#𝕱𝖆𝖓𝖙𝖆𝖘𝖎 #𝐒𝐢𝐜𝐤𝐥𝐢𝐭
Juno tidak punya banyak pengalaman soal cinta. Tapi begitu dia jatuh cinta dunianya ikut jatuh semua.
Si Ganteng kalem yang melankolis ini tak pernah menyangka akan terjebak dalam cinta yang begitu fantasi. Cinta mema...
Sekuel sudah ada. Silakan kunjungi ceritanya di TheReal_SahlilGe
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesuai janji malam ini saya mau ngasih ekstra up berkenaan dengan bab 8. Bagi yang belum baca bab 8, baca dulu ya wey.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang udah baca, gimana gimana? Hehehe. Selamat bergabung di ruang imajinasi saya, ya. Semoga nggak nyesel kenalan sama tulisan saya yang kayak cakaran ayam kalau kata Juno.
Sinestesia yang saya jadikan tema dalam cerita Juno itu benar-benar ada di dunia nyata, Sobs. Bedanya bagian tentang evolusi itu sifatnya fantasi, alias hasil dari buah pikir imajinasi saya. Saya bikin ekstra up ini biar kalian makin paham aja sama apa yang dimaksudkan dengan sinestesia waktu seperti yang jadi topik utama dalam cerita ini.
Inspirasi tema dalam cerita ini murni 100% berdasarkan apa yang pernah saya alami dan yang saya tahu. Tapi bukan berarti saya ini tokoh aslinya loh ya. Bukan.
Jadi gini, Sob, kira-kira di awal saya berusia 17 tahunan, saya mulai merasa janggal dengan sebuah proyeksi aneh yang saya lihat di dalam kepala. Kok bisa sih ada urutan angka di dalam kepala gue? Kok bisa sih hari di dalam kepala gue ada warnanya? Kok bisa sih ada bentuk seperti tembok Cina ketika sedang mengingat tanggal dan bulan? Kok bisa sih urutan angka penunjuk waktu jam di dalam kepala gue bentuknya seperti buah mangga? Kurang lebih gitu ya saya membenak.
Lalu sekitar setahun yang silam, saya menemukan sebuah artikel jawaban di Quora. Kebetulan nih, saya emang rajin banget baca-baca di platform diskusi itu. Dan mereka membahas tentang sinestesia. Saya terkejut karena ada istilah time-space synesthesia yang semua ciri-cirinya 100% seperti apa yang saya alami. Barulah setelah saya melakukan konfirmasi sana-sini, akhirnya saya yakin bahwa rupanya di dalam kepala saya ada sesuatu yang membuat proyeksi dalam otak saya "meluap-luap".
Jadi, percaya tidak percaya, ya, saya punya Sinestesia waktu seperti Lana. Saya bisa melihat ruang waktu bentuknya seperti apa di dalam kepala saya. Saya bisa melihat bentuk angka-angka yang berwarna-warni dengan hal-hal yang berkaitan dengan waktu. Otak saya punya proyeksi yang seperti itu. Cuman, nggak ada istilah evolusi-evolusi gitu, ya. Evolusi sinestesia hanya ide yang saya pakai untuk mengembangkan cerita. Dan ternyata seru juga.