Fara mengabari kak Rafli, jika hari ini dia menginap di rumah Carla. Rafli menyetujuinya tapi dengan satu syarat, besok sore harus pulang dan dijemput olehnya. Fara menerimanya dengan terpaksa, lebih baik begitu dari pada tujuh hari tujuh malam Ayah dan kakaknya mengomelinya. Mereka berdua sangat cocok, pas dan perfect couple.
Cool, Flat, and Overprotective Man.
Ya, walaupun begitu dia sangat mencintai kedua laki laki itu. Laki-laki dewasa dan penuh tanggung jawab membuatnya merasa selalu terlindungi.
Ayah, semua orang bilang. Beliau adalah First Love untuk anak gadisnya. Dan Fara setuju akan hal itu. Beliau satu satunya paru-paru untuk keluarganya. Pria tangguh, tegas namun terbawa hangat menjadikannya sebagai panutan serta teladan untuk Fara. So Loved My Dad.
Bunda, wanita ini seperti mahkota untuk Fara. Indah, berkilau, dan berharga. Rasanya semua kebahagiaanya berada di tangan wanita ini. Tanpanya mungkin Fara tak sekuat dan tak setangguh sampai saat ini. Wanita yang mengajarkan betapa kerasnya hidup, dan kelembutan yang sesungguhnya. Beliau wanita terhebat untuk Fara. Her Love and Soft is My Life. That's reason, I so Love her.
Kak Rafli dan Abizar, dua kakak yang menjadi pelengkap di hidup Fara. Pelindung setelah Ayahnya. Penyeimbang dan penopang untuk Fara. Semua sisi baik dan buruk kakaknya, di mata Fara adalah Anugerah dari sang Maha Indah. Dua kakak terbaik untuknya. They are Support in My Life. Hero're always ready to became my patron.
Begitulah sosok keluarga di mata Fara. Mereka semua pelindung dan pahlawan untuknya. Oke, kembali pada topik.
"La, gue pengen ke pantai," ajak Fara setengah merengek.
"Ish, lo kok jadi manja banget sih. Bukan sahabat gue banget," ucap Carla begeridik melihat tingkah langka Fara.
"Lo sama temen gitu amat sih," rajuk Fara.
"Pokoknya dedek Carla harus mau pergi ke pantai sama neng Fara, ya ya ya ya! Ayolah!!!" paksa Fara menarik tangan Carla. Dia memasang wajah puppy-nya.
"Oke, dedek Carla mau temenin neng Fara," serah Carla mulai pasrah dengan tingkah sahabatnya ini.
Akhirnya, setelah bersiap-siap keduanya melangkahkan langkah mereka untuk pergi ke Pantai dengan Shinna sekaligus. Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Carla.
Mereka pergi menggunakan taxi. Tujuan mereka kali ini adalah Pantai Suba. Pantai Suba terletak di daerah Bogor, Jawa Barat.
(For Your Information, Pantai Suba hanya karangan author sendiri. Entah itu ada atau tidak, author benar-benar tidak tahu. So, nikmati saja ceritanya. Thanks)
Pantai.
Dia menyukainya. Sangat menyukainya. Karena weekend, Pantai Suba ramai pengunjung. Namun, tidak melunturkan semangat gadis berhijab ini untuk tetap ke pinggiran pantai, menghirup udara dan merasakan angin laut yang sejuk.
Fara menghirup udara dalam dalam. Menikmati indahnya hamparan pasir putih dan ombak yang berkejaran.
"Shinna, sini ikut tante, mama kamu capek dari tadi gendong kamu terus nak," Shinna menggeleng artinya menolak tawaran Carla.
Fara memang dari rumah tidak membawa kereta bayi hanya gendongan ala kanguru yang ia bawa.
"Gapapa ra, dia betah kok sama aku," tolak Fara juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Little Mama [ON GOING]
Fiksi RemajaCover by @Lilinbening. "Pokoknya bayi ini harus jadi anak aku bun, aku nggak mau tahu," "Tapi umur kamu dengan bayi itu hanya terpaut belasan tahun Afara Raharja," "Aku yakin aku dapat menjaga bayi itu bun," "Sepertinya kau butuh layanan konseling,"...
![The Little Mama [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/181503922-64-k309303.jpg)