9

0 0 0
                                    

"Joey, papah ga mau tau, malem ini kamu harus ngedate sama Jessica!"

Lagi-lagi William hanya bisa memaksa Joey, ia mematikan telfon secara sepihak tanpa menunggu keputusan dari anaknya itu.

Joey yakin, Jessica dan papahnya tengah sekongkongkol untuk merayu Joey supaya menerima perjodohan itu.

Hmmm, mau tidak mau pria itu menuruti perintah papahnya, dan bisa memanfaatkan waktu untuk menjelaskan kepada Jessica bahwa ia tidak ingin di jodohkan.

Tidak butuh waktu lama, pria itu bergegas mandi dan bersiap-siap untuk makan malam dengan Jessica. Ingat ini hanya terpaksa, garis bawahi. TERPAKSA!

Joey sudah sampai di restaurant yang sudah Jessica siapkan. dia juga sudah membooking tempat dengan dekor yang romantis. Ada lilin di tengah-tengah. Dan dia juga sudah melihat sosok Jessica disana.

"Joey, sini" sapa perempuan itu, lalu pria dengan balutan switer  itu langsung menghampiri perempuan tersebut.

Joey langsung duduk di bangku yang sudah di siapkan oleh Jessica, dia tidak ingin basa-basi dengan perempuan di depannya itu, niatnya kesini hanya untuk memberitahu Jessica untuk membatalkan perjodohan tersebut.

"Joey hari ini kamu ganteng banget" pujinya.

"Kamu? sejak kapan lo pake kata aku-kamu kaya gitu?"

"Joey please deh, kita hampir tunangan, dan ga lama lagi kita bakal menikah, sampe kapan kamu dingin kaya gitu ke aku? dan niat aku ngajak kamu nge-date, buat tentuin dekorasi tunangan kita. Lagian apa ada yang salah kalo aku pake kata itu?"

"Jes denger ya, gue kesini niat nya bukan buat makan malem, gue kesini cuman pengen kasih tau ke elo, kalo sebenernya gue ga mau di jodoh-jodohin kaya gini sama lo. Gue ga cinta sama lo Jes, dan berhenti bersikeras kalo gue itu tunangan lo, ngerti?" jelas Joey panjang lebar dan meninggalkan perempuan itu.

Seketika perempuan itu terdiam, dan tanpa disadari perlahan air matanya mulai berjatuhan. Hatinya sakit, seperti di tusuk oleh benda tajam. Joey tega, dengan entengnya dia berkata seperti itu seolah-olah perjodohan ini hanyalah perjanjian semata.

Dia tidak memikirkan bagaimana nasib perempuan itu setelah mendengar ucapannya tadi. Tapi Joey tetaplah Joey, keputusannya sudah bulat, dan tak bisa di ganggu gugat. Masabodo dengan papahnya nanti, lagi pula apa jadinya nanti kalau dia menikahi perempuan yang tak ia cintai? kasihan juga Jessica, dia menikah dengan laki-laki yang tak mencintai nya.

~~~~~~~


"Dek, jalan-jalan yo"

"Tumben"

"Jarang-jarang kan kita jalan bareng"

"Males, ga mut"

"Yaelah, ayo kek, lagian lo ga bosen apa tiap hari dikamar terus. Lagian nih ya adik sama kakak jalan bareng itu harus di lestarikan, hampir punah."

"Apaan si lo kak?"

"Ah lama lo, cepetan siap siap, 5 menit belom kelar, gue bakar ni kamar"

Tuh kan

Jangan sebut kak Leo kalau tiada hari tanpa mengancam, dasar. Ya mau gimana lagi? gadis itu beranjak dari kasur dan mengganti baju. Tidak mungkin ia  pergi mengenakan baju acak-acakan.

"Mah, Leo sama Brietta pergi dulu ya"

"Tumben akur"

"Harus di lestarikan mah, hampir punah"

"Ada-ada aja, yaudah hati-hati ya sayang"

"Dah mamah"

Brietta dan Leo memasuki mobil milik Wilshon, mumpung papahnya sedang ada di rumah, jadi Leo bisa menggunakannya sesuka hati.

Sebenarnya gadis itu bingung, kakak nya ini ingin membawanya kemana? bahkan dari tadi pria itu hanya mengelili komplek saja.

"Kak, sebenernya lo mau ngajak gue kemana si? heran dari tadi ga nyampe-nyampe"

"Gue mau bawa lo ke bulan"

"Ck, ada-ada aja. Kalo gaada tujuan mending balik lagi aja yu, males gue"

"Sssst, gausah banyak tanya, bentar lagi nyampe"

Sesuai dengan perintahnya, gadis itu tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia hanya memandangi jalanan yang ramai oleh kendaraan. Begitupun kak Leo, hanya fokus menyetir.

Hening seketika

~~~~~~~

"Joey! kamu apa-apaan hah?" ujar William dengan nada tinggi

"Apa-apaan apa si pah?" jawabnya

"Malah balik nanya lagi, kamu sadar ga? kamu udah bikin papah malu di depan keluarga Rey!" bentaknya.

"Pah, lagian udah Joey jelasin dari kemarin, Joey ga mau dijodoh-jodohin kaya gini, tapi papah malah maksa Joey"

"Dasar anak ga tau di untung" ujarnya dan hampir melayangkan tamparan di wajah putranya.

"William hentikan!" ujar Diana yang menahan tangan suaminya itu.

"Mah, jangan di tahan, papah itu emang ga pernah sayang sama aku"

"Jaga bicara kamu Joey!" tekan William

"Apanya pah? ada yang salah sama ucapan Joey? emang benerkan? papah itu ga pernah sayang sama Joey, kalo emang papah sayang sama Joey, papah gamungkin jodohin Joey kaya gini!"

Plak


-tbc

BriettaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang