11

0 0 0
                                    

"Joey, akhirnya kamu pulang juga. Kamu abis darimana aja si sayang, mamah khawatir banget sama kamu"

"Maaf mah, Joey udah bikin mamah khawatir, Joey ke kamar dulu ya"

Pria itu beranjak ke kamarnya, dia sedang ingin sendiri. Diana mengerti perasaan putranya, dia pasti sangat kecewa kepada papahnya karna selalu memaksanya.

Pria itu terbaring diatas bangsalnya, Diana ingin sekali membawakan makanan kepada putranya itu, tapi Joey bersikeras memaksa Diana untuk tidak membawakan makanan ke kamarnya lagi, karna kejadian waktu itu.

Tak sadar, Joey terbangun dari tidurnya, Diana sangat merasa bersalah, pasti karna suara hentakan kakinya telah membangunkan putra nya.

"Mah?"

"Maaf sayang, mamah ganggu kamu tidur ya?"

"Enggak kok mah"

"Joey, ada yang mau mamah omongin sama kamu"

Joey mengubah posisi tidurnya, ia bersandar dengan tumpukan bantal di lehernya.

"Ngomong apa mah?"

"Kamu mau lanjut kuliah dimana?"

Hening

Joey tidak menjawab pertanyaan mamahnya. Jelas, Joey memang tidak memikirkan ini, sejak kelulusan SMA dulu, Joey malah dijodohkan oleh Jessica dan membuat hubungan ayah dan anak itu menjadi renggang. Jadi, tidak ada waktu untuk memikirkan itu semua.

"Joey?" ujar Diana memecahkan keheningan

"Kalo kamu belum siap buat jawab ini gapapa, lain kali aja" ujarnya lagi

"Enggak mah, Joey udah memutuskan kuliah di London" selanya

"London? apa kamu yakin sayang?"

Hmmm, sebenarnya Joey tidak yakin jika harus kuliah disana. Tapi dia ingin menjauh dari papahnya, dia takut papahnya diam-diam akan menikahi nya dengan Jessica, lagi pula Joey sangat menyukai negara tersebut. Dan hatinya berkata ada sesuatu disana.

"Yakin mah, tapi mamah jangan bilang siapa-siapa ya kalo Joey mau kuliah disana"

Diana hanya mengangguk dan tersenyum, sebenarnya dia tidak rela putra satu-satunya meninggalkannya, tapi demi cita-cita, Diana hanya bisa me-support putranya tersebut.

Mengingat kota London, Diana teringat teman lamanya. Dia lebih tua dari Diana, dulu mereka sahabat karib. Tapi sudah sejak lama Diana tidak bertemu dengan temannya, karna Diana  sudah pindah ke AS ikut dengan suaminya.

~~~~~~~

Kringggg

"Mah, ada telfon" ujar Leo

Clara mengangkat telfon tersebut.

"Hallo mah?"

Ya, itu adalah telfon dari omah Brietta. Dia menanyakan kabar cucunya. Sudah lama omahnya itu tidak bertemu dengan cucu-cucunya, dia sangat merindukan Leo dan Brietta.

"Sayang, apa ada Brietta?

"Ada, sebentar mah, aku panggilkan"

Clara pergi ke kamar Brietta, disana clara melihat sosok putrinya yang sedang membereskan kamar. Hmmm, sepertinya gadis itu sudah sadar jika kamarnya seperti gudang. Berantakan sekali.

"Sayang, ada telfon dari omah" ujar Clara

Brietta langsung mengambil ponsel mamahnya, ya! gadis itu sangat antusias, dia sangat merindukan omahnya.

"Hallo omah! apa kabar? Brietta kangen banget"

"Hallo, omah juga kangen sama kamu, kapan kamu mau kesini? omah denger, kamu baru lulus ya? gimana kalo kamu kuliah disini aja, kamu bisa tinggal sama omah?"

Seketika gadis itu terdiam, dia merasa penawaran omahnya ada benarnya juga, dia bisa menenangkan diri disana, siapa tahu dia bisa dengan mudah melupakan Gerald?

"Hallo sayang? gimana kamu mau kan?"

"Iya omah, nanti Brietta minta izin sama mamah papah dulu ya"

"Oke, omah tunggu"

Tut

Omah mematikan telfonnya. Gadis itu tergesa-gesa menuruni tangga untuk menemui keluarganya di ruang keluarga.

"Mah, mamah"

"Apa sayang, pelan-pelan jangan lari-lari ntar jat-"

Gubrak

Nah kan Brietta bandel :)

"Tuh"

Gadis itu sempat meringis kesakitan, tapi penawaran omahnya tadi membuat gadis itu tersenyum senang, dia ingin mengatakan kepada keluarganya, dan semoga saja kedua orangtuanya mengizinkan gadis itu kuliah di London.

"Ada apa? kenapa lari-lari kan jadi jatuh" gadis itu tertawa cengengesan

"Mah, tadi omah nawarin aku buat kuliah disana, Brietta mau kuliah disana, boleh ya mah, please" rengeknya

"GAK BOLEH!"

Bukan, itu bukan jawaban dari mamah atau papahnya Brietta, itu jawaban dari kak Leo.

"Monmaap mas,  gue minta izin nya ke mamah sama papah, kenapa situ yang larang?"

"Ya pokonya ga boleh, ntar gue jailin siapa kalo lo gaada?"

"Syut sudah-sudah, sayang apa kamu yakin mau kuliah disana?"

"Iya mah, aku yakin, aku mau sama omah"

"Oke, papah sama manah izinin kamu, tapi kamu harus bisa rawat omah disana ya, jangan nyusahin"

"Siap bos"

"Loh? ko malah di izinin si pah?"

"Kenapa kamu mau protes? lagian papah udah bosen liat kalian ribut, mending pisahin aja"

Keluarga kecil itu tertawa, menyalurkan kehangatan di ruangan tersebut. Gadis itu  pasti akan merindukan moment seperti ini.

-tbc

BriettaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang