Lalu di saat aku sedang berjalan untuk mencari tempat duduk, tiba-tiba bola basket terlempar ke arahku, sehingga aku dan makananku terjatuh.
Orang-orang di sekitar langsung melihat ke arahku, dan aku hanya bisa terdiam menahan rasa malu.
Tiba-tiba segerombolan anak laki-laki basket menghampiriku dan di saat itu juga mereka semua menertawakan diriku dengan suara yang sangat besar.
"Eh.. eh.. bro lihat tuh.. ada anak baru yang terjatuh karena bola basket kita" kata salah satu anak laki-laki di kelompok tersebut.
"Oh ya tuhh ada yang terjatuh dan makanannya tumpah kemana-mana deh hahaha..." ujar satu anak laki-laki dengan ketawa yang sangat puas.
Dengan perasaan yang sangat amat kesal dan tidak bisa ditahan aku pun langsung marah kepadanya.
"Sudah ketawanya? Puas hah? Mikir dong, sudah tau ini area kantin, malah main bola, kayak anak kecil kurang bahagia! ujarku dengan penuh amarah.
"Wah.. wahh... ada ngelunjak dan mengejek kita nih, lebih baik kita apakan nih anak barunya?" ujar salah satu anak laki-laki tersebut.
Di saat itu juga aku merasa ketakutan dan gatau mau ngapain.
Tiba-tiba ada salah satu anak perempuan menghampiriku dan segerombolan anak-anak basket, kemudian anak perempuan tersebut berkata kepada segerombolan anak laki-laki basket,
"Tolong maafkan teman saya, soalnya dia anak baru di sini jadi maklumin aja" ucap anak perempuan itu dengan penuh ketakutan dan kegugupan.
"Oh.. ini temannya, tolong dong kasih tau si anak baru ini, jangan sok blagu" ucap anak laki-laki tersebut dengan penuh kesombongan.
"Iya-iya, sekali lagi maafkan teman saya" ujar perempuan tersebut.
Kemudian segerombolan laki-laki tersebut meninggalkan tempat tersebut dan aku pun hanya bisa menahan amarahku terhadap anak laki-laki tersebut.
"Oh ya, terimakasih atas bantuannya, maaf jadi merepotkanmu, mestinya kamu tidak usah membantuku" ucapku.
"Tidak apa-apa, malahan aku senang membantu orang, oh ya kenalin nama aku Dinda Kirana, kamu bisa panggil aku Dinda" ujar Dinda.
"Oh yaa kenalin namaku Bella Angelica, bisa panggil aku Bel" ucapku dengan tersenyum.
"Baiklah, semoga kita bisa menjadi teman yah Bel" ujar Dinda tersenyum.
"Iyaa" ucapku.
Setelah kami berkenalan, Dinda memberitahuku tentang segerombolan anak-anak basket tersebut, bahwa mereka memang terkenal di sekolah dan hampir semua cewek di sekolah menggemari mereka.
"Tidak salah hah, semua cewek menggemari mereka?" ucapku dengan rasa ingin muntah.
"Iya Bel, mereka semua anak terkenal di sekolah ini, apalagi si Kelvin gantengnya kehabisan banget, jadi wajar saja semua cewek menyukainya" ujar Dinda.
"Termasuk kamu menyukainya?" ucapku
"Iya.. wkwkw, mereka tuh beranggota 5 orang ada Kelvin, Jason, James, Andrew, dan Hans. Mereka semua ganteng banget, apalagi Kelvin" ujar Dinda tersenyum.
"Iuhhh... gua aja dengernya eneg, percuma saja kalo mereka ganteng dan jago basket kalau kelakuan mereka seperti itu" ucapku dengan perasaan jijik.
"Awass lohhh Bel, lama-lama nanti kamu suka lohh sama mereka haha.." ujar Dinda sambil tertawa.
"Tidak akan pernah, ngapain suka sama cowok begituan" ucapku.
Saat kami sedang berbincang, bel istirahat pun berbunyi.
Aku dan Dinda kembali ke kelas masing-masing dan ketika sudah sampai di depan kelas, aku dan Dinda tersadar dan merasa senang kalau kami satu kelas di XII IPS 1.
Dengan cepat, aku dan Dinda sepakat untuk duduk bareng di kelas dan melanjutkan pelajaran di kelas.
***
Penasaran gimana kelanjutannya?
Yukkk ikutin terus ceritanya dan maaf bila ada salah kata atau sebagainya.
Don't forget to comment and vote thankyouuu😊💙.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOU ARE MINE
Teen FictionKisah ini menceritakan seorang anak laki-laki yang jatuh cinta pada akhirnya kepada seorang perempuan di sekolahnya. Meskipun awalnya mereka saling tidak suka, tetapi lama kelamaan timbullah rasa suka/cinta. Apa yang terjadi di antara mereka?
