"mamah kok bisa sampe pingsan gini?"
pertanyaan nabilah tak diindahkan shania yg hanya tersenyum kecil padanya.tangannya terulur menyentuh lembut kepala putrinya yg kini sudah dewasa dan cantik
"mama bahagia memiliki kamu"mendengar ucapan shania membuat nabilah ikut tersenyum dan menggenggam tangan mamanya
"aku lebih beruntung bisa hidup bersama mama"
mata shania berkaca-kaca mendengar penuturan nabilah yg jauh berbeda dari zara.rasanya sangat sakit saat ia membayangkan zara yg sama sekali berbeda dengan nabilah
tess
senyum shania pudar saat sadar sesuatu terjadi pada putrinya"sayang,kamu mimisan!?"
nabilah menatap shania bingung,memegang hidungnya dan benar saja darah sudah mengalir keluar dari hidungnya
dengan cepat nabilah mengambil tisu yg ada dinakas samping bangsal shania dan mengelap darahnya
"aku gakpapa kok mah,cuman mimisan sebentar paling cuman kecapean aja"ujar nabilah memaksakan senyum saat kepalanya yg mulai berdenyut sakit
shania tak menghiraukan nabilah lalu memeluk erat putrinya seolah olah mungkin ia akan kehilangan putrinya itu
"udah mah,aku gakpapa kok"ucap nabilah mengelus punggung shania membiarkan rasa sakit yg tak tertahan itu semakin menjadi
shania melepaskan pelukannya dan mengecup pucuk kepala putrinya itu membuat nabilah tersenyum manis
"udah ya mah,jangan sedih terus aku jadi ikut sedih"ucap nabilah membuat shania ikut tersenyum dan mengangguk
"mah,aku anterin pulang ya,soalnya jadwal aku udah seles--"
ucapan nabilah terhenti saat tepat di depan pintu ruang rawat shania,berdiri sosok yg tak asing lagi yg tak lain adalah melody
"kak mel..."sambung nabilah tersenyum lalu berjalan memeluk melody begitupun melody
shania yg melihat kedekatan keduanya pun tersenyum,sudah ia duga suatu saat mereka pasti akan dipertemukan kembali
"sore tante..."sapa melody ramah pada shania yg tersenyum padanya
"sore melody,kamu kerja disini juga?"mendengar itu melody pun menggeleng pelan sambil tertawa kecil
"mama aku dirawat tante,jadi aku ada disini.."jelas melody membuat shania terdiam
jadi nabilah sudah bertemu naomi?
"kak mel,aku mau anter mamah kerumah dulu ya"ujar nabilah pelan sambil memijit kepalanya yg kembali berdenyut
"yampun dek,kamu pucat banget.kamu sakit?"tanya melody mendekat ke arah nabilah
nabilah tersenyum tipis dan menggeleng"eng-enggak kok kak"jawab nabilah pelan
melody terus menatap nabilah intimidasi kemudian menghela nafas panjang"kayaknya kamu kurang sehat deh dek,biar kakak aja yg anter tante shania ya.kamu temenin ma-mamah sebentar"ujar melody menbuat shania pun mengangguk setuju
"kamu juga harus chek kesehatan kamu nabilah.mama pulang sama melody aja soalnya mama tau kalo kamu masih ada satu jadwal operasi kan?jangan lupain kesehatan kamu nabilah.."timpal shania membuat nabilah tersenyum simpul
"iya mah,mamah jangan nunggu aku ya.mamah juga harus istirahat dan jangan banyak pikiran"shania mengangguk lalu mengecup kedua pipi putrinya itu
melihat itu melody tersenyum kecil saat teringat kenangannya bersama nabilah dan naomi
"ayo mel.."
"iya,dek kita pergi dulu yah"melody yg tersadar pun mengangguk menuntun shania untuk ke luar dari rumah sakit.
selepas kepergian keduanya,nabilah pun berjalan gontai menuju ruang pasien yg akan di operasinya.disana sudah ada gracia juga vino
"akhirnya kamu datang dek,pasien ini harus cepat kita operasi.."nabilah mengangguk memasang peralatan operasinya setelah membasuh kedua tangannya
"sshh..pusing banget"gumam nabilah memijit pelipisnya sebelum memasuki ruang operasi
gracia yg melihat itu pun mulai khawatir"dek kamu gakpapa kan?"
nabilah menoleh ke arah gracia dan tersenyum tipis"gakpapa kok kak,yuk masuk.."ujar nabilah memasuki ruang operasi terlebih dahulu meninggalkan gracia yg masih mengkhawatirkan kondisinya
.
.
brakkk!
"dasar dokter gak guna!!kenapa kalian bunuh adik aku hah!"
nabilah,vino dan gracia hanya terdiam saat kakak dari pasien yg dioperasinya tampak mengamuk saat tau jika operasi adiknya gagal dan tidak bisa diselamatkan
"terutama untuk kamu!bukannya kamu sudah ahli mengoperasi tapi kenapa kamu bunuh adik aku hah!jawab!!"pekik kakak dari pasien tersebut sambil menunjuk nabilah yg hanya bisa tertunduk,ia merasa gagal menjadi dokter
vino yg melihat itu pun geram"maaf mas jinan,tapi ini bukan sepenuhnya salah kami apalagi nabilah,ini semua sudah jalannya dari tuhan!"balas jinan dengan raut menahan emosi
"kak vino udah,ini memang salah aku yg lamban mengoperasinya..."ujar nabilah lirih
"dasar dokter gadungan kalian!!"pekik jinan lalu meninggalkan mereka dengan perasaan penuh anarah
vino menghela nafasnya berat lalu menepuk bahu nabilah"jangan perdulikan ucapan dia ya bil"
nabilah hanya tersenyum kecil dengan wajahnya yg semakin pucat"kak vino,kak gre aku mau istirahat sebentar ya.."ucap nabilah lalu berjalan gontai menuju ruang rawat naomi meninggalkan gracia dan vino
cklek
menatap wajah tenang naomi yang sedang tertidur membuat nabilah sedikit lega.dengan senyum tipisnya nabilah duduk di samping ranjang naomi dan mengenggam tangan sosok yang sangat disayanginya seperti shania
"aku sayang mama.."lirih nabilah menatap sendu naomi
"aku gagal nyelamatin pasien itu mah,aku gagal.."ujar nabilah dengan mata berkaca-kaca
dengan wajah yang semakin pucat dan denyut di kepalanya yang semakin menjadi membuat nabilah merasakan sakit yang amat besar.
"arrg"ringis nabilah memegangi kepalanya sambil menatap samar wajah naomi
"jangan sekarang..."lirih nabilah saat akhirnya pandangannya pun menggelap dan--
brakkk
"nabilah!"
akhirnya apdet juga,tapi tenang kali ini bakal apdet langsung end kok
happy reading!
