Sudah beberapa hari, seulgi dan irene tidak bertegur sapa, saat tak sengaja bertemu pun mereka seolah tidak mengenal 1 sama lainnya.
Bukan karena mereka ingin menghindar, namun hanya malu jika mengingat kejadian beberapa hari lalu di ruang kesehatan.
Seperti saat ini, keduanya tengah makan malam bersama kedua orang tuanya, dan mereka hanya diam dan mencoba tidak bertemu pandang.
"Apa kalian bertengkar? Tanya sang ibu - Tiffany.
"Anni" ucap keduanya kompak dan langsung melihat satu sama lainnya.
"Omo.. kedua anakku sangat kompak hehe" ucap tiffany lagi.
"Sudah biasa jika kita bertengkar dengan saudara, tapi jangan terlalu lama, ingat itu" kini giliran sang ayah - taeyeon bicara.
"Kami tidak bertengkar, benarkan noona" jelas seulgi.
"Oh. Ne.. ne"
"Bagaimana kuliah kalian? Baik-baik saja?"tanya tiffany lagi.
"Ne mommy. Bahkan kami 1 kelas, hehehe" seulgi tertawa yang dengan lucu membuat irene ingin ikut tertawa namun dia tahan.
"Syukurlah, kalian harus ingat untuk menjaga 1 sama lainnya"
"Tentu saja aku akan selalu menjaga noonaku"
"Anak pintar, yasudah lanjut makannya lagi sayang"
***
"Seulgi" teriak wendy menghampiri seulgi yang tengah diam di taman kampus.
"Oh wan, wae?"
" Ya seul, ada apa denganmu dan irene nonna, apa kalian bertengkar? Tanya wendy penasaran.
"Anni, kita baik² saja, ada apa?"
"Kulihat kalian seperti menjaga jarak, seul.. dengar.. apapun masalah kalian, kamu tidak boleh lari dari tanggung jawab" ucap wendy panjang lebar?
"Ne? Maksudmu?"
"Jangan pura² bodoh" wendy memukul kepala seulgi dan langsung lari.
"Ya seungwan!! Awas kau" seulgi berlari mengejar wendy.
Ditempat lain.
"Unnie, apa kau bertengkar dengan beruang bodoh itu?" Tanya joy
"Beruang?"
"Maksudku seulgi"
"Anni, kami baik² saja, wae?"
"Tapi yang kulihat tidak begitu, kalian seperti menjaga jarak"
"Hanya perasaanmu saja joy" ucap irene yang tengah membaca beberapa buku.
"Anniya.. unnie, apa karena dia terlalu kasar?"
"Kasar? Anni, seulgi tidak pernah kasar padaku" jelas irene kembali membaca bukunya.
"Jangan menyembunyikannya dariku unnie, aku sudah tau yang terjadi" ucap joy lagi
"Ya Joy-sii, kau bicara apa"
"Aaa unnie jangan pura² begitu"
"Aku benar² tidak mengerti" irene beranjak dari tempat duduknya untuk memasuki kelas.
"Aaaa unnie" rengek joy yang ditinggal irene.
.
Kini seulgi dan irene tengah mengikuti salah satu pelajaran mata kuliah, keduanya terlihat begitu serius memperhatikan penerangan yang dosen katakan, namun sebenarnya merasa gugup.
"Irene noona, begitu cantik" ucap seulgi dalam hati mencuri² pandang kearah irene yang berada disampingnya. Memperhatikan setiap inci dari wajah tersebut dan pandangannya terhenti pada bibir irene.
"Bibirnya begitu manis" lanjut seulgi dalam hati. Sedangkan irene sedari tadi pura² memperhatikan dosen padahal sedari tadi mengetahui bahwa seulgi tengah memperhatikannya.
"Apa yang dilakukan seulgi. Kenapa terus memperhatikanku, hhuuaa eomna ottoke" jerit irene dalam hati.
.
Seulgi membereskan barang²nya setelah kelas usai, berencana untuk segera ke ksntin karena perutnya sudah memberontak minta diisi, namun tiba² dia kaget.
"Aaaaaa . Serangga bodoh!! Kenapa malah masuk!!" Teriak irene disebelahnya.
"Noona wae??" Tanya seulgi panik.
"Seulgi-ya keluarkan serangga itu dari bajuku!!" Teriak irene ketakutan.
"Ne? Serangga dibaju?, Mana? Tidak ada noona"
"Itu dia masuk, palli seul. Aku geli"
Perintah irene.
"Oo.. ne ne aku ambilkan noona tapi maaf aku tidak bermaksud lancang" jelas seulgi yang dengan sangat deg-deg an memasukan tangannya kedalam baju irene.
Deg deg deg deg
Jantung seulgi rasanya tidak karuan, tapi dengan hati2 seulgi meraba2 mencari serangganya.
"Palli seul!!!" Teriak irene yang terus ketakutan.
"N-ne noona, ini aku tidak tau letak serangganya. Bisa kau tunggukan?"
"Shireo!!! Kau lihat saja sendiri" ucap irene membuat seulgi melebarkan matanya.
"Palli palli palli!!!"
"Hufftt baiklah"
Dengan cepat seulgi melihat kedalam baju irene dan diapun melihat serangga tersebut yang menempel di Bra irene. Tunggu... Bra?!!!!
Seulgi terdiam mematung melihat pemandangan didepan matanya.. entah pikirannya telah kemana2..
"Ya seulgi! Kenapa diam, palli" teriak irene yang membuat seulgi tersadar.
"Aaa. Ne noona aku sudah menemukannya" seulgi segera mengambil serangga tersebut dan membuangnya.
"Ya! Kalian kenapa mesum di tempat terbuka" teriak wendy dan joy hanya melihat adegan tersebut dengan menganga.
Awalnya kedua orang itu akan mengajak seulgi makan bersama, namun terlalu shock dengan keberanian seulgi yang macam2 dengan irene, pikirnya.
"Ya seungwan, apa maksudmu, aku hanya membantu irene noona" jelas seulgi.
"Alasan" balas wendy menatap tajam seulgi.
Irene yang baru saja sadar dengan yang terjadi menjadi malu, pipinya terasa panas. Dan dengan cepat dia beranjak.
"Aaa permisi aku keluar duluan" ucap irene dengan berlari.
"Kabur lagi" lirih seulgi.
"Seul! Lain kali kau harus tau tempat jika ingin mesum" wendy terduduk di depan meja seulgi.
"Ya! Aku tidak mesum, sudah kujelaskan tadi"
"Tadi sangat jelas seul" kini joypun ikut berbicara.
"Aishh pikiran kalian terlalu Yadong!"
"Mwoya?!! Kami dengan jelas melihat kalian begitu seul. Sudah jangan mengelak, aku tidak akan melarangmu asal kau tau tempat dan 1 lagi.. kau harus pakai pengaman" jelas wendy yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari seulgi.
"Ya seungwan!!!"
"Sampai kapan kalian akan berdebat, aku sudah lapar!!!" Joy yang dari tadi melihat kedua orang tersebut mulai emosi.
"Terserah" seulgi pergi begitu saja dengan kesal.
"Ya seulgi, aku hanya memperingatkanmu!" Teriak wendy.
.
"apa yang dipikirkan mereka itu" seulgi berjalan kearah toilet untuk mencuci mukanya, namun tiba2 dia melihat irene yang tengah diganggu oleh suho dan gengnya terpojok pada balkon lantai 2 sehingga irene tidak bisa kemana-kemana lagi atau dia akan terjatuh.
"YA!!! brengsek" teriak seulgi langsung menerjang suho sampai keduanya terjun kelantai bawah yang membuat irene dan geng suho kaget...
"SEULGI!!!!"
NEXT?
KOMEN DIBAWAH!

My love love gw 😍😍
