11

69 14 4
                                        

Kenyataan akan selalu menikammu dalam
Akan terasa perih bila kau terlarut dalam rasa itu
Terimalah
Ubahlah
Semua akan lebih baik
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Bep! Bep!

Aku terbangun, aku mendengar suara, seperti alaram.

"Hei bangunlah, Gennaia. Aku mengikatkan jam dilenganmu, mereka akan berbunyi sesuai dengan waktu Anthropus. Sekarang pukul dua pagi," ujar Mou. Ia berdiri ditengah pintu tenda. 

Aku dan Banns mendirikan dua tenda didekat permukiman Neraida, untuk tempat kami beristirahat. Aku segera berdiri setelah menguap, rasanya masih mengantuk. 

"Berdirilah, kau akan melewatkan ini," ujar Moi. Ia menarik tanganku. 

Kami segera keluar, satu dua Fos terbang mendekatiku. Tapi bukan itu yang ingin dia tunjukkan. Mou menunjuk para Neraida yang sedang mengendong karung transparan berisi tabung Fos dan satu terompet perak besar. 

"Mereka akan mengirimkan mimpi, kita harus mengikutinya. Tapi kita tidak boleh terlihat." Kami terbang mendekat dan berbaur dengan barisan para Neraida. Didepan kami terdapat sebuah kayu berbentuk cekung keatas dan turun sebuah bubuk berkilauan berwarna emas, mungkin jika di Anthropus kami menyebutnya 'Glitter'

"Kami menyebutnya Lampsi, dia membuat kami tidak terlihat oleh Makhluk hidup lain yang tidak terkena Lampsi."

Semua Neraida yang melewati Lampsi dan menghilang. "Semua yang melwati Lampsi dapat saling melihat. Kita tidak terlihat selama tiga jam." 

Kami terus berjalan mendekat. Sebentar lagi giliran kami bermandikan Lampsi. Mou berjalan lebih dulu, tubuhnya telah tersiram Lampsi dan menghilang. Aku segera berjalan maju, Lampsi menyiram tubuhku. Rasanya sedikit geli. Aku keluar, rambutku yang penuh dengan Lampsi segera kubersihkan. Aku dapat melihat rerumputan melalui tanganku, tetapi aku masih dapat melihat bentuk tanganku. Kini semua Neraida yang tersiram Lampsi dapat kulihat, termasuk Mou.

"Ayo, atau kita akan tertinggal."

Kami segera mengikuti Neraida yang lainnya. Mereka terjun kedanau dan menuju hutan. 

"Yah, mungkin ini pemandangan yang mengerikan untukmu. Berada ditengah hutan pukul dua malam. Tapi kau akan menyukainya," ujar Mou.

Beberapa Neraida terbang menjauh beberapa lagi memencar keseluaruh hutan.

"Lihat selain melakukan respirasi, pada malam hari tumbuhan juga tidur. Kau dapat melihat cirinya." Mou mendekat pada satu pohon, ia terbang mendekati rantingnya. Tangannya menyentuh daunnya. "Lihat tumbuhan ini terkulai, daun dan batangnya berubah posisi sebelum matahari terbit. Ketika padi mereka akan kaku kembali." Mou menjelaskan dengan menunjukkan bagian pohon itu. Guruku tidak pernah menjelaskan bahwa tumbuhan dapat tertidur. 

"Dan ini saatnya mereka bermimpi." Mou tersenyum. Salah satu Neraida yang membawa Fos datang mendekat menuju pohon yang sedang kami bicarakan. Ia mengeluarkan trompet itu dan memasukan salah satu Fos kedalamnya. Ia mendekat ketengah pohon. Ia mendekatkan mulutnya pada terompet itu dan mengarahkan pada pokok pohon, lalu meniupnya. Fos berwarna hijau keluar dari terompet dan terbang masuk kedalam batang pohon.

Nightmare [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang