Melody menatap sendu wajah adiknya yang terbaring diranjang dengan wajah pucat dan selang infus di tangannya.
genggaman tangannya semakin kuat pada Nabilah begitupun Shania yang baru tiba dirumah dan Naomi yang kini sudah berada diruang Nabilah saat mendengar kabar tentang Nabilah keduanya pun berlari tergesa-gesa menuju ruang inap Nabilah
bukan hanya mereka bertiga disana melainkan vino,Gracia berada disana setelah mengetahui kabar yang sulit tuk mereka percayai
"Bagaimana bisa ini semua terjadi dek..?"Lirih Melody dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya
Kecewa,sedih,marah bercampuk aduk begitu mengetahui kenyataan pahit jika adik yang selama ini ia sayangi menderita penyakit ganas yang mematikan
flasbaek on
"tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya!"ujar Melody begitu dua perawat Membawa Nabilah menuju Ruang UGD
"Baiklah silahkan tunggu dan mohon maaf anda tidak bisa masuk.."
Melody terdiam Lirih begitu pintu tertutup dan berharap jika Nabilah baik-baik saja.hingga derap langkah yang tergesa-gesa membuat Melody menoleh menatap Vino dan Gracia yang kini berjalan menghampirinya
"Apa yang terjadi sama Nabilah kak?"Tanya Gracia yang digelengkan lirih Melody
Vino mengusap kasar wajahnya"sudah kutebak penyakit ini semakin berbahaya untuk tubuhnya.."
Deg
"P-penyakit..?"Beo Melody tak percaya
Vino terduduk lemas begitupun Gracia"Dia selalu saja terlihat kuat padahal aku tau dia sangat rapuh."Lirih Gracia
Melody menggeleng pelan merasakan sesuatu yang ganjal"Apa yang terjadi sama Nabilah?Penyakit apa yang dideritanya?!"Tanya Melody dengan air mata yang sudah mengalir
Gracia mendongak menatap Melody"apa hubungannya dengan kakak?"
Melody mengusap wajah kasar"Saya kakaknya!dan saya berhak tau apa saja yang terjadi dengan adik saya!"Seru Melody membuat Gracia terkejut tak percaya
Melody terduduk lemas menutupi wajahnya dengan tangannya"a-apa yang terjadi sama kamu dek...? "Lirih Melody membuat Gracia menjadi tak tega melihatnya
"Nabilah dia.. "Gracia memejamkan matanya sejenak"Nabilah menderita penyakit kronis yang sudah memasuki stadium akhir Tapi dia terus saja bersikap seolah tak terjadi apa-apa.. "Lirih Gracia membuat melody mendongak mendengarkan penjelasn Gracia
"Aku bertemunya disaat dia dengan peluh di wajahnya membantu aku yang saat itu ketakutan dimana banyak preman menghadangku. Dengan berani dia menolongku saat itu, wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang kurus itu mendadak pingsan di tempat itu. Aku yang panik menelpon kakakku Shani yang langsung membawa Nabilah kerumah sakit ini.sejak itu aku tau dia sangat menforsi batin dan fisiknya yang membuat Dia mengalami penyakit mengerikan itu... "Jelas panjang Gracia
"Dia selalu bercerita jika dia sangat merindukan kakaknya.. "
Lanjutan Gracia membuat tangis seorang Melody pecah begitu saja.pikirannya seolah kembali berputar pada masa lalu dirinya dan Nabilah
Flasbaek off
"K-kak u-gh, a-air.. "
Melody yang sedang melamun langsung terjaga begitu mendengar suara lirihan dari seseorang yang kini baru saja membuka matanya.Melody pun langsung mengambilkan minum untuk Nabilah yang baru saja sadar
"Dek..." setelah minum Melody kembali menaruh gelasnya di atas naskah dan membantu Nabilah untuk bersandar pada ranjang
"Syukurlah kamu sudah sadar" Ujar Melody memeluk Nabilah, betapa takutnya dia kehilangan Nabilah yang kedua kalinya lagi dan dia tidak ingin itu terjadi
