15

1 0 0
                                    

"Aaaaaaaaaa"

Joey tidak sengaja membuka pintu kamar mandi. Padahal pria itu sudah mengetuk pintu tersebut, tapi tidak ada yang menyaut. Jadi Joey langsung saja membuka pintu tersebut dan menemukan Brietta di dalam.

"Eh sorry, sorry gue ga sengaja" ucapnya sambil menutup pintu tersebut. Untung saja gadis itu masih memakai baju nya, kalo tidak? ah sudahlah tidak usah difikirkan.

"MAKANYA KALO MAU MASUK KETOK DULU PINTUNYA!" ucapnya sewot dari dalam kamar mandi.

"Gue udah ketok pintunya! lo nya aja budek ga nyaut-nyaut"

"MANA GUE TAU? GUE LAGI NYALAIN KERAN AIR, JADI GA KEDENGERAN!"

"MAKANYA KALO MAU MANDI KUNCI DULU PINTUNYA! UNTUNG GUE GA LIAT LO LAGI TELANJANG!" jawabnya yang tak mau kalah

Gadis itu menggeram kesal di balik pintu, dia lebih baik diam daripada membalas perkataan Joey, bisa-bisa tetangganya menegurnya karna terlalu berisik.

Beberapa menit kemudian, gadis itu keluar dari kamar mandi, dan Joey langsung memasuki kamar mandi tersebut. Mereka saling bertatapan sinis.

Tak lama, Joey pun keluar dari kamar mandi dan pergi ke ruang tv, disana sudah ada Brietta yang sedak asyik menonton tv.

"Duh laper nih, masak gih" ucap Joey sambil memegang perutnya yang sudah bunyi daritadi.

"What? lo ga salah nyuruh gue?"

"Salah apanya si? lo kan cewek di rumah ini, ya jadi lo harus masak"

"Heh! lo siapa nyuruh-nyuruh gue seenak jidat hah? denger ya gue bukan babu lo!"

"Tapi kan lo cewek, lo harus masak lah, gue laper!"

"Ogah! gue ga bisa masak, lagian di dapur gaada bahan makanan buat di olah"

"Udah kebaca sih, cewek kaya lo tuh gabisa ngapa-ngapain. Cuman bisa males-malesan doang" ujarnya meremehkan Brietta.

"Heh, tuh mulut enteng banget kalo ngomong, gue sumpel pake remote tau rasa lo! lagian kalo lo laper tinggal delivery makanan apa susahnya si?"

Joey tidak mengubris omongan gadis di sampingnya, bisa-bisa remote yang ada di tangan gadis tersebut melayang ke mulutnya.

Joey langsung memesan makanan, dia sengaja memesan makanan banyak untuk gadis di sebelahnya, karna Joey tau, Brietta belum sarapan sejak tadi.

Tidak butuh waktu lama, makanan yang Joey pesan datang, dia langsung memberikan satu porsi makanan untuk Brietta. Gadis itu menerima makanan tersebut dan melahapnya.

"Bilang makasih kek, apa kek"

"Iya MAKASIH"

"Yang ikhlas napa, udah di kasih makanan juga"

"Iya makasih Joey! yang ada gue yang nanya sama lo, lo ikhlas ga kasih gue makanan?"

"Ya sebenernya gue ga ikhlas, tapi percuma udah di makan sama lo"

Brietta berhenti memakan makanan yang di pesan oleh pria di sampingnya, dia membungkus kembali makanan yang sudah di gigit olehnya dan memberikan bungkusan tersebut kepada Joey.

"Yaelah gue bercanda, iya gue ikhlas ko"

Tetapi gadis itu sudah tidak mood untuk makan, walaupun perutnya sedari tadi masih berbunyi.

"Udah cepetan makan, abis ini kita ke market, beli bahan-bahan buat di masak" ucapnya sambil memberikan makanan yang Brietta balikan kepadanya.

Brietta kembali mengambil makanan yang sudah diberikan kepada Joey, dia langsung melahap makananya tanpa sisa.

Hmmmmm kasihan sekali para remaja ini-author.

Seperti yang Joey bilang, mereka pergi ke market menggunakan mobil. Omah Brietta sudah memfasilitaskan mobil untuk cucunya, Jadi mereka pergi menggunakan mobil.

Setelah sampai di market, Joey dan Brietta sibuk masing-masing memilih makanan. Jujur gadis itu tidak mengerti tentang bumbu-bumbu dapur dan biarkan tugas ini dia serahkan kepada Joey, gadis itu hanya memilih makanan yang bisa langsung ia goreng seperti sosis, nugget dan otak-otak.

Lalu mereka pergi ke kasir untuk membayar belajaan yang sudah mereka beli, Kali ini Brietta yang membayar semuanya, karna omahnya memberinya uang untuk membeli kebutuhan dapur. Setelah membayar semuanya, para remaja tersebut bergegas pergi ke rumah.

"Mulai sekarang tugas lo masak sama nyuci baju" ucap Joey ketika sampai di rumah.

"Loh kok gue? terus tugas lo apa?"

"Ya gue bisa nyapu sama ngepel"

"Tapi gue ga bisa masak Joey! kalo nyuci baju sih gue gapapa, soalnya masih ada mesin cuci"

"Makanya lo belajar, ntar gue ajarin"

"Kalo lo bisa masak kenapa lo nyuruh gue? kenapa lo ga inisiatif sendiri?"

"Lo kan cewek, senggaknya lo yang harus ngelakuin ini, kalo nanti lo udah nikah-"

"IYA IYA GUE YANG MASAK!"

Gadis itu sempat kesal, kenapa Joey seperti ibunya? setiap menyuruh melakukan hal-hal rumah selalu dikaitkan dengan menikah? please deh Brietta masih kuliah, belom ngebet mau nikah!

Jujur saja, Brietta tidak pernah melakukan hal-hal rumah seperti memasak dan mencuci baju sebelumnya, untuk apa ia melakukan itu semua? toh di rumahnya sudah ada bibi yang mengerjakan semuanya. Gadis itu hanya terima beres saja.

-tbc

BriettaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang