Revan Vianca /2/ #CHAPTER 9

315 25 0
                                        

"Merubah segalanya, menjadi lebih indah bersama denganmu"

Happy reading........

Selesai makan kerak telor, mereka akhirnya mengelilingi museum monas. Didalam tatanannya sangatlah rapi dan terlihat sangat berseni. Terdapat tempat penyimpanan bendera pusaka, lukisan lukisan pemandangan yang indah dan ada beberapa patung ir soekarno yang merupakan presiden RI pertama.

Vianca melihat itu semua dengan sangat takjub hingga dia lupa bagaimana cara mengantupkan bibirnya sendiri. Setiap kali dia melihat apa yang menurutnya indah nan menawan dia selalu mengatakan "wahh" "waw" kata kata yang menjelaskan tentang apa yang dia lihat.

"Lo dari tadi nggak berhenti nutup mulut lo" cecar revan

"Sumpah ini lukisannya bagus banget" ujar vianca membelai lukisan tersebut sangat lembut nyaris tak seperti lukisan lukisan pada umumnya

"B aja kali kelihatan kampungan kalo lo kayak gitu, udah mending kita keluar aja lah" kesal revan yang sedari tadi mendengar vianca yang tidak berhenti berhentinya berucap.

"Yaudah sih gue diem" ucap vianca menundukkan kepalanya

Revan tanpa aba aba langsung menyambar tangan kiri vianca. Revan membawa vianca pergi keluar museum tersebut.

"Kok keluar? Gue kan udah diem" ucap vianca dengan tatapan memelas

"Ck..Bosen gue, lo nggak seru sih" kesal revan sedikit berdecak

"Hmmm... yaudah kita pulang aja kalo gitu" jawab vianca kesal tapi juga menyesal

"Eh bentaran, Gue mau ngajak lo ke suatu tempat lagi" ajak revan merangkul pundak vianca yang lebih pendek darinya

"Kemana lagi? Gue pengen pulang, capek" vianca menolak tawaran revan dia sudah sangat malas untuk melangkah kan kaki nya.

"Ayolahh please... janji ini terakhir deh" kata revan mengacungkan jari kelingkingnya

Vianca sudah tidak bisa menolak lagi, dengan terpaksa vianca menautkan jari kelingkingnya dengan revan "hmm yaa"

"Nah gitu dongg, nurut kek anjing kkkk" ejek revan sambil cekikikan

"Bangsat lo!" Vianca ngatain revan, dan memukul belakang kepala revan

Buuggkk.....

"Ah auuu sakit geblek" adu revan sambil mengelus belakang kepalanya yang tadi dipukul oleh vianca

"Rasain!! jadi cowok kok gak pernah ngehargain cewek! Wleee" ucap vianca sadissss sambil memeletkan lidahnya yang berarti mengejek revan seperti anak tk

"Jadi cewek kok bar bar banget" ucap revan lirih

Tapi ternyata vianca masih bisa mendengarnyaa. Vianca menatap revan dengan nyalang. Sambil menggertakan giginya kesal

"Jadi jalan gak?! Gue capek berdiri disini debat sama lo!" Ujar vianca lumayan keras, dan hampir menjadi pusat perhatian orang orang

"Mulut lo bisa nggak volumenya dikecilin dikit? Gue disamping lo dan gue juga gak budek!" Revan mengoceh sambil menutup mulut vianca.

"Aduh emang suara gue itu kayak gini dari kecil hisshh" kesal vianca membela diri

"Udah ayo!" Ajak revan kesal

Revan langsung menarik tangan vianca, lumayan kasar untuk vianca yang lemah.

Mereka telah sampai di parkiran dan masuk kedalam mobil revan. Vianca tidak henti hentinya mengoceh dan mengomel kesal karena tangannya yang merah setelah ditarik oleh revan.

CUTE GIRL (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang