Part 18

12 1 0
                                        

5 tahun kemudian

Aku sekarang sudah berumur 23 tahun dan sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan yang lumayan cukup terkenal.

Aku memulai hidup baru dan lembaran baruku di tempat ini.

Masa lalu biarlah berlalu, dan sekarang aku memutuskan untuk fokus terhadap karir dan menyenangkan kedua ortuku.

Hari ini adalah hari di mana aku masuk kerja.

"Hai Bell.. ciee cantik banget hari ini" ujar salah satu karyawan.

"Tersenyum"

Oh yaa aku lupa.. kalau sahabatku yang namanya Dinda sekarang dia bekerja di Australia menjadi seorang hukum.

Tau sendiri lah kalau dia tuh kan dulunya suka nya berdebat banget, makannya dia sekarang menjadi seorang hukum wkwkw.

Yahhh beginilah hidup dan syukuri sekarang.

"Bel itu kata anak admin kamu disuruh ke sana buat ambil berkas" ujar Kenan salah satu karyawan.

"Ehh.. iyaa oke makasih infonya" ujarku tersenyum.

Di perjalanan menuju kantor admin.

"Fi.. mana berkasnya? Kata Kenan gua disuruh ambil berkas" ucapku.

"Nih Bel... kamu kasih berkasnya ke ruangan bos. Oh ya sama ati-ati kalau keruangannya, karena boss kita hari ini baru, ini penggantinya gitu, jadi kamu harus berhati-hati dan jangan sampe cari gara-gara" ujar Fina.

"Iya tenang kali Fi... emang gue apaan dah, gue juga diajarkan sopan santun. Udah ah gue kirim berkas ini dulu yek" ujarku.

***

"Ini mana berkasnya? Kok ga ada?" ujar Kelvin yang sedang mencari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ini mana berkasnya? Kok ga ada?" ujar Kelvin yang sedang mencari.

"Kii... lu tau ga berkas yang gue kasih ke Fina itu kemana? Kan gue udah suruh taro di ruangan gue" ujar Kelvin berbicara kepada Eky.

"Oh ituu.. lagi otw menuju ke sini, kemaren Fina lupa kasih, sekarang dia lagi otw ke sini" ujar Eky.

"Oke" ujar Kelvin.

Beberapa menit kemudian

Tok... tok... tok... (bunyi suara ketokan pintu).

"Permisi.. ini saya Bell..." ujarku yang terkaget karena boss baru adalah Kelvin.

Kelvin yang ikut terkejut ketika melihat bahwa yang mengirimkan berkas adalah Bella teman SMAnya dulu.

"Ehh... ini boss berkasnya dari Fina" ujarku  memberikan berkas kepada Kelvin.

Terdiam sejenak

"Oh.. ya makasih Bell.., tapi... hmm.. gimana kabarmu?" ujar Kelvin yang gugup salah tingkah.

"Ya.. baik boss, kalau gitu saya permisi dulu, terimakasih" ujarku yang sangat gugup dan pergi dari ruangan tersebut.

"Ehemm.. ada apa nih? Kok keliatannya kayak udah saling kenal" ujar Eky.

"Ehhh.... iya itu cewe yang gue suka dulu waktu masa SMA, dan sekarang dia makin cantik. Udah ah lanjut kerja" ujar Kelvin.

***

"Aduhh.... kenapa bossnya bisa si Kelvin? Kenapa harus dia penggantinya? Ya Tuhan apalagi lagi ini, aku gamau masalah itu kembali terulang" ujarku dalam hati.

Jam istirahat

"Bell... gimana itu berkas udah sampe belum? Terus itu siapa boss baru kita? Cowo kah?" ujar Fani bersemangat.

"Cari tau aja sendiri" ujarku yang bodo amat dan tidak peduli.

"Yehhh.. ditanya baik-baik, aneh banget sih lu" ujar Fani.

Ketika aku dan Fina sedang beristirahat di kantin dan sambil mengobrol, tidak sengaja boss baru kami yaitu Kelvin datang menghampiriku.

"Bell.. bisa bicara sebentar?" ujar Kelvin tersenyum.

"Wahhh... wahh... ini boss baru kita? Ganteng banget..." ucap Fani yang terpesona.

"Apaan sih Fan..." ujarku sambil melotot ke Fani.

Aku yang benar-benar kebingungan dan salah tingkah dihadapan Kelvin.

"Hmm... mau ngomong apa? Disini bisa kan?" ucapku menahan kegugupan.

"Kayaknyaa gue pergi dulu deh soalnya ada urusan penting..." ujar Fina yang merasa suasana tidak enak.

Dengan cepat Kelvin duduk di arah depanku dan memegang tanganku.

"Bell... hari ini kamu sibuk ga? Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat" ujar Kelvin dengan memohon.

"Tolongg Kell.. jangan pegang tanganku, ga enak dilihat orang apalagi status pekerjaan kita beda" ucapku risih.

"Bell.. mohonn kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semua ini, aku hanya ingin kita berteman itu sudah cukup Bel.." ujar Kelvin menatapku.

Aku yang hanya terdiam dan tidak tahu mau jawab apa.

"Bel... bisa kan?" ujar Kelvin menatap sambil memohon.

"Oke Vin.. tapi sebentar aja yah jangan lama-lama, karena aku juga punya kesibukan sendiri" ucapku dengan nada kalem.

"Thankyou Bel.. udah mau kasih aku kesempatan, nanti pulang kerja aku tunggu di lobby" ujar Kelvin tersenyum.

Saat itu aku benar-benar gugup dan hanya melihat tatapannya yang begitu membuatku kangen akan masa lalu.

Haii guyss....
Penasaran gimana kelanjutannya?
Yukk ikutin terus ceritanya.
Maaf bila ada salah kata atau sebagainya😊
Don't forget to comment and vote thankyouu❤

YOU ARE MINE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang