel, akhirnya Valerie bisa terbebas dari tanggung jawabnya kepada dua bayi besar tersebut. Seluruh anggota keluarga sudah bersolek mengikuti peranan mereka hari ini. Adit terlihat tampan dengan setelan khas orang kantoran, Daniel juga sudah tampak rapi ketimbang biasanya. Tinggal Sean yang masih belum bersiap. Meski sudah memakai kemeja dan jeans, tapi jelas-jelas bukan style se-biasa itu yang Sean gunakan ketika hendak keluar. Oh ayolah, Tuan Reagan yang satu itu adalah artis.
Semua orang sudah berada di meja makan. Seperti biasa, agenda sarapan bersama adalah hal yang wajib yang dilakukan di rumah nan dihuni tiga laki-laki ini.
Valerie sekarang sedang berdiri di sebelah Daniel. Ia selalu kebagian tugas untuk menyajikan makanan kepada si bungsu untuk pertama kali. Valerie yang sedang menuangkan minuman, tertarik rasa penasarannya, ketika merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Ia merasakan ada seseorang yang menatapnya. Valerie menaruh teko dan gelas di tempatnya masing-masing lebih dulu, sebelum mencari letak kejanggalan itu di mana.
Dan ketemu,
Daniel sedang melihat ke arahnya dengan pembawaan wajah yang begitu bersahabat dan cerah. Ini sangat aneh! Mata Valerie berkeliaran mencermati tubuhnya sendiri, bila saja ada yang ganjal, sehingga Daniel meliriknya selama itu. Dan Valerie makin mengernyit ketika menerima tindakan Daniel berikutnya,
Senyuman!
Valerie disuguhi senyuman di pagi hari! Mimpi apa dia semalam, sampai-sampai Daniel tersenyum dengan begitu manisnya ketika pandangan mereka saling beradu?
"Terima kasih, Cantik!"
Mata Valerie memicing. Ini benar-benar aneh dan tak bisa diterima nalar. Daniel berubah sebanyak ini hanya dalam kurun semalam? Terasa mustahil! Valerie jadi menerka-nerka sendiri. Dan ia mendapatkan satu jawaban yang mungkin terjadi, 'Kerasukan di mana?'
"Mari duduk, dan ikut bergabung, Valerie."
Titik fokus Valerie teralihkan ketika Adit menyerunya. Senyuman sopan, dan gelengan pelan diusung sebelum menolak, "Tidak usah, Tuan. Terima kasih."
"Sudahlah, ayo duduk saja. Akan lebih menyenangkan jika kita sarapan bersama." Daniel memotong, dan tanpa persetujuan menarik tangan Valerie untuk duduk di kursi tepat di sampingnya.
Valerie benar-benar keheranan setengah mati. Apa yang sudah terjadi pada tikus kecil ini? Daniel benar-benar kerasukan, kepalanya terbentur, atau apa? Aneh. Sangat sangat aneh! Bulu kuduk Valerie bahkan terasa berdiri.
Berbeda dengan Valerie yang terlihat keheranan, si pelaku hanya senyum-senyum makin tak jelas. Valerie meringis, ini bahkan lebih menakutkan ketimbang Daniel yang kasar seperti biasa.
'Ya Tuhan, apa yang sudah terjadi padanya? Kenapa mendadak horor begitu?' desau Valerie dalam hati.
***
"Pergi dulu.....!!"
Daniel berseru dengan nada lantang dan bersemangat. Namun sayang, pamitannya tak mendapat sahutan apapun dari orang-orang. Jahat!
Adit masih terlalu sibuk memeriksa kelengkapan map yang berada di tas kerjanya, sedangkan Sean sudah tertarik penuh pada isi ponsel yang ia mainkan di sofa. Bibir Daniel manyun-manyun. Ia paling tak suka bila tak dihiraukan begitu. Dengan wajah yang ditekuk, Daniel bersedekap di depan pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
3 Devil Prince (√)
Romance[COMPLITE] Bagaimana rasanya tinggal bersama 3 orang yang akan selalu menindasmu? ©Publish, Mei 2019 ©Finish, 08 Desember 2019 ©Revisi Selesai, 02 November 2021 TOTAL BAB: 1-23 RANK: *15 In Jinyoung, 29 Oktober 2021 *06 in Vsoo, 30 Januari 2022
