"Besok pada free kan?" tanya Arbani pada Ali dan Prilly di ruang make up.
"Gue kosong kaya nya, soal nya waktu gue ngecek jadwal, lusa baru gue ada kerjaan" jelas Ali yang posisi nya duduk, dengan tangan memegang ponsel pintarnya, ia sedang fokus bermain game yang saat ini banyak di minati oleh masyarakat Indonesia.
Arbani menganggukkan kepalanya, "Kalo Lo gimana Prill??" tanyanya pada Prilly.
Prilly yang sedang membersihkan sisa make up nya, menatap Arbani dari kaca yang berada di depan nya.
"Free juga, tapi ya gatau kalo nanti ada acara dadakan atau apa. Kaya nya sih bener-bener kosong, karna gue belum mulai buat promo juga kan" ucap Prilly menjelaskan di sela-sela kegiatan nya membersihkan sisa make up di wajahnya.
"Pas! Yaudah besok kita bertiga quality time bareng, gue gak terima penolakan, titik gak pake koma".
Ali dan Prilly yang mendengar ucapan Arbani pun terkejut, dengan kompak mereka berdua langsung menampilkan ekspresi wajah mereka yang ntah mengapa tidak bisa di baca oleh Arbani.
"Why??" tanya Arbani tanpa dosa, "Ayo lah, kan udah lama nih kita ga quality time bareng" lanjutnya.
Ali dan Prilly hanya diam mendengarkan ucapan Arbani.
"Oke fix kalo kalian diam, itu tandanya kalian setuju. Besok jam 8, gue tunggu di PIM".
Arbani pergi begitu saja, sebelum Ali dan Prilly mengeluarkan kalimat protes mereka. Mau tidak mau kan, mereka harus.
Iya, harus ikut, catat baik-baik, Harus. Seperginya Arbani, Ali yang berada tidak jauh dari Prilly pun langsung menatap Prilly.
"Lu beneran kosong??" tanya Ali pelan, iya pelan, sangat pelan, namun masih terdengar jelas di telinga Prilly.
"Iyaa kosong" jawab Prilly singkat, padat dan jelas.
"Berarti bisa q-time sama Arbani dan juga gue ya" tanya Ali lagi,
"Hmm" Prilly menggumam sebagai tanda ia sudah menjawab pertanyaan Ali.
***
PIM, 08:30 WIB.
"Ck Ali mana sih, udah lewat jam 8 loh" gerutu Arbani kesal karena yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang.
"Kebiasaan" gumam Prilly pelan yang tentu saja tidak di dengar oleh Arbani.
Sekitar 5 menit kemudian, Arbani melihat sosok yang ia tunggu. Siapa lagi kalo bukan Ali, tapi guys ada yang aneh.
"Sorry gue telat" ucap Ali meminta maaf, "Iya deh gue maafin, tapi kan Li ini bocah ngapain ikut?" Arbani bertanya sembari menunjuk Verel yang tampang nya minta di tabok.
"Ya gapapa, gue tadi jemput dia dulu, salahin dia tuh lama banget bangun nya" jelas Ali.
"Yaudah ayo langsung aja kemana dulu ini, gausah lama-lama" ucap Prilly sedikit ketus, mungkin?.
Ali menatap Prilly sebentar kemudian menatap Arbani, dan kemudian mengangguk pertanda isyarat.
"Kita ke Timezone dulu ayo" Arbani mengajak Ali, Prilly dan Verel untuk ketempat itu terlebih dahulu.
Oke, mereka tau kalau umur mereka itu sudah tidak bisa di bilang anak-anak lagi namun tidak salah kan jika mereka masih mempunyai sedikit sikap kekanakan.
"Main dance itu ayo" usul Verel sembari menunjuk satu Pump It Up disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tapi itu ga bisa berempat harus berdua". Prilly menyela ucapan Verel, perasaan nya tidak enak.
"Ya emang sih tapi kan kitaa bisa gantian gue sama Verel dan lu Prill, sama Ali" ucap Arbani santai.
Mendengar jawaban Prilly, Ali tentu saja terkejut, ia bingung kenapa Prilly bisa menyetujui segampang itu.
"Yaudah lo sama Ali duluan Prill sana" suruh Verel pada Prilly dan Ali.
"Sekarang nih?" tanya Prilly memastikan, Arbani dan Verel mengangguk sebagai jawaban.
"Oke, ayo Li" ajak Prilly yang langsung saja menarik tangan Ali untuk mengikutinya.
Ali menatap kedua sahabat nya yang tersenyum jahil sambil melambaikan tangan.
Okey, Ali tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa pasrah mengikuti Prilly.
"Prill lo aja deh, gue udah lama tau ga main beginian" tutur Ali.
"No! Udah deh ayo naik sini, udah mau mulai tuh, ih Ali buruan" kata Prilly tak sabaran.
"Iya-iya" balas Ali yang mau tak mau mengikuti Prilly, mengambil posisi di sebelah kanan gadis itu.
"Kalo lo kalah, beliin gue eskrim yang cup nya gede, titik ga pake koma" Prilly tersenyum saat mengucapkan nya.
Ali yang merasa diri nya di tantang itu tentu saja tidak langsung meng-ia kan ucapan Prilly, yang tentu saja tanpa ada nya tantangan ini ia sudah pasti membelikan apapun yang gadis itu inginkan.
"Dan gue gaakan kalah" Ali menjulurkan lidahnya kearah Prilly, "Ih liat aja nanti, ayo buktiin" balas Prilly.
Kemudian mereka sama-sama memfokuskan pandangan kearah monitor dihadapan mereka.
Begitu iringan musik berbunyi, Ali dan Prilly kompak menggerakkan anggota tubuhnya sesuai arah panah di monitor.
Tak jarang keduanya tertawa ketika salah atau benar dalam melakukan gerakan. Hal itu tentu saja mendapat perhatian dari orang-orang sekitar yang baru sadar bahwa ada 2 anak manusia yang sudah lama tidak bersama, yang sudah lama tidak menunjukkan keakrabannya, sedang tertawa bahagia bersama.
Hal itu tentu saja di abadikan oleh mereka, baik dari foto atau pun video. Bahkan Arbani dan Verel sudah live di Instagram mulai dari Ali dan Prilly menuju wahana itu.
Kalian tau kan apa yang selanjutnya terjadi di dunia persosmed-an?. Tentu saja heboh, bahkan mungkin nanti bermunculan tagar-tagar tentang Ali dan Prilly yang mungkin saja bisa menjadi trend di Indonesia.
****
Hai guys:) maaf baru update yah, para author sok sibuk 😂😂. Menurut kalian, ini Ali atau Prilly yang bakalan menang yah? 😂😂 Adakah disini #timAli atau #timPrilly ??? Komen di bawah😂😂 jangan lupa like nyaaaa share cerita ini kalo perlu, makasihhh❤️❤️❤️