Jaehyun terbangun dengan perasaan puas. Entah mengapa tubuh dan hatinya terasa ringan. Mungkin karena.. akhirnya ia mendapat pinjaman? Sekaligus mendapatkan kenikmatan dari bosnya yang super cantik?
Jaehyun tersenyum lalu matanya melirik ke arah Taeyong yang masih tertidur. Lelaki itu terlihat semakin cantik jika sedang dalam keadaan tak berdaya seperti ini. Membuat Jaehyun jadi menyu—
Aish! Apa yang Jaehyun pikirkan! Ini semua demi Chaeyeon! Jaehyun mau-mau saja melayani bosnya agar mendapat pinjaman uang untuk biaya persalinan istrinya. Jaehyun terus meyakinkan hal itu dalam hati.
Setelah Jaehyun mendapatkan pinjaman uangnya dan Taeyong puas akan dirinya, Jaehyun bisa hidup kembali dengan normal bersama istrinya.
Ya.. itulah rencana Jaehyun..
Tak tahu jika hatinya nanti akan berubah.
Ponselnya berdering dengan keras membuat Taeyong terusik dari tidur indahnya. Ia mengerang kesal sebelum mengumpulkan nyawanya dan mengangkat telpon tersebut.
Baru saja Taeyong ingin memaki, rupanya yang menelponnya adalah seseorang yang amat ia rindukan.
"HAL—"
"Yongie-hyung! Kenapa baru diangkat? Jeno rindu tahu~~"
Nyawa Taeyong seketika terkumpul semua. Matanya menatap nama yang tertera pada layar ponselnya.
Love♥️
"J-jeno? Uhh! Aku juga sangat merindukanmu!"
Baru saja Taeyong ingin berjalan ke balkon untuk mendapatkan privasi, sebelum ia mengerang kesakitan pada bagian pinggang dan lubangnya.
"Yongie-hyung? Kau baik-baik saja? Ada apa? Kenapa suaramu terdengar kesakitan begitu? Siapa yang menyakitimu? Yongie-hyung katakan sesuatu! Yo—"
"Ssttt! Aku tidak apa-apa sayang. Hanya terpeleset tadi di kamar mandi."
Taeyong mendelikan matanya sinis menatap Jaehyun yang tengah menahan tawa. Ia memberikan gerakan isyarat mengusir pada lelaki tampan itu. Tapi entah keberanian darimana, Jaehyun tidak menurutinya. Malahan dengan beraninya, Jaehyun memeluk tubuh mungil atasannya seraya menenggelamkan kepalanya pada perpotongan leher Taeyong. Membuat Taeyong mendesah tertahan.
"Yongie-hyung?"
"Eunghh m-maafkan aku Jeno, pinggangku sakit sekali akibat terpeleset kemarin. Shh.."
Taeyong mendesah kegelian ketika Jaehyun mulai menjilati puting susunya. Lalu mencubitnya kasar saking gemasnya.
"A-ahh!"
"J-jeno-ya, aku ingin mengobati pinggangku dulu ne?"
"Kau tidak apa-apa hyung? Apakah sangat sakit? Padahal kita belum lama mengobrol hyung. Tapi baiklah, istirahatlah yang cukup! Kau itu pasti kelelahan karena bekerja non-stop. Aku akan pulang dalam 2 minggu hyung. Tunggu aku ne? Jeno mencintai Yongie-hyung.."
"Umm.. m-maafkan aku Jeno-ya.. Aku juga mencintaimuu Jeno."
Setelah memastikan sambungannya terputus, Taeyong dengan gemas menarik rambut Jaehyun dengan kasar. Membuat sang empu memekik kesakitan.
"Aw aw aw! Ada apa denganmu? Aku kan hanya ingin memberikan service."
"Ada apa denganku? ADA APA DENGANKU PANTATMU! Bagaimana jika tunanganku tahu? Tck! Kau ini menye—"
Tanpa memperdulikan ocehan Taeyong, dengan seenak jidatnya Jaehyun mengangkangi atasannya. Lelaki tampan itu langsung menyodorkan kejantanannya yang sudah menengang di depan bibirnya. Kebiasaan lelaki dipagi hari saat bangun tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pervert Boss ✔
FanfictionTaeyong hanya berniat bermain sebentar ketika kekasihnya jauh disana. Tidak lebih- Mungkin. WARN! BXB AREA
