BAB 9 : Ask and Vlog?

1.1K 99 4
                                        

Oke guys, part ini emmm ga bener bener ada yah di Vlog nya Verel jadi jangan di cari. Karena ini admin muda ngarang:v ehehehe.
-Enjoy guys-
______________________
Jangan lupa like, comment and share ya zeyengggg😘

*****

'

'Oke Yo what’s up guys. Balik lagi di channel YouTube aku V-log. Hari ini, aku bakalan nge-vlog sama Ali, dan ya hahaha disini aku bakalan kasih beberapa pertanyaan menjebak buat dia. Mau tau kelanjutannya? Jangan lupa klik tombol subcribe, like, comment, share dan aktifin notifikasi loncengnya supaya kalian ga ketinggalan vlog-vlog terbaru dari aku. Oke kita masuk dulu ke apart Ali, ayo ikutin aku,'’ ucap Verel menginstruksi kameraman nya untuk mengikuti dirinya masuk ke apart Ali.

Perlu kalian tau satu hal, soal Vlog ini Ali benar-benar tidak tau sama sekali. Yang ia tau, Verel hanya ingin berkunjung dan sekaligus melepas rindu dengannya. Kenapa? Mereka tidak bertemu selama 3 bulan, karena Ali yang sibuk dengan project film terbarunya.

“Aliiiii,” panggil Verel yang tentu saja langsung di balas sautan oleh Ali, “Gue di dapur,” katanya setengah berteriak, Ali sedikit mengeraskan suaranya karena ia malas mengecilkan volume musik yang ia pasang.

“Kalian denger gak tuh? Buseng dah si Ali, telinga nya ga sakit ya guys, tapi aku juga suka sih,” ujar Verel tertawa pelan, kemudian ia bersama kameraman nya menghampiri Ali yang berada di dapur.

“Hai dear sumpah Li gue kangen banget sama Lo anjir.” Verel langsung saja memeluk Ali tanpa permisi, karena ia benar-benar merindukan sahabatnya itu. Ali yang melihat itu hanya bisa pasrah, dan tanpa sengaja ia melihat kamera vlog Verel.

“Lo nge-Vlog? Anjir muka gue kaya begini Rel ya tuhan, ga bilang-bilang ya lo,'’ omelnya begitu saja.

“Alah ganteng ga ganteng juga lo tetep jomblo kan?,” ucap Verel skakmat, “Ye enak aja, biarin dah sekarang gue di katain jomblo, tunggu besok ye surat undangan yang bakalan ngejawab,'’ balas Ali tak mau kalah.

"Oh oke siap Bosque!!! Nah gini Li masalah nya kan tadi lo bilang kan surat undangan yang bakalan ngejawab. Gue mau nanya, emang calon nya udah ada? Saha Li? Kok gue gatau wah parah," kata Verel sembari menepuk pelan bahu Ali.

Ali memutar kedua bola matanya malas, "Lo jangan buat heboh peak, ntar media ribut lagi, masa tiba-tiba ntar keluar berita terbaru gue 'Aliando ingin menikah? Ada apa dengan surat undangan?' kan ga lucu Rel"

''Lah yang bilang lucu siapa Bambang! Gue ga bilang lucu, malah gue bersyukur akhirnya sahabat gue yang ganteng, yang imut, yang sayang sama fans nya ini dapat jodoh juga, bahkan gausah ada kata 'pacaran' atau 'mantan-mantanan' lagi. Udah langsung sah, beh enak gue denger nya Li serius dah," jelas Verel yang jatuh nya malah seperti curhat ke Ali.

''Lah calon nya belum ada Rel,'' balas Ali greget,
''Iya ntar aja kalo calon nya udah ada, bereskan ga ribet," ungkap Verel santai.

Ali hanya menggeleng kan kepalanya saja, "Nih makan dulu, baik kan gue buatin lo makanan," kata Ali sambil memberi sepiring roti bakar kesukaan dirinya dan juga Verel.

''Emang lo tau aja ye kalo gue laper,'' ujar Verel yang kemudian mendudukkan dirinya di kursi tepatnya di samping Ali.

"Eh Li, sambil makan ni ya, gue ada beberapa pertanyaan buat lo, dan lo harus jawab sejujur-jujurnya," sambung Verel kemudian sambil mengunyah roti bakar buatan Ali.

Ali menatap Verel dengan tatapan curiga nya, ''Ogah ah pasti ngejebak pertanyaannya, nih yah buat subscriber nya Verel, asal kalian tau gue tuh paling males kalo Verel udah nanya-nanya, karena apa? Dia tuh kalo nanya, ya jawabannya harus sampe ke akar-akarnya, semua di kupas sampe tuntas," sewot Ali panjang kali lebar.

Verel yang mendengar itu hanya tertawa saja, "Li pokoknya mau ga mau lo harus mau Li, ayo lah kapan lagi coba ya kan, ya ga Ja?,'' tanya Verel pada Baja yang kebetulan berada di belakang kameraman Verel.

"Yak betul, 100 buat anda Verel," sahut Baja semangat.
"Dih maksa banget lo berdua, pengen banget yah gue masuk infotainment lagi," ucap Ali tertawa pelan.

"Ye biarin, eh minum dong seret nih gue, ambilin minum Li sebelum masuk ke pertanyaan pertama nih," Verel sedikit memerintah Ali untuk mengambilkan dirinya air minum. Untung saja Ali yang sabar dan baik hati, tidak sombong plus nya juga rajin menabung ini, mau mengambilkan Verel air minum kalau tidak, ntah lah.

Verel senyum-senyum saja saat melihat Ali mengambilkan air minum untuk dirinya, ia menatap kamera Vlog nya, "Kita mulai yah guys," ucap nya tanpa suara sambil menunjukan senyum jahilnya.

Ali meletakkan air minum untuk Verel di atas meja, kemudian ia kembali duduk di kursinya,  mengambil roti bakar yang ia buat tadi dan mulai memakannya.

"Oke Li, are you ready?," tanya Verel pada Ali. Ali menganggukkan kepalanya saja, pertanda ia setuju.

"Pertanyaan pertama, tentang cewek nih. Menurut lo Brisia Jodie itu gimana?," Verel bertanya sambil menatap Ali serius.

"Jodie? Dia baik sih, imut juga, lucu, ya kocak lah anaknya," jawab Ali simple. Verel menganggukkan kepalanya seolah-olah dirinya mengerti apa yang Ali ucapkan, "Lo mau ga jadi pacar Jodie?''.

Ali berfikir sebentar, kemudian menggelengkan kepalanya, ''Lebih asik jadi temen aja kalo sama  Jodie,''.

"Oh okay, pertanyaan kedua yah. Aurora Ribero, menurut lo dia orang nya gimana? Dan kesan pertama kali waktu lo ketemu dia itu gimana?," Verel bertanya sedikit banyak kali ini.

"Rora? Rora kalo menurut gue itu, dia adik yang lucu, gemesin!. Kesannya, lo mau tau Rel?,'' tanya Ali balik, Verel menganggukkan kepalanya cepat.

"Kesan waktu pertama kali gue ketemu Rora, sumpah gue kira dia seumuran sama gue! Ternyata masih 15 tahun njir!," ucap Ali antusias.

Verel menggelengkan kepalanya tidak percaya, "Ga mungkin Li umur Aurora Ribero tuh segitu".

"Ye kalo lo ga percaya, searching noh di mbak google,'' ceplos Ali begitu saja.

Verel menganggukkan kepalanya, kemudian melanjutkan pertanyaan nya untuk Ali lagi.

"Gue kemaren ketemu Prilly, nah kalo semisal kan lo kemaren gak ada project terus akhirnya bisa ikut sama gue, hal yang pertama lo lakuin atau lo ucapin di depan Prilly atau ke Prilly tuh apa?''.

Ali menatap Verel senyum-senyum, dan bodoh nya Verel pun menatap Ali juga sama seperti Ali, senyum-senyum.

"Sa ae lu kang galon!," kata Ali sambil meraup wajah Verel, ia tidak menjawab hanya ya seperti biasa, santai saja.

"Li jawab kek,'' desak Verel.
''Lo mau tau jawaban gue?,'' tanya Ali yang di balas anggukan oleh Verel. Dan setelahnya Ali berdiri mengambil topinya dan langsung memakainya, ''Hai Prill apa kabar? Surat undangan kapan nih? Ga sabar gue mau makan rendang atau masakan Ambon di nikahan lo!," sambung nya sedikit ngegas.

Verel tersenyum senang, ''Nah kalo disana gak ada rendang atau masakan Ambon gimana?''.

"Gue pesenin catering langsung, kalo ada masakan luar negri gue singkirin! Gitu aja ribet Lo. Gapapa bayar catering nya mahal ridho gue mah,'' jawab Ali langsung. Verel tertawa kencang, "Santai kali bor!".

"BAYAR CATERING DI NIKAHAN NYA AJA ALI MAU, PENGANTIN CEWEK NYA LO HARUS GANDENG JUGA LI, BIAR AFDHOL" teriak Baja keras kemudian lari entah kemana.

Verel tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Baja, yang entah mengapa terdengar sangat lucu di telinganya.

''HOOH DAH HOOH, LIAT AJA NTAR, LIAT AJA!!!," balas Ali berteriak pula.
"Liat aja ntar Ali yang bakalan gandeng sahabat hidupnya ke pelaminan, ya kan Li?," sambung bang Iam entah dari mana asalnya.

"Terus aja terus," kata Ali berkacak pinggang.
"Terus apa Li? Terus lo mau buktiin ke bala-bala piranha kalo lo sama dia tuh buat jadi satu butuh proses??,'' tanya Verel menggoda Ali setelah berhasil menetralkan tawanya. Ia semakin ingin tertawa saat melihat wajah Ali yang semakin memerah.

"APA KATA LU DAH KANG GALON!".

____

Alhamdulillah akhirnya update lagi, jangan lupa tinggalin jejak yahhhh:**

Terhalang Ego! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang