BAB 19

1.1K 117 36
                                        

Budayakan Vote sebelum baca, dan Comment sesudah baca yah guys!
______

Baca sampai selesai, biar ga salah paham hihi :D
_______

Happy Reading!

______________

"Eng!,"

"Loh Bang Ali? Kok disini? Sama siapa? Abang ada kerjaan lagi? Jauh banget sampe kesini Bang," serbu Rachel dengan berbagai pertanyaan yang langsung ia ucapkan begiu saja kepada Ali. Pasalnya. Bukan merasa tidak senang bahwa ia dan Ali saat ini bertemu secara tidak sengaja. Ia hanya heran, mengapa Ali bisa sampai disini.

Oke, sedikit penjelasan. Saat ini, Rachel atau yang lebih kerap di sapa Eeng oleh Ali itu untuk beberapa alasan, tidak bisa menjadi assisten pribadi Ali. Mungkin salah satu dari sekian banyak nya alasan untuk hal itu adalah, karna Ali juga jarang memiliki job untuk syuting. Pekerjaan yang ia lakukan sekarang juga banyak di luar dunia keartisannya.

Back to topic.

Ali meringis pelan, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia membuka masker yang ia pakai sebelum membalas ucapan Rachel. "Iya ada kerjaan. Tapi, udah selesai. Lo mau kemana? Ikut dong, naik mobil gue aja. Kebetulan juga, gue sama Baja belum pengen pulang, Icell juga sama," jelasnya langsung.

"Yakin mau ikut gue lo Bang?? Oke deh, ayo," seru Rachel dengan semangatnya. Kalau kalian mau tau saat ini posisi mereka tuh kalau di gambarin, mereka lagi ada di tempat parkir tepatnya di depan sebuah mini market yang berada di suatu daerah di Indonesia. Kalau kalian, ingin menebak-nebak yah silahkan.

Ali menaikkan sedikit alisnya ketika melihat reaksi Rachel yang aneh menurutnya itu. "Kok semangat banget?," tanyanya heran. Rachel hanya menunjukkan deretan gigi putih nya saja, sebelum pada akhirnya ia menarik Ali masuk ke mobil, untuk memperlancar aksinya.

"Gini dong Bang. Wajah mulusnya keliatan lagi, kan Alicious seneng'' ungkap Rachel setelaj berhasil mendudukkan dirinya di depan, tepat disamping Baja yang memang berada di kursi kemudi. Sedangkan Ali, ia berada di jok bagian tengah bersama adik kesayangannya, Gissel.

"Itu aja musti Icell paksa dulu kak, baru mau dianya nyukur brewok nya itu," saut Gissel seperti menggerutu, kedengarannya. Ali mencubit hidung mancung milik adik cantik nya itu. "Bawel yah, tugas kuliah kamu tuh di selesaiin. Abang ga ngerti yah kenapa LSPR  nerima kamu jadi mahasiswinya disana? Padahal bawel gini" ucap Ali menjahili adik nya itu.

Gissel cemberut, "Itu karna Icell pinter, dan pihak kampus tau kalo Icell calon adik ipar mahasiswi cantik yang penuh ambisius, pintar, kaya kak Prilly. Aduh ya ampun, jadi kangen deh. Kalo aku ketemu kak Prilly nanti, aku bakalam minta dia jadi guru privat aku, biar pintar nya nular" ocehnya dengan semangat.

Ali hanya menggelengkan kepalanya saja, sebelum akhirnya mengeluarkan kalimat yang sukses membuat adik cantik nan manis nya itu kembali kesal.

"Berarti kamu kurang pinter. Buktinya mau jadiin Prilly guru privat kamu. Lagian nih Cell, emang Prilly mau punya adek ipar yang bawel nya kebangetan kaya kamu???" ledek Ali sembari tertawa lepas. Kesal yang Gissel rasakan tidak sebanding dengan rasa senang yang membuncah di dada nya begitu mendengar dan melihat Ali tertawa di hadapannya hanya karna membahas perbandingan kepintarannya dengan Prilly.

Tidak apa lah, kalau ia selalu di bully oleh Ali jika di bandingkan dengan Prilly, ia rela asal bisa melihat abang tampan nya itu tertawa lepas seperti tadi, pikirnya begitu.

Bukan tanpa sebab Gissel berpikir seperti itu. Pertengahan 2018 lalu, lebih tepat nya mungkin 3 tahun lebih beberapa bulan yang lalu. Gissel mendapati perubahan kepribadian abang nya yang sangat drastis. Ia menjadi lebih pendiam, dan lebih tertutup. Entah apa yang membuat abang kesayangannya menjadi seperti itu. Ali tidak mengatakan apapun yang dia rasakan baik dengan mama nya, Alya kakak nya, Baja sepupunya, dan dia sebagai adiknya atau siapapun itu mengenai isi hati dan pikiran Ali. Tidak ada yang tahu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 07, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Terhalang Ego! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang