Chapter 15

11K 812 360
                                        


Chaeyeon memakan makanannya dengan perlahan. Ia sama sekali tak menghiraukan Jaehyun yang berada didepannya. Sementara Jaehyun memakan makanannya seraya menatap lurus ke arah istrinya yang sedari tadi enggan menatapnya.

Jaehyun tahu ia salah. Menduakan Chaeyeon yang selalu ada disisinya. Yang lebih memilih dirinya ketimbang menjadi penerus perusahaan keluarganya.

"Chae.."

Chaeyeon yang mendengar dirinya dipanggil, lantas menatap suaminya. Ia hanya tersenyum tipis sebagai jawaban sebelum kembali melanjutkan acara makannya tanpa berniat menjawab panggilan suaminya.

"Aku selesai. Kalau mas sudah selesai, letakkan saja. Nanti biar Chae yang cuci."

Jaehyun memandang kepergian istrinya dengan tatapan sendu. Ia merasa bersalah karena sudah menyakiti perempuan sebaik Chaeyeon.

Tapi mau bagaimana? Nasi sudah menjadi bubur. Ia terlanjur mencintai bosnya hingga ingin memilikinya bagaimanapun caranya.

Saat mereka berdua akan pergi tidur, Jaehyun mendengar istrinya bergumam sesuatu. Namun ia tak dapat mendengarnya dengan jelas karena posisi tidur mereka yang saling membelakangi.

"Chae setuju mas. Chae sadar tidak bisa jdi istri yang baik untuk mas Jaehyun. Chae akan berusaha sekuat hati untuk merelakan mas Jaehyun memiliki istri kedua asal mas Jaehyun bisa adil." Chaeyeon menggigit bibirnya saat ia merasa Jaehyun beringsut mendekatinya dan memeluknya. Ia lantas terisak kecil saat Jaehyun, suaminya memeluknya erat seraya menggumamkan kata maaf berkali-kali.

Chaeyeon terlalu mencintai Jaehyun hingga ia rela suaminya menikah lagi asal tidak meninggalkannya.

Chaeyeon bisa merelakan semua kehidupan mewah yang ia jalani sejak lahir demi bisa hidup bahagia bersama Jaehyun. Ia tak mungkin menyianyiakan perjuangannya dengan bercerai begitu saja dengan suaminya hanya karena Jaehyun tak sengaja menghamilinya oranglain kan? Kan?


-o-


Jaehyun tersenyum lebar hingga menampakkan dua dimple manis di pipinya. Membuat wajahnya yang tampan terlihat menggemaskan. Tapi tidak untuk Taeyong. Tangan lelaki mungil itu rasanya gatal ingin mencubit gemas pipi Jaehyun.

"Berhenti tersenyum! Kau terlihat seperti idiot!"

"Hehehe.. aku mencintaimu Taeyong~"

DEG

Taeyong menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdebar. Ia tak menyangka akan mendapat debaran itu lagi saat seseorang menyatakan cinta padanya. Dulu, hanya Jeno yang bisa membuat jantungnya berdebar menyenangkan. Sekarang, apakah posisi Jeno sudah benar-benar tergantikan oleh Jaehyun?

"Hei, kenapa berhenti sayang? Ayo! Kau kelelahan? Ingin ku gendong?" Tanya Jaehyun beruntun. Lelaki itu sudah siap berjongkok didepan Taeyong namun malah ditendang lelaki mungil itu.

"Tch! Aku masih bisa jalan sendiri."








"Jeno.. maafkan aku jika aku mulai mencintai Jaehyun."



-o-




"Aku pulangg~"

Teriakan Jaehyun menghentikkan Chaeyeon dari acara memasaknya. Ia kemudian menatap meja makan dengan tatapan puas sebelum mencuci tangannya. Chaeyeon sudah memutuskan bahwa ia akan berteman dengan calon istri kedua Jaehyun. Lagipula, bukankah ketika anak itu lahir bayi itu juga berarti anaknya?

Dengan cepat Chaeyeon berjalan tergesa menuju depan. Ia tersenyum manis saat melihat siluet Jaehyun tengah membawakan koper. Pasti milik calon istri keduanya.

Pervert Boss ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang