♛❸DP: 20|Temu Akrab

1.2K 175 7
                                        

"Selamat pagi, Cantik. Apa tidurmu nyenyak?"

Baru beberapa detik membuka mata, Valerie sudah menerima perlakuan semanis ini. Bibirnya melengkungkan senyuman, kepalanya dibuat mengangguk membalas pertanyaan yang Sean tuturkan.

Lagian mana mungkin tidak nyenyak? Sejak semalam Valerie merasakan kehangatan dekapan dari pria yang dicintainya. Saling berbagi kelembutan, sampai sekarang pagi telah menyingsing.

"Tentu."

Sean tersenyum, mengeratkan lilitan tangan yang sedang membingkai Valerie. "Sayang?"

"Hm?"

"Mari menikah."

Valerie sukses dibuatnya terbelongo. Sesederhana itu Sean mengajaknya menikah? Tapi, terlepas dari kesan lamaran yang baik, romantis, dan ideal, lamaran yang Sean lakukan sekarang benar-benar ampuh membuat jantung Valerie berdetak kencang. Ia merasakan sensasi gugup luar biasa.

"Kamu serius?"

Beberapa bulan seolah saling diam, Sean mulai menyadari bagaimana hampa hidupnya tanpa Valerie. Ia bahkan ingin gila, ketika gadis ini menjadi lebih dekat dengan pria lain, sampai Sean tak dapat memikirkan tindakan yang tepat untuk menghilangkan sesak di hatinya. Tanpa Valerie, ia benar-benar buta akan sesuatu yang benar atau tidak. Sean sadar, tindakannya bahkan kerap membuat semuanya makin kacau.

"Mari menikah. Saya benar-benar tak sanggup membayangkan masa depan, jika masing-masing dari kita harus hidup bersama orang lain. Saya sangat mencintai kamu, Valerie."

Jika sebelum ini Valerie benar-benar menentang hasutan sang ayah yang memintanya untuk cepat-cepat menikah, namun Valerie merasakan hal yang berbanding terbalik saat Sean yang secara tidak langsung melamarnya. Valerie tak pernah menduga, ia akan mengucapkan kata-kata ini pada seorang lelaki,

"Temui ayah saya, Sean."

Lampu hijau? Rasanya amat lapang saat Valerie menyambut niatnya dengan ucapan itu. Sean tersenyum bahagia.

"ASTAGA!"

Di awali oleh pintu yang membentur dinding, sampai teriakan yang menggema berisik dari Daniel, sukses merusak nuansa romantis yang terjalin di dalam.

Bahkan bak tanpa rasa bersalah, lelaki itu tak sadar diri sudah menjadi sosok pengganggu. Daniel melangkah lebar-lebar ke arah dua manusia yang masih tergulung di bawah selimut. Maaf, Daniel sudah cukup umur, sekalipun untuk tontonan dewasa secara langsung.

"KALIAN TIDUR BERSAMA?! SEAN, KAU BENAR-BENAR BRENGSEK!"

Sementara Daniel yang tak habis sangka, Sean hanya menggeleng jengah. Kebiasaan buruknya yang kerap lupa mengunci pintu, benar-benar Sean sesali kali ini. Jika saja tak ada usikan dari Daniel, mungkin ia dan Valerie sudah mencapai sesuatu, dari inti obrolan tadi.

***

Pelampiasan rasa rindu berbulan-bulan, Sean meminta spesial hari ini, ia ingin menghabiskan waktu bersama Valerie. Valerie yang merasa tak memiliki kesibukan, akhirnya menyetujui ajakan kekasihnya tersebut. Sampailah mereka di gedung yang dijanjikan untuk kegiatan pemotretan hari ini. The Lucky mendapat tawaran untuk mengisi pemotretan pakaian santai.  Di antara dua temannya yang lain, Sean yang terakhir datang.

3 Devil Prince (√)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang