Maaf kan author bila ada ketypo-an:).
Plis vote dulu sebelum baca, comment sesudah membaca:). Thank you guys:).
_________
Play music : Aliando Syarief - Pergi Dari Hatiku
____
''Aku akan berusaha ikut bahagia dengan pilihanmu meskipun aku tidak mau.''
-Aliando Syarief-
________________________
''Hai guys, welcome back to my youtube channel. Kali ini aku bakalan nge-vlog yah hehe. Sekarang ini aku bakalan otw kemana Ma?,'' tanya Prilly kepada Ully sembari mengarahkan kamera vlog-nya itu ke sang mama.
''Kita mau ke galprem film kain kafan hitam, nyamperin Maxiem,'' jawab Ully tertawa pelan. Prilly juga ikut tertawa karna ucapan sang mama,
''Oke guys, jadi hari ini aku mau ke Lippo Mall Kemang, karna emang acara galprem nya itu diadain di sana, jadi sekarang ini, aku sama mama disupirin Raja tuh, bakalan pergi kesana. Buat apa? Ya buat dateng lah pokok nya yah,'' ucap Prilly sembari tersenyum,
''Ehh iya kelupaan, aku disini udah nyiapin bucket bunga buat Max, dan semoga dia suka yah. Kita ketemu lagi nanti okeyy,'' sambung Prilly dan langsung mengklik pause pada kamera vlog-nya.
''Bakalan rame ga ya kak?,'' Raja bertanya kepada Prilly, yang hanya di balas gelengan kecil oleh sang kakak.
***
''Li ayo lah temenin gue, masa gue ga pergi sih, ga enak tau, udah di undang juga. Ayolah Li, lo kan lagi libur nih temenin gue sekali-sekali kek, ah lo mah'' rengekan itu berasal dari Alya atau Kaia, kakak kandung Ali.
''Gue males Kai,'' ujar Ali yang seperti biasa memanggil kakak nya dengan seenak nya. Terkadang Alya, terkadang Al, terkadang Ya, terkadang juga Kaia. Bikin kesal saja.
''Ish Li ayo ngapa dah, kalo lo temenin gue janji deh gue traktir makan apapun yang lo mau, yah yah,'' bujuk Alya kepada Ali. Kalau kalian bertanya-tanya mengapa Alya membujuk Ali, jawabannya adalah karna Alya mendapatkan undangan langsung dari Haico, aktris cantik yang memang sebelumnya itu pernah dekat dengan Alya sendiri sebagai teman.
Haico mengundang Alya untuk datang di acara Gala Premier film nya ini, oke Alya sebenarnya sudah tau, mengapa adiknya itu menolak untuk ikut dengannya.
Yap!. Itu karna ya kalian tau sendiri lah, Ali terlalu risih bila ada urusan yang mengharuskan dirinya untuk bertemu dengan, kekasih dari mantannya itu. Ups. Yang di sebut mantan saja, entah menganggap Ali sebagai mantannya atau tidak sama sekali.
''Li ayo lah, janji deh ini yang terakhir,'' pinta Alya kembali, kali ini ia memintanya dengan sangat-sangat memelas. Ntah seburuk apa wajah Alya saat ini.
"Ck oke oke iyaa tapi gak lama" ucapan Ali terdengar sangat singkat, padat dan jelas di telinga Alya.
"Ya mana bisa filmnya aja lama" cercah Alya menatap Ali dengan tatapan protesnya,
''Gue ikut nonton gitu? Masuk? Ck Kai, gue kira gue ikut nganterin lo doang, trus gue bisa bebas jalan-jalan nyari makanan, masa gue harus ikut masuk juga?,'' protes Ali.
Ayolah ia tidak bisa di perlakukan dengan tidak adil seperti ini, terlebih pelaku itu adalah kakak kandungnya sendiri.
Ali membayangkan bila tiba nanti disana, ia akan bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Bagaimana reaksinya?. Pikiran Ali menerawang kemana-mana, ia menerka-nerka apa yang akan terjadi bi ia ikut dengan Alya.
''Harus masuk Li, plis yah yah kali ini aja kok,'' suara Alya kembali menyadarkan Ali yang pikirannya ntah dimana.
''Ck oke iya,'' putus Ali kemudian. Selanjutnya yang terjadi adalah, Alya yang memeluk Ali dengan senang, bahkan sangat senang.
Seneng nya lo Kai, diatas penderitaan gue ntar, batin Ali sedikit menggerutu.
****
''Max mana ya Ja?,''
''Mana gue tau kak, liat kesono, jan ke kamera mulu,'' omel Raja kepada Prilly.
