Bab 18

1.8K 129 28
                                        

Happy reading!!

______

Vomment sebelum baca yah:) hargai tolong:

_______

Luv u all!!

______

"

Neng, denger-denger nih yah kalau ga salah. Bang Ali udah pindah ke rumah baru loh," ucap Siti memulai percakapan antara dirinya dan Prilly.

Prilly menaikkan sebelah alisnya. Rumah baru???, batinnya bertanya-tanya. Ia sempat terdiam untuk beberapa saat.

"Ini kebetulan apa gimana yah?," ucap Siti lagi, ia sampai senyum-senyum sendiri, ntah apa yang ada di pikirannya sekarang.

"Maksudnya?," tanya Prilly mulai membuka suara, ia sedikit tertarik kali ini, ingat yah sedikit. Bukan karna ia masih enggan atau apa. Prilly baru saja menyelesaikan tontontan drama korea nya, yang kebetulan beradegan sedih tadi. Mata indah gadis itu juga sedikit bengkak, dan jangan lupakan pula hidungnya yang kini memerah. Kalian boleh berbicara apapun tentang Prilly. Tapi, Prilly tetaplah Prilly kan?.

Prilly yang memiliki kepribadian baik kepada setiap orang, ya walaupun di dunia ini tidak ada yang 100% sempurna. Sifat Prilly tetaplah seperti dulu. Manja, cengeng, receh atau bisa di bilang gampang tertawa karna hal-hal kecil yang bahkan menurut orang tidak lucu sama sekali tapi berbeda dengan Prilly, pemikirannya ntah lah.

Mungkin hanya satu orang yang bisa mengimbangi pemikiran dan sifatnya dengan Prilly, yang bisa berbagi apapun itu, ntah kesedihan, kebahagiaan, permasalahan, dan lain sebagainnya. Bahkan, sampai sekarang pun orang tersebut masih ada di hati dan ruang tengah ingatannya.

Bagaimana tidak? Sampai sekarang saja setiap ada pembahasan mengenai dia, Prilly masih saja tertarik untuk mencari tahu lebih dalam lagi. Seperti saat ini misalnya.

"Ya kamu pikir aja deh. Kamu pindah nih ke rumah baru kamu sekarang, dan bang Ali juga pindah ke rumah baru nya, Neng. Ya meskipun, aku gatau pasti sih bang Ali lebih dulu pindah atau kamu. Yang bener-bener aku tau, dia juga ternyata selama ini bangun rumah juga kaya kamu. Emang yah kalian berdua itu, gimanapun keadaanya sekarang tetep aja sehati." Jelas Siti dengan penuh minat. Ia sangat senang sekarang, entah untuk apa.

Prilly diam-diam mengulum senyumannya, sebelum akhirnya kembali membuka suara untuk menanyakan satu hal kepada Siti. "Kamu tau dari mana, Sit?".

"YouTube nya kak Ricu," jawab Siti sembari berlalu pergi keluar kamar Prilly, entah kemana, biarkan saja.

Kalian tau apa yang Prilly lakukan setelah mendengarkan jawaban Siti?. Tentu saja ia langsung membuka makcbook kesayangannya itu. Untuk melaksanakan niat nya tadi, membuka YouTube.

Kalau Prily lihat dari judul nya sih, ini video isinya percakapan Ricu dengan mama Ali, tante Resi.

Prilly menonton video itu dengan serius, Siti ridak berbohong. Karna dositu memang di jelaskan baru-baru ini Ali dan keluarganya pindah ke rumah baru. Hingga tibalah di bagian yang mungkin di nanti-nantikan oleh gadis cantik bermata hazel itu.

"Tapi, Tante sendiri pernah gak sih nanya ke Ali, udah punya pacar belum??? Ya kan kita semha tau, Ali tuh termasuk orang yang kalo di tanya masalah pacaran duh kayanya gak dulu deh gitu,"

"Pernah dong pernah. Tapi, Ali langsung bilang kaya 'apa sih Ma? Ali ga punya pacar, dan belum niat juga' dia bilang gitu,"

"Emang dasar Ali yah guys, punya muka ganteng ga di manfaatin."

Prilly sampai tertawa mendengar ucapan Ricu itu, menurutnya itu hal yang lucu. Maaf kan kerecehan Prilly guys.

"Iya dia bilang gitu Cu. Pernah tuh juga, aku bilang ke dia 'Li bawa dong pacar kamu ke rumah, kenalin ke Mama' terus dia bilang 'Ali kan udah pernah bilang ke Mama kalo Ali gamau pacaran dulu dan ga minat'."

"Terus yah aku bilang dong, 'tapi usia kamu yang udah segini, udah bisa loh Li bangun rumah tangga' dan dia ngerespon gini 'ga deh ma, untuk itu Ali mikir-mikir dulu. Lagian nanti kalo Ali nikah anak orang mau Ali kasih makan apa? Belum lagi nanti misalnya beli sepatu, Ali sepatu nya ini, dan dia ini, duh ngga deh ma, jangan dulu, Ali belom pantes',"

"Spontan aku bilang gini dong 'tapi kan penghasilan kamu udah lebih dari cukup Li' dan dia diem aja. Emang kalo anak ku yang satu itu keras kepalanya minta ampun".

Oke, dari penjelasan tante Resi tadi. Prilly sedikit tidak suka dengan pendapat Ali. Memang nya nikah hanya persoalan materi saja? Kalaupun iya, bukannya nanti saat sudah menikah itu bisa di cari bersama-sama? Kan perjuangan memang harus dari nol. Semua butuh usahakan?.

"Gue rasa, bang Ali minder Kak. Cewek nya bisa sukses banget sampai sekarang kaya gini, ya walaupun dia juga sukses sih tapi kan juga dia jarang muncul lagi di publik, maksudnya di dunia entertaiment. Kalo Kakak ga ngerti biar Raja jelasin. Raja sebagai cowok, adik nya Kakak pula, setiap jalan gitu berdua sama Kakak, Raja juga sering minder. Apa-apa Kakak yang bayarin," komentar Raja tiba-tiba. Entah sejak kapan adik Prilly satu-satunya itu berada di sana.

Prilly diam saat mendengar ucapan adik nya itu. Ia sedikit tidak paham dengan apa yang di maksud oleh Raja.

Raja bahkan sampai menghela nafasnya cukup krras, ia paham dan cukup mengerti perihal kakak nga itu. Walaupun pintar atau bahkan sangat pintar, terkadang untuk hal-hal kecil seperti ini, kakak nya itu akan menjadi seseorang yang memiliki kemampuan lambat dalam berfikir.

"Gini loh Kakak ku tersayang. Bang Ali kan cowok, dia bilang gitu mungkin ngerasa kaya 'ah kaya nya gue ga pantes sama dia, liat dari atas sampai bawah yang dia pakai bernilai semua, gue takut ga sanggup ngebahagiaain dia' dan Kakak pasti berpikir kalau bang Ali ga bisa dong punya pemikiran kaya gitu. Tapi balik lagi ke awal, bang Ali pasti mikir nikah itu bukan cuma soal materi doang, tapi ada hal banyak lah pokoknya dalam versi bang Ali sendiri cara ngebahagiain pasangannya entah itu apa, Raja gatau. Ya walaupun dia tau karna hal kecil juga Kakak bisa bahagia. Jadi, intinya adalah bang Ali sekarang itu lagi di tahap mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk ngebahagiain Kakak. Dan tugas Kakak, cuma nunggu waktu itu datang."

Setelah mengucapkan itu Raja pergi meninggalkan kamar kakak nya itu. Meninggalkan Prilly yang berusaha mencernah baik-baik perkataanya.

Gotcha!.

Prilly mengerti sekarang, ia paham. Pantas saha selama ini tidak ada satupun yang berusaha mendekatinya. Maksudnya, laki-laki yang mengajaknha berkomitmen, lebih dari seorang teman atau sahabat. Ternyata ini lah penyebabnya, mereka minder.

Tapi tunggu. Memang nya perempuan yang di maksud Ali dirinya? Kenapa ia merasa begitu?.

****
(Next?)
Assalamualaikum guys! Marhaban ya ramadhan yah:)) puasa ketiga nih lancar kan?, maafin autor yang ngaret buat update ehehe. Happy reading!!! Luv u all♥️ itsmelliney_

Terhalang Ego! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang