BAB 3 : Kangen.

1.3K 109 2
                                        

Happy Reading mwehehe!!!
_____

Btw, jangan lupa vote dulu ya guys oke, salam cinta dari autor yang suka ngaret! 💚😂
____________

Beberapa minggu kemudian...

''Abang bangun...." teriak Gissel membangun kan Ali. Ali yang merasa terganggu pun dengan amat terpaksa membuka kedua matanya,

''Apasih, ganggu abang aja kamu nya,''

''Ihh abang mah, liat dulu ini''

''Apa? Gak ah abang mau tidur Icell,'' Ali menolak mentah-mentah ucapan Gissel.

''Ih abang mah, ini tentang kak Prilly.''

Mendengar itu Ali langsung terbangun dan duduk, ''Kenapa? Ada apa?'' tanyanya langsung. Membuat Gissele memutar kan bola matanya malas.

Cepet banget kalo soal kak Prilly, batin Gissel.

''Nih kak Prilly update video, di youtube. Nyanyi lagu yang temanya kangen sama mantan. Nih ya bang kalo gue liat itu tuh bukan karna netijen-netijen, atau bala-bala piranha yang request itu lagu. Tapi ini juga murni keinginan kak Prilly,'' jelas Gissel serius menatap Ali.

Namun Ali masih belum sepenuhnya menyadari apa yang diucapkan oleh sang adik.

"Maksudnya apa sih Cell??? Abang gak paham" tanya Ali bingung, ia tak mengerti apa yang di ucapkan oleh adiknya itu, ia bingung.

Gissel menggeram kesal, ''Ishhhh liat aja itu sendiri''. Ia melemparkan ponselnya kearah abang nya itu, bodoamat di bilang tidak sopan. Ia kesal karna Ali terlalu lambat untuk berpikir.

Ali mengambil ponsel Gissele yang terjatuh di hadapannya, ''Apa sih maksudnya?!'' gumam nya pelan sambil membuka lockscreen ponsel adik nya itu, dan langsung membuka aplikasi youtube, mencari vlog terbaru Prilly.

Setelah menemukanya ia mengklik langsung, dan muncul lah wajah Prilly di situ dengan seseorang di sampingnya, kalau tidak salah ia adalah gitaris yang mengiringi Prilly bernyanyi, saat membuat video untuk youtubenya.

''Hello!!! Welcome back too, Prilly Studio!!.''

Ali menarik sudut bibirnya, ia tidak tahan untuk tidak tersenyum, dengan serius ia menyimak isi video itu.

''Tetap bersama?''
''Jimmy Chen''
''Jimmy Chen 96, dan tetap kita ada di studio Rumah Ipong. Kali ini aku mau nyanyiin lagu, yang sering banget sih di request sama banyak orang gitu.''

''Kenapa ya orang-orang tuh seneng banget, nge-request lagu-lagu galau. Aku tuh bingung deh!?. Kaya aku tuh pengen nyanyi lagu yang bahagia, tapi ini dong, ini dong, pasti yang galau-galau deh''

''So lagu kali ini adalah lagu nya D'masiv Merindukanmu. Jadi lagu ini tuh emang, dalem banget sih!. Pokok nya disaat orang tuh yang, ini lagu yang menceritakan seseorang yang sedang merindu''
 
Ali tersenyum ketika melihat wajah Prilly yang begitu menggemaskan,

''Jadi kaya orang ini tuh pengen, ya disaat sedih atau seneng, gue pengen nya ada lo, ada di hidup gue. Cuma lo ya gatau dimana, dan gue udah gatau lagi. Tapi gue ya semoga lo denger kalo gue rindu sama lo. Gitu ceritanya gitu."

Ali melihat senyum itu, senyum Prilly yang sepertinya menutup kegugupan nya, agar mereka yang menonton tidak salah paham dengan apa yang ia katakan.

''Jadi ini kaya nya sang mantan, yang sudah lostcontact ya kaya nya ya ceritanya. Udah putus loscontact gak tau dimana, mungkin putus nya gak baik-baik, cuma pacar nya selalu merindukan dia, gitu loh. Ceritanya''

Lagi dan lagi Ali melihat kegugupan di wajah itu,

''Bang???'' tegur Gissel, Ali terlonjak kaget, dengan segera ia mengklik pause di ponsel itu.

''Apa?'' tanya nya bingung.

"Muka abang kenapa kek kepiting rebus gitu??" tanya Gissel setengah meledek Ali, ia yakin saat ini apa yang di rasakan abang nya itu sangat banyak. Misalnya rasa senang, sekaligus malu mungkin? Walaupun ia tidak tau tebakan nya tadi benar atau tidak.

"Hah? Eh enggak kok" jawab Ali dengan memalingkan wajahnya.

"Sana kamu ngapain masih disini abang mau mandi" sambungnya lagi, ia berdiri dan mulai mendorong pelan punggung adik nya itu untuk segera keluar dari kamarnya.

Sedangkan sang adik hanya tertawa melihat tingkah laku sang abang yang seperti ABG kasmaran.

''Bang hape aku'' teriak Gissel dari luar kamar Ali sambil tertawa,

''Nanti aja,'' balas Ali berteriak juga, sungguh ia malu kali ini.

"Bangg kalau pacar aku chat gimana?? Ih siniin hpnya" Gissel kembali berteriak, kali ini tidak tertawa tapi ia sedikit kesal.

"Bayii gaboleh pacaran ntar kalau dia chat abang yang bales udah sana" balas Ali dari dalam.

Mendengar itu sang adik hanya mampu tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya.

Icell tau bang, abang sama kak Ii masih sama sama punya rasa, hanya ego kalian saja yang terlalu besar, dan susah buat di kalahin, batin Gissell berbicara. Ia sejujurnya masih berharap bahwa Abang nya itu dapat kembali lagi dengan Prilly, tapi kalau pun itu bisa, pasti akan memakan waktu yang lama bukan. Ia hanya menghela nafasnya,

''Gissel pengen liat abang ketawa lagi,'' ucap nya bermonolog sendiri, ia berharap itu akan terjadi.

Lain dengan diluar, Ali didalam kembali melanjutkan menonton video itu, video yang membuat dirinya senang, walaupun ia tak tau itu benar-benar ditujukan kepada dirinya atau bukan.

***

-Bumi, 3 Februari 2019

itsmelliney_

Terhalang Ego! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang