depokbulan #2

1.6K 321 33
                                        

minor edit.

"bin, gimana? kapan nikahnya sama gichan?"

istri adik ayah hyunbin, alias ibu junho, adalah satu dari sekian banyak anggota keluarganya yang masa hyunbin temui.

contoh singkatnya adalah pertanyaan menyebalkan yang hampir seperti sapaan dari bibinya satu itu.

"iya, bin. kapan? udah pacaran lama kan sama gichan?"

atau juga pertanyaan dari adik ayahnya yang lain, yang akan menimpali dan mendukung ibu junho.

hyunbin cuma menarik senyum kecil formalitas. udah kenyang dengan pertanyaan semacamnya selama setahun terakhir.

padahal keluarga dari pihak ayahnya sering kali membuat acara bersama. entah makan malam keluarga, perayaan kecil-kecilan, atau sekedar bakar-bakar di halaman belakang.

frekuensi hyunbin menerima pertanyaan sejenis cukup bikin gumoh.

"sabar ya, lan. mami emang suka gitu."

junho muncul di sampingnya tiba-tiba, membawa senampan jagung untuk dioles mentega sebelum dibakar.

hyunbin hanya diam, antara tidak tertarik membalas dan tidak tau harus membalas apa.

"gue tuh ga enak tau, lan, sama lo. mami nanyain lo gitu mulu, padahal gue ngerti kalau lo masih nyaman berkarir."

hyunbin menghela napas. "yaudah sih, jun. udah tebel telinga gue buat dengerin sindiran mereka."

junho meringis, dalam hati mencibir diam-diam ibu dan bibinya yang begitu enteng berkata tanpa memikirkan menggores hati kakak sepupunya satu itu.

.

.

.

moon hyunbin dilahirkan di keluarga yang sedikit konservatif.

orangtuanya selalu ingin hyunbin menikah segera setelah dia lulus kuliah. katanya keburu mereka tua lah, keburu disalip sepupunya junho lah, keburu pengen gendong cucu lah.

seribu satu alasan untuk membujuk hyunbin pokoknya. memojokkan hyunbin seakan dia sudah di akhir tigapuluhan yang mengkhawatirkan.

"bin, gichan kapan mau ngelamar?"

ibu hyunbin bertanya sambil meletakkan sepiring kukis di meja teras.

hyunbin yang sedang membersihkan sepatu berdecak kecil.

"bu, berapa kali sih hyunbin harus jawab pertanyaan yang sama?" katanya lelah.

ibu hyunbin duduk di kursi yang lain sambil menyesap pelan teh panasnya.

"ayah sama ibu kan pengen tau, bin. lagian gichan juga udah lama nggak main ke rumah. gabisa nih ibu nanya sendiri ke orangnya."

hyunbin diam beberapa saat, masih menggosok sol sepatunya.

"ayah sama ibu kenapa sih ngebet banget hyunbin nikah cepet?"

ibu hyunbin terlihat menerawang sejenak.

"ya kalau udah ada calon dan cocok, kenapa nggak sih, bin? ayah sama ibu malah takut kamu terlalu asik kerja sampe lupa buat nikah."

hyunbin mencabut selembar tisu, menggunakannya buat mencomot kukis dan memakannya.

"hyunbin gamau, bu, maksain ke kak gichan buat nikah cepet-cepet. keputusan buat nikah kan nggak seremeh itu. kak gichan juga lagi di puncak karir banget, bu, nggak gampang buat nentuin nikah sekarang."

gichan dan karirnya sebagai model memang sedang ada di puncak. jadi model tetap untuk nerdy dan ader erorr,  tawaran ikut runway ramai, dan bolak-balik tampil di majalah mode terkenal di korea.

epithalamion ; pdx101Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang