8

62 17 10
                                        

Beberapa tahap lagi

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

"Hutan terlarang?" tanya Kenaz. Straw dan Bii menganguk. 

"Tetapi disanalah para Neraida berada," jawab Bii. 

"Tempat mereka disebut Desa Neraides," lanjut Straw.

"Tidak banyak yang diceritakan dibuku yang kami baca, kami sendiri tidak tau bentuk mereka," ujar Bii. 

"Ya, karena buku yang kami baca berada di seksi terlarang perpustakaan kami. Hanya Neraides yang dapat membuat mimpi, jadi kemungkinan besar Diavolos telah menjajah mereka," jelas Straw.

"Hei kalian cepat tidur, aku melihat kalian," ujar Mona dari balik pintu.

"Arhh, kami tidak mau," ujar Straw dan Bii serempak.

"Oh oh, kalian akan dihukum." Mona melangkahkan kakinya menjauh dari kamarku. Aku dapat mendengarnya dengan baik.

"Besok kita sambung lagi, kalian cepatlah tidur. Atau Nyonya Mona akan mengeluarkan senjatanya," ujar Bii. Mereka kembali tertawa bersama. 

Kami menyiapkan diri kami untuk istirahat, jarum pendek jam dinding dikamarku menunjuk angka satu. Kenaz pun segera melangkah masuk kedalam kamarnya. 

"Selamat malam semua," ujar Straw dan Bii.

•••

".... dua puluh tiga anak dinyatakan meninggal karena wabah yang menyerang mereka. Dua lainnya dinyatakan kritis...."

"Lihat wabah itu semakin menyebar," ujar Bii. Kami—Kenaz, Strawberry, Blueberry dan aku sedang duduk memperhatikan layar televisi. 

"Hai! Kenaz! Naya! Kalian membuatku tidak bisa tidur semalaman." Raya berteriak dan memelukku. Aku memeluknya erat. Voi juga tampak datang setelah Raya. 

"Oh, Voi kau sudah kembali, segera ke dapur, bantu aku." Mona berteriak dari dalam dapur. Voi segera berjalan masuk kedalam dapur untuk membantu Mona.

"Jadi ini Teris Filous terakhir?" tanya Straw.

"Oh, pastinya. Namaku Raya. Oh wow, kalian, wajah kalian, wow, rambut kalian," ujar Raya, dia tampak kagum dan bersemangat.

"Kau begitu bersemangat, kami Strawberry dan Blueberry," ujar Straw dan Bii. 

Raya melambaikan tangannya." Wow, nama kalian, seperti warna rambut kalian, wow."

"Panggil saja Straw dan Bii," ujar Bii.

"Kalian dari Ischyri?" tanya Raya. Straw dan Bii menggeleng dan mengambil tongkatnya. Raya bertepuk tangan kegirangan. "Badas! Ah, akhirnya aku menemukan teman."

"Sangat menyenangkan bila kami menjadi temanmu," ujar Straw dan Bii. 

Mereka bertiga sibuk dengan ceritanya. Aku berdiri untuk pergi kedapur, Kenaz juga tampak bosan, ia berjalan ke taman rumahku dibagian belakang yang searah dengan dapur.

Nightmare [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang